Amalan Harian Seorang Muslim (bagian 3)

1. Berdzikir ketika hendak tidur dan bangun tidur.

Apabila Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam hendak tidur di malam hari, beliau meletakkan tangan (kanan)nya di bawah pipinya (yang kanan), kemudian berdo’a: Allahumma bismika amuut wa ahyaa (Ya Allah, dengan Nama-Mu aku mati (tidur) dan aku hidup (bangun)). Dan ketika bangun, beliau mengucapkan: Alhamdu lillaahil ladzii ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wa ilaihinnusyuur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan (membangunkan) kami setelah mematikan (menidurkan) kami. Dan hanya kepada-Nya-lah dikumpulkan).1

2. Niat untuk bangun malam ketika hendak tidur, kemudian bangun untuk Shalat malam dan membangunkan isteri atau suaminya, serta berdo’a seraya mohon ampun kepada Allah.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa mendatangi tempat tidurnya (tidur dengan niat agar dapat melakukan shalat di malam hari, lalu matanya mengalahkannya (tidak bangun) hingga Shubuh, maka dituliskan baginya pahala yang ia niatkan. Dan tidurnya menjadi shadaqah baginya dari Rabb-nya.”2

 

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di malam hari, lalu shalat dan membangunkan istrinya, lalu istrinya pun shalat. Jika istrinya enggan bangun, maka ia (suaminya) memercikkan air ke wajah (istri)nya. Allah merahmati seorang wanita yang bangun di malam hari, lalu shalat dan membangunkan suaminya, lalu suaminya pun shalat. Jika suaminya enggan bangun, maka ia (istrinya) memercikkan air ke wajah (suami)nya.”3

 

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa bangun dari tidurnya di malam hari, lalu ketika bangun ia mengucapkan: Laa illallaahu wahdahulaa syariikalahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu biyadihil khoyru wahuwa alaa kulli syai’in qadiir subhaanallaahi walhamdulillaahi wa laa ilaaha illaallaahu wallaahu akar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahu (Tidak ada lah yang berhak diibadahi selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan baginya pujian. Dia menghidupkan dan mematikan. Di Tangan-Nya lah kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Allah Maha besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan Allah). Kemudian ia mengucapkan Allaahumaghfir (Ya Allah ampunilah aku), atau ia berdoa (dengan doa apa saja), maka ia akan dikabulkan. Apabila ia bangun, lalu berwudhu’, kemudian shalat, maka shalatnya diterima.”4

 

Disadur dari buku “Amalan Harian Seorang Muslim berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah” oleh Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah terbitan Pustaka Ibnu Umar.

 

Catatan Kaki:

1 HR. Al-Bukhari, kitab ad-Da’awaat, bab Wadh’ul yadil yumnaa tahtal khaddil aiman.

2 Shahih, lihat Shahiibul Jaami’ (no. 5941)

3 Syaikh al-Albani berkata dalam Shahiih wa Dha’iif Sunan Abi Dawud (no. 1308), “Hasan Shahih”

4 Shahih, lihat Shahiibul Jaami’ (no. 6156)

 


———-
Sumber: JILBAB.OR.ID – www.jilbab.or.id – Jumat,10 Januari 2014/8 Rabiul Awal 1435H

Print Friendly