Makin Kenal, Makin Cinta

 

Dr Husni adalah dokter anak yang super sibuk. Dia lelaki pendiam tapi punya humor dan kehangatan yang besar. Semua orang di rumah sakit tempat ia bekerja mencintainya. Hampir sebagian waktunya dihabiskan di rumah sakit, baik bermalam ataupun tidak. Hani, istrinya sering merasa kesal kepadanya. Bagaimana tidak? Dia jarang sekali bertemu suaminya dan suaminya tampak begitu terputus emosi dengannya.

Hani sering menunjukkan hal-hal kecil tanda sayang pada suaminya, namun malah membuat suaminya jengkel. Lama-kelamaan ia merasa suaminya tak menghargainya bahkan tak menghargai perkawinan mereka. Hani juga jengkel karena suaminya tidak tahu nama teman-teman dekat anak-anaknya. Bahkan umur anak dan kesukaan anaknya sekarang, suaminya tidak tahu.

Dari ilustrasi di atas muncul pertanyaan, lalu apanya yang salah? Di luar masalah kesibukan dalam bekerja yang sebagian besar dialami para suami, masalah mendasar yang dihadapi pasangan di atas adalah betapa banyak ketidaktahuan Husni tentang dunia istrinya dan kehidupan keluarganya. Kenyataannya, tak sedikit pasangan yang mempunyai kebiasaan mirip pasangan di atas, yaitu tidak memperhatikan detil kehidupan pasangannya. Salah satu atau kedua belah pihak mungkin hanya tahu sepintas saja mengenai kesukaan, kebahagiaan, ketakutan dan stress pasangannya.

Suami istri yang cerdas secara emosional sangaat akrab dengan dunia pasangannya.

Mereka meluangkan banyak ruang kognitif untuk pernikahan mereka. Mereka ingat peristiwa penting dalam sejarah pasangannya, mereka terus-menerus memperbarui informasi seiring berubahnya fakta dan perasaan pasangannya.

Si suami dapat menceritakan perasaan istrinya tentang saudara iparnya. Si istri tahu suaminya sedang stress menghadapi tekanan pekerjaan. Mereka tahu kecemasan dan harapan masing-masing pasangannya.

Tanpa pengetahuan tentang pikiran dan perasaan pasangannya seperti ini, tak mungkin seorang suami/istri bisa benar-benar mengenal pasangannya. Jika tak benar-benar mengenal pasangannya, bagaimana seseorang bisa benar-benar mencintainya? Tak kenal maka tak sayang!

Dari pengetahuan, tak hanya terbit cinta, tetapi juga ketegaran untuk mengatasi badai pernikahan. Suami istri yang benar-benar tahu dan memahami pikiran dan perasaan pasangannya memiliki persiapan jauh lebih baik untuk menanggulangi konflik dan peristiwa yang membawa stress.

Beberapa pertanyaan di bawah ini dapat Anda kroscekkan dengan pasangan Anda setelah Anda menjawabnya:

  • Siapa teman yang berpengaruh dalam hidup pasangan Anda?
  • Peristiwa apa yang dinanti-nanti pasangan Anda saat ini?
  • Peristiwa apa yang ditakuti pasangan Anda di masa datang?
  • Apa stress yang dialami pasangan Anda saat ini?
  • Apa kecemasan pasangan Anda saat ini?
  • Apa saja harapan dan aspirasi pasangan Anda?

Masih banyak pertanyaan yang dapat Anda gali dari pasangan Anda untuk mengenalnya lebih dekat.

Saling mengenal detil kehidupan pasangan seharusnya bukan menjadi tugas yang berat. Semakin mengenal diri pasangan, semakin banyak kemungkinan Anda lebih mudah memahami pasangan Anda. Proses mengenal pasangan lebih mendalam dan saling menceritakan batin diri kepada pasangan merupakan proses berkelanjutan sepanjang usia.

Tak ada waktu? Sebaiknya Anda mulai memikirkan waktu-waktu yang bisa Anda manfaatkan untuk lebih saling mengenal tiap harinya. Jika tak bisa bertatap muka bisa menggunakan sarana lain. Mengetahui keadaan pasangan lebih mendalam memudahkan Anda memahami pasangan Anda. Semakin Anda dan pasangan saling memahami, hati Anda akan selalu merasa sejalin dengannya. Jadikanlah pasangan Anda bagian dari diri Anda sendiri. Sekali lagi, tak kenal maka tak sayang.

Tulisan  ini disalin dari artikel oleh Ummu Hibban dalam Majalah Nikah Vol.7, No 09, 15 Desember 2008-15 Januari 2009/ Dzulhijjah-Muharram 1430

———-
Sumber: JILBAB.OR.ID – www.jilbab.or.id – Kamis,21 Maret 2013/9 Jumadil Awal 1434H

Print Friendly