Nasehat Mengenai Do’a

Ukhti Al Muslimah, Engkau adalah makhluk lemah, senantiasa butuh kepada Allah, maka senantiasalah engkau tengadahkan tangan-tangan ketundukan kepada-Nya, mengharap pengampunan, afiat dan taufik (pertolongan)-Nya baik di dunia maupun di akhirat hingga engkau kembali dengan membawa anugerah kebaikan-Nya.

Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :(yang artinya) :
“Sesungguhnya Rabb kalian itu adalah Dzat Yang Maha Pemalu dan Maha Pemurah, Dia merasa malu terhadap hamba-Nya yang menengadahkan tangannya kepada-Nya kemudian Dia mengembalikannya dengan hampa”.
(Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Ibnu Majah, 3117).

Namun tetap harus engkau ingat, janganlah teregsa-gesa minta disegerakan terkabulnya do’a, karena Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa sallam telah bersabda :(yang artinya) :

“Tidak ada seorang hamba yang menengadahkan kedua tangannya hingga terlihat ketiaknya, ia meminta kepada Allah sebuah permintaan kecuali Allah akan mengabulkan permintaannya selama ia tidak tergesa-gesa”, para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana bentuk tergesa-gesaan ini?” Beliau menjawab: “ia berkata : Aku telah meminta ini dan meminta itu, tetapi aku tetap tidak diberi sesuatu”. (Hadits Riwayat Tirmidzi, shahih, 2853).

Jangan sekali-kali berdo’a untuk dosa atau memutuskan tali persaudaraan. Dan jika kamu belum melihat tanda-tanda bagi terkabulnya do’amu, janganlah merasa sedih. Barangkali Allah menyimpannya (menangguhkannya) untuk diberikan kelak di hari kiamat, atau untuk menghapus dosa-dosa, atau juga Allah memalingkan darimu beberapa bahaya yang akan menimpamu dengannya.

Dekatkanlah dirimu kepada ALlah dengan menjalankan ibadah-ibadah fardhlu (wajib), ibadah-ibadah sunnah (nafilah) dan dengan beberapa bentuk pendekatan dir kepada Allah yang lain, insya Alah engkau akan emperoleh pahala yang agung dan engkau akan menaiki derajat yang paling tinggi, juga engkau termasuk dari wali-wali Allah yang tidak pernah merasa takut dan khawatir, Allah selalu mengabulkan do’a-do’a mereka, menghapus kegundahan hati mereka, dan memenuhi hati mereka dengan ketenangan.

Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : (yang artinya)
“Sesungguhnya Allah Ta’Ala berfirman : “Siapa yang memerangi wali-Ku sungguh aku umumkan perang terhadapnya, dan tidaklah ada seorang hamba yang mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari yapa ang telah Aku fadhlukan kepadanya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, menjadi penglihatannya yang digunakannya untuk melihat, menjadi tangannya yang digunakan untuk memegang, menjadi kakinya yang digunakannya ntuk berjalan, jika ia memohon sesuatu kepada-Ku niscaya akan Aku beri, dan jika ia berlindung diri kepada-Ku niscaya akan Aku lindungi”. (Bukhari, 6502).

Jika engkau menemui seorang muslimah yang sealu komit terhadap dinnya, tunduk dan selalu memenuhi perintah Rabbnya, bangga dengan akidahnya, maka segera tanamkan kecintaan dalam dirimu kepadanya dan jadikanlah ia sebagai teman dekatmu. Karena sesungguhnya cinta karena Allah memiliki kedudukan yang tinggi.

Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : (Yang artinya)“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Orang-orang yang saling mecintai karena keagungan-Ku bagi mereka mimbar-mimbar keagungan dari cahaya yang akan diiringi oleh apra Nabi dan syuhada’”.

(Hadits Shahih, Sunan Tirmidzi, 1948).

Source : Diketik Ulang Oleh Ummu Umar, dari buku Nasehat kepada para Muslimah, pustaka Arafah

———-
Sumber: JILBAB.OR.ID – www.jilbab.or.id – Jumat,26 Mei 2006/27 Rabiul Akhir 1427H

Print Friendly