Mendoakan Anak

“Ya Rabb kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk dan patuh kepada Engkaum dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami ummat yang tunduk patuh kepada Engkau.

“Ya Rabb ku, berilah untukku anak-anak yang shalih.

“Ya Rabb kum jadikanlah aku orang yang menegakkan sholat dan juga anak-anakku. Ya Rabb ku, terimalah doaku.

“Jauhkanlah aku dan anak keturunanku dari menyembah berhala.”

Demikianlah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim alaihissalam yang diabadikan oleh Allah dalam kitab-Nya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dalam banyak riwayat diceritakan bahwa beliau shallallahu alaihi wa sallam juga sering berdoa untuk anak-anak beliau dan untuk anak-anak kaum muslimin.

Imam Bukhari meriwayatkan dari hadits Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau shallallahu alaihi wa sallam pernah memegang Usamah bin Zaid dan Al Hasan bin Ali seraya berdoa, “Ya Allah, sungguh aku mencintai keduanya, maka cintailah mereka berdua.”

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga pernah berdoa untuk Usamah bin Zaid. Imam Ahmad (5/201) meriwayatkan dengan isnad yang hasan dari Usamah bin Zaid, dia berkata,

“Ketika penyakit Rasululullah Shallallahu alaihi wa sallam semakin parah, aku dan para sahabat berangkat ke kota madinah. Lalu aku masuk menemui rasululullah shallallahu alaihi wa sallam. Aku diam dan beliau tidak berbicara apa-apa. Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya ke langit dan mengarahkan kepadaku. Aku tahu, beliau berdoa untukku.”

Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga pernah berdoa untuk anak-anak Ja’far bin Abi Thalib.

“Ya Allah, berilah ganti kepada keluarga yang ditinggal (syahid) Ja’far dan berkahilah kekuatan (memukul) tangan kanan Abdullah bin Ja’far.”

Imam Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya (no.1982), bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah mendoakan kebaikan dunia dan akhirat untuk Anas bin Malik, “Ya Allah, karuniakanlah harta dan anak kepadanya dan berkahilah dia.” (Lantaran doa itu, di kemudian hari), Anas bin Malik termasuk orang Anshar yang paling banyak memiliki harta.

Mereka, para nabi, manusia-manusia terbaik di dunia ini, berdoa untuk anak keturunan mereka, berdoa untuk anak-anak orang lain. Sudah kah kita juga senantiasa berdoa untuk anak keturunan kita?

‘Ya Rabb kami, berilah untuk kami dari istri dan anak-anak kami penyejuk pandangan mata dan jadikanlah kami pemimipin orang-orang bertakwa.

“Ya Rabb ku, tunjukkanlah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yag telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai. Berilah kepadaku kebaikan dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

“Ya Allah, mudahkanlah kami untuk selalu berdoa kepada Mu. Jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang sombong, orang-orang yang enggan berdoa kepada Mu.”

Sumber: Tarbiyatul Abna’, Syaikh Musthofa Al Adawi.


  1. Terjemah QS. Al Baqarah: 128 []
  2. Terjemah QS. Ash Shaffaat:100 []
  3. Terjemah QS. Ibrahim:40 []
  4. Terjemah QS. Ibrahim:35 []
  5. HR. Bukhari 3747, Muslim 3735 []
  6. HR. Ahmad 1/204 []
  7. Terjemah QS.Al Furqan: 74 []
  8. Terjemah QS. Al Ahqaf: 15 []

———-
Sumber: JILBAB.OR.ID – www.jilbab.or.id – Jumat,15 Mei 2009/20 Jumadil Awal 1430H

Print Friendly