Keutamaan Menjenguk dan Menemani Orang Sakit

Pada umumnya orang yang sakit sangat memerlukan pendamping yang mengerti kondisi jiwa, kesehatan, dan kebutuhan-kebutuhannya. Para perawat, para dokter, dan karib kerabat yang menjenguk hendaklah termotivasi untuk memanfaatkan kunjungan mereka pada setiap pasien, sebagai sarana dalam menjalankan tugas resmi dan dalam rangka beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikian pula bagi para keluarga yang menemani pasien dan karib kerabat yang menjenguk, diharapkan agar mereka dapat memanfaatkan momen tersebut sebagai kunjungan yang membawa kemajuan bagi kesehatan pasien, baik dengan do’a, nasehat, motivasi atau sumbangan-sumbangan lain yang bermanfaat.

 

Mengenai keutamaan menjenguk orang yang sakit, ada beberapa riwayat yang menerangkan hal ini, diantaranya:

1. Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman pada hari Kiamat: ‘Wahai anak Adam, Aku telah sakit namun kamu tidak menjenguk-Ku’. Anak Adam pun bertanya: ‘Bagaimana mungkin aku menjenguk-Mu, padahal Engkau adalah Rabb semesta alam.’ Allah berfirman: ‘Tidakkah kamu mengetahui bahwa hamba-Ku fulan sedang sakit, namun engkau tidak menjenguknya? Seandainya engkau menjenguknya niscaya engkau akan mendapatkan Aku di sisinya…”1

2. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapakah di antara kalian yang pada hari ini berpuasa?” Abu Bakar menjawab, “Saya”.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapakan di antara kalian yang pada hari ini menjenguk orang yang sakit?” Abu Bakar menjawab, “Saya”.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapakan di antara kalian yang pada hari ini menghadiri jenazah?” Abu Bakar menjawab, “Saya”.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapakan di antara kalian yang pada hari ini memberi makan orang miskin?” Abu Bakar menjawab, “Saya”.

Marwan (salah seorang perawi hadits ini) berkata, “Telah sampai kepadaku bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah berkumpul perkara-perkara ini pada seseorang di suatu hari, kecuali ia masuk Surga.”2

 

3. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tiga (perkara) yang seluruhnya menjadi hak setiap muslim: 1) menjenguk orang sakit, 2) menghadiri jenazah, 3) mendo’akan akan orang yang bersin apabila dia memuji Allah.”3

 

 

Disadur dari buku “Bimbingan Rohani untuk Orang Sakit” oleh Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah terbitan Pustaka Ibnu ‘Umar.

Catatan Kaki:

1 HR. Muslim, kitab al-Birr was Shilah wal Adab, bab Fadhlu ‘Iyaadatil Mariidh

2 Silsilah ash-Shahiihah (I/113)

3 Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahiihul Jaami’ (no. 3035)


———-
Sumber: JILBAB.OR.ID – www.jilbab.or.id – Minggu,12 Januari 2014/10 Rabiul Awal 1435H

Print Friendly