Bolehkah Seorang Istri Memboikot Suaminya

BOLEHKAH SEORANG ISTRI MEMBOIKOT SUAMINYA

Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah al Jabiry حفظه الله

Pertanyaan: Seorang wanita dari Maroko bertanya: bolehkah saya memboikot suami saya ketika terjadi sebuah kesalahpahaman antara kami berdua, dalam artian saya tidak mengajaknya bicara dan melarang dia menyentuh saya?

Jawaban:

Wanita seperti ini miskin. . .

Kenapa wahai Anakku. . ? ?

Kami tidak mengetahui ada satu orang pun wanita dari kalangan sahabat dan yang setelahnya melakukan seperti ini.

Dan yang terbaik yang bisa aku nasihatkan kepada anda dan suami anda adalah:

Wajib atas kalian berdua untuk meyakini bahwasanya masing-masing kalian adalah amanah antara satu sama lain yang wajib atas masing-masing menunaikan kewajibannya dan jangan ada yang melalaikan kewajibannya.

Ini yang pertama.

Yang kedua, aku wasiatkan agar kalian saling pengertian dan saling memaafkan jika ada kekurangan pada pasangannya.

Jika wanita yang memiliki kekurangan, maka suaminya menasihati sesuai kemampuannya dan memaafkannya.

Dan jika suami memiliki kekurangan, maka istri juga memaafkan dan menasihati. Kesempurnaan hanya milik Allah.

Hati-hati kalian dari tipu daya syaithon. Dan aku ingatkan dengan ayat:

“Dan katakanlah kepada hamba-hambaKu agar mereka mengucapkan ucapan yang paling baik dikarenakan syaithon mencari kesempatan untuk menghasut antara mereka*dan sesungguhnya syaithon musuh yang nyata bagi manusia”.

Maka berhati-hatilah anda dan suami anda dari hasutan syaithon. Na’am.

Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=143308#entry687313

Alih bahasa : Syabab Forum Salafy

***   ***   ***

تقول السائلة من المغرب :هل يجوز أن أهجر زوجي عندما يحدث بيننا سوء تفاهم؟ ومقصودي من الهجر عدم الكلام معه، وأمنعه من لمسي.

الجواب:

مسكينة، لماذا يا بنتي؟

 ما عَلِمْنَا أن امرأةً فعلت من نساء الصحابة ولا من بعدهم أنها صنعت مثل هذا الصنيع، وخيرُ ما أوصيكِ به أنتِ وزوجكِ – والله من وراء القصد- يجب على كُلِّ واحدٍ منكما الاعتقاد الجازم بأنَّ صاحبه أمانةٌ في عنقه، يجب عليه أن يؤدِّي حقوقهُ تامَّة، ولا يعتدي عليه بِبَخْسِ حَقِّه؛ هذا أولًا.

وثانيًا: أوصيكما بالتسامح والعفو عمَّا يبدر من أحدكما من تقصير، فإذا قَصَّرت المرأة فيُنصح زوجها بالعفو؛ ما قَدِر على ذلك، وإذا قَصَّر الرجل تُنصح المرأة بأنها تعفو، فالكمالُ لله، فإيَّاكما إيَّاكما أنتِ وزجك من نزغات الشيطان، وأُذَكِّركما بهذه الآية: ﴿وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنسَانِ عَدُوًّا مُّبِينًا﴾؛ فاحذري أنتِ وزوجكِ نزغات الشيطان. نعم.

للشيخ عبيد بن عبدالله الجابري -حفظه الله

———-
Sumber: Forum Salafy – www.forumsalafy.net – Sabtu,16 Mei 2015/27 Rajab 1436H

Print Friendly