Manfaat Doa dan Dzikir (Mengingat Allah) – Bag.8

Manfaat do’a dan dzikir banyak sekali, bisa mencapai seratus lebih. Kami sebutkan sebagian di antaranya:

 

1. Dzikir mendatangkan shalawat Allah dan para Malaikat-Nya. Siapa yang mendapatkan shalawat Allah dan para Malaikat, maka dia adalah orang yang sayang beruntung.

Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut Nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dia-lah yang memberi shalawat kepadamu dan Malaikat-Nya (memohon ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan dari kegelapan kepada (yang terang). Dan adalah Dia Mahapenyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Ahzaab: 41-43)

Shalawat dari Allah dan Malaikat-Nya ini merupakan sebab untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya.

2. Dzikir kepada Allah dapat memudahkan kesulitan dan dapat meringankan beban yang berat. Kesulitan itu akan menjadi mudah, tatkala seseorang berdzikir dengan menyebut Nama-Nama Allah dan sifat-sifatNya yang tinggi sesuai dengan syari’at, maka yang berat dan yang lebih sulit akan menjadi ringan dan mudah.

3. Dzikir kepada Allah menyingkirkan segala ketakutan di dalam hati sehingga mendatangkan perasaan aman bagi hati. Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi orang yang takut kecuali dengan berdzikir kepada Allah, maka akan hilang ketakutan itu.

4. Sesungguhnya dzikir kepada Allah memberikan kekuatan bagi orang yang berdzikir, sehingga seakan-akan dengan dzikir itu dia mampu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang berat tanpa disangka-sangkanya.

Rasulullah pernah mengajari puterinya, Fathimah, dan ‘Ali bin Abi Thalib agar mereka bertasbih sebanyak 33 kali pada saat malam tatkala beranjak tidur, bertahmid sebanyak 33 kali dan bertakbir sebanyak 34 kali, tepatnya ketika Fathimah meminta seorang pembantu untuk membantu pekerjaannya dan mengadukan pekerjaannya yang berat, karena harus menjalankan alat penggiling dan melaksanakan berbagai macam pekerjaanrumah tangga.

Dan Rasulullah bersabda:

“Yang demikian itu lebih baik bagi kalian berdua daripada seorang hamba/pelayan.”1

5. Dzikir adalah pangkal syukur. Orang yang tidak berdzikir adalah orang yang tidak bersyukur kepada Allah. Dzikir dan syukur adalah panduan kebahagiaan dan kejayaan. Allah menghimpun antara dzikir dan syukur dalam firman-Nya:

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 152)

6. Termasuk dzikir kepada Allah; melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan melaksanakan hukum-hukum-Nya.2

Wallaahu a’lam.
Disadur dari buku “Dzikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih” oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas.

Catatan Kaki:
1. HR. Al-Bukhari no. 3705/ Fat-hul Baari VII/71, Muslim no. 2727/ Syarh Muslim XVII/45.
2. Diringkas dengan sedikit perubahan dari kitab Shahiih al-Waabilish Shayyib minal Kalimith Thayyib, hal. 82-155. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, tahqiq Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, cet. III Daar Ibnil Jauzi 1416 H.

———-
Sumber: JILBAB.OR.ID – www.jilbab.or.id – Senin,11 November 2013/7 Muharram 1435H

Print Friendly