Persiapan Sebelum Persalinan

Kelahiran anak merupakan suatu yang selalu diimpikan oleh pasangan hidup rumah tangga, ketahuilah, anak adalah karunia Allah dan merupakan titipan dari-Nya. Tapi, pada umumnya bagi calon ibu, atau sang akhwat yang melahirkan untuk pertama kali, biasanya merasa ngeri dan bingung, gimana sih cara melahirkan????.

Tapi jangan khawatir ukhti,…
Sebenarnya tidak perlu ada yang dicemaskan, bertawakallah kepada Allah, Yang Maha Kuasa. Kemudian artikel bawah ini mudah-mudahan bisa membantu ukhti dalam mengurangi ketegangan menghadapi persalinan, setelah pertolongan dari Allah ta’ala. Artikel ini berisikan pengetahuan umum tentang reaksi, kejadian, serta tindakkan yang harus kita lakukan, selamat membaca

Kejadian-kejadian pada kala I sebelum kelahiran.
Kala I :  Permulaan kontraksi yang teratur sampai pembukaan lengkap leher rahim.

I : a. Pembukaan leher rahim sampai 3 cm.
b.Kejadian :
– His (kontraksi ) teratur tiap 10-15 menit.
– Keluar sedikitdarah campur lendir
– Pembukaan leher rahim.
– Ibu merasa nyeri di pinggang.
c Tindakan :
– Jika ketuban belum pecah bolehberjalan-jalan.
– Mengosongkan kandung seni.

II. a. Pembukaan leher rahim 3-9 cm.
b. Kejadian:
– His (kontraksi) makin kuat tiap 3-5 menit.
– Ketuban menonjol/pecah.
– Ibu merasa nyeri perut yang kuat sehingga berbaring.
c.Untuk mengurangi nyeri :
– Tekan dengan tangan pada tulang kelangkang dan menggosok punggung.
– Banyak minum.
– Sering kencing
– Tidak boleh mengejan, tarik napas dalam-dalam jika ingin pengejan
.

III a. Pembukaan 9-10 cm.
b. Kejadian :
– His makin kuat tiap 2-3 menit.
– Timbul nyeri yang keras.
– Keluar darah saat his.
– Ketuban pecah.
c Tindakan :
– Tidak boleh mengejan sebelum pembukaan lengkap.
– Tarik nafas secara cepat saat his.

Kejadian-kejadian dalam kala II persalinan.
a.Kejadian :
– Kepala belum sampai dasar panggul.
– His mengejan, kehendak mengejan sukar di kendalikan.
– Keluar darah, lendir makin banyak.
-Pembukaan lengkap.
– Ketuban pecah.
– Ibu tanpa sadar ingin menarik tungkai ke atas.
b. Tindakan :

– Pada waktu kesakitan itu dipersilahkan menarik nafas dalam-dalam, kemudian dengan menahan nafas, menutup mulut, mengangkat kepala mengejan selama ada his dan istirahat bila kontraksi berhenti.
Gejala Bersalin.
– Lebih mudah bernafas.
– Sering BAK.
– Perut kendang,tegang.
Segera ke RS / Bidan, jika :
– Kontraksi rahin teratus, 10-15menit sekali, perut keras, jika tidur dinding perut naik
– Nyeri pada pinggang menuju perut.
– Dengan majunya waktu his makin kuat.
– Keluar lendir bercampur darah.
– Terjadi pendarahan leher rahim.

Persiapan fisik :
– Tenang, minum susu +telur.
– Mandi air hangat.
– Memotong rambut aurat.

Pelepasan uri (tali pusat).
– 5-80 menit, uri harus keluar.
– Reaksi dari rahim.
– Pelepasan uri rahim berkontraksi,darah mengalir, tali pusat memanjang, rahim naik ke atas menjadi keras dan bulat.
– Ibu merasa mules di perut.

Masa dua jam setelah persalinan.
– Rahim berkontraksi.
– Ibu gembira, merasa gemetar, ingin istirahat.
– Usahakan kencing dengan cara :
i. Cepat bangkit dari berbaring.
ii. Menaruh botol air hangat di atas perut bagian bawah.
iii. Dengar suara air kran.
iv.Usahakan 3 hari sebelum melahirkan sudah buang air basar, agar saat melahirkan
tidak menumpuk, kalau susah BAB makan pepaya, obat dulcolax.

Posisi melahirkan
– Hemat tenaga pada awal kontraksi perut terasa. Usahakan mandi air hangat, minum susu + telur, bersikap santai, jalan-jalan, sampai darah, lendir keluar sedikit.
– Jika kontraksi semakin hebat. Berbaring, ubah-ubahlah posisi berbaring, duduk dengan mengganjal
punggung dengan beberapa bantal.
– Posisi persalinan : berbaring terlentang dengan kedua kaki di tekuk, kepala ibu diluruskan / mengubah posisinya miring, saat tidak ada kontraksi.

———-
Sumber: JILBAB.OR.ID – www.jilbab.or.id – Sabtu,26 Juli 2003/26 Jumadil Awal 1424H

Print Friendly