Bagaimana Muamalah Anda Terhadap Istri Anda?

Bagi para istri cinta kasih dan perhatian seorang suami terhadap mereka akan sangat mempengaruhi suasana hati dan denyut cinta di hati seorang istri….

Berapa banyak kita saksikan seorang wanita yang telah di tinggal mati suaminya tidak ingin menikah lagi karena terkenang dengan kebaikan-kebaikan dan cinta kasih mendiang suaminya….

Bahkan setiap teringat akan mendiang suaminya terucaplah istighfar dan doa untuk mendiang suaminya…*

Hatinya tertutup untuk melirik dan merajut kehidupan pada laki-laki lain karena kebaikan mendiang suaminya telah menyatu dalam hati sanubarinya hingga iapun bersabar hidup di dunia rela menunggu dengan kesendirian hingga ajal menjemputnya.

Alangkah bahagianya sang suami yang telah menjadi penghuni kubur karena mendapatkan doa dan istighfar dari istrinya.

Ada yang senantiasa menjadikan sarung suaminya sebagai bawahan pakaian shalatnya agar mendiang suaminya mendapatkan pahala dari shalatnya.

Ada yang menggunakan harta mendiang suaminya dengan membelikan mushaf-mushaf Al Qur’an sehingga setiap orang yang membacanya, mendiang suaminya pun mendapatkan pahala yang terus mengalir..

Dan yang lebih utama bila ada anak darinya maka sang istri akan mendidiknya menjadi buah hati yang shalih dan shalihah dan senantiasa mengingatkan mereka untuk mendoakan kebaikan bagi mendiang ayahnya…

Betapa beruntungnya ia…. Umur terputus tapi kebaikan terus mendatangi kuburnya.

Karena itu hendaknya para suami berusaha menjadi sosok suami yang shalih dan memberikan akhlak yg mulia bagi istrinya.

Karena tidak ada balasan kebaikan melainkan kebaikan juga. ..

Jangan sampai anda menjadi sosok suami yang di benci istri karena buruknya muamalah anda terhadapnya.

Sehingga ketika anda meninggalkan dunia fana ini, istri andapun akan merasa bebas dari anda…

Ia akan segera mencari pengganti dan jangan harapkan untuk mendapatkan kiriman istighfar dan doa darinya.

Karena ia telah disibukkan dengan suami baru yang boleh jadi lebih baik dari anda.

Dan ketika mengingat mendiang suaminya justru ia bersyukur telah dipisahkan hidupnya darinya.

Semoga tulisan ini menjadi penyemangat untuk memperbaiki muamalah suami kepada istrinya.

Beliau shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya”. 

(HR At-Thirmidzi no 1162 dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Majah no 1987 dari hadits Abdullah bin ‘Amr, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani lihat As-Shahihah no 284)

Wallahu ‘alam bish-shawwab

*Dalil istighfar :
Ibnu Hajar berkata bahwan dalam riwayat Abdullah al-Bahiyy dari Aisyah sebagaimana di sebutkan dalam Kitab Ath-Thabrani “Rasulullah shalallahu alaihi wassalam ketika menyebut nama Khadijah, tidak bosan-bosan memujinya dan BERISTIGHFAR untuknya”
{Fathul Baari :7/516 }

 

Muraja’ah oleh:  Ustadz Ibnu Hassan Atthobari Lc

———-
Sumber: JILBAB.OR.ID – www.jilbab.or.id – Jumat, 4 Juli 2014/6 Ramadhan 1435H

Print Friendly