Kebaikan dan Keburukan adalah Ujian

Sebagian orang mengira bahwa ujian adalah ketika dia ditimpa musibah dan keburukan, pemahaman seperti ini adalah keyakinan yang salah dan keliru. Allah telah mengabarkan kepada kita bahwa ujian itu berupa keburukan dan kebaikan, sebagaimana firman-Nya:

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya: 35)

Allah juga berfiman:

“Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (QS. Al A’raf: 168)

Imam Ibnu Katsir berkata ketika menafsirkan Surat Al-Anbiya ayat 35:

“Dan firman-Nya, “Dan Kami uji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan” artinya terkadang Kami mengujimu dengan musibah-musibah dan terkadang dengan kenikmatan, maka Kami melihat siapakah yang bersyukur? Siapakah yang kufur? Siapakah yang sabar? Dan siapakah yang putus asa? Sebagaimana perkataan Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas: “Makna dari “Kami menguji kamu” adalah Dia melakukan ujian terhadap kamu “dengan keburukan dan kebaikan” yaitu dengan kesusahan, kelapangan, sakit, sehat, kekayaan, kefakiran, halal, haram, ketaatan, kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan. Dan firman-Nya: “Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami” yaitu Kami memablas amal-amal kalian.” 1

Sumber tulisan: “Tepis Duka Raih Kebahagiaan” oleh Abu Ya’la Kurnaedi, Naashirussunnah: Maret 2013/ Rabiul Akhir 1434 H. Catatan kaki: 1 Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’anil Adzhim, juz 3/218.

———-
Sumber: JILBAB.OR.ID – www.jilbab.or.id – Minggu,13 Juli 2014/15 Ramadhan 1435H

Print Friendly