Adab Sesudah Makan

 

 

1. Menghentikan makan dan minum sebelum sampai kenyang, hal ini semata-mata meneladani Rasulullah, menghindarkan diri dari kekenyangan yang menyebabkan sakit perut yang aku dan kerakusan dalam hal makan yang dapat menghilangkan kecerdasan.

2. Hendaknya menjilati tangannya kemudian mengusapnya atau menjilati tangannya kemudian mengusapnya atau mencuci tangannya. Dan mencuci tangan itu lebih utama dan lebih baik.

3. Memungut makanan yang jatuh ketika saat makan, sebagian bagian dari kesungguhannya dalam menerapkan adab makan dan hal itu termasuk cerminan rasa syukurnya atas limpahan nikmat yang ada.

4. Membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di sela-sela giginya, dan berkumur untuk membersihkan mulutnya, karena dengan mulutnya itulah ia berdzikir kepada Allah dan berbicara dengan teman-temannya.

5. Hendaknya memuji Allah setelah selesai makan dan minum. Dan apabila meminum susu maka ucapkanlah do’a setelah meminumnya, yaitu:

“Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau rizkikan kepada kami dan tambahkanlah (rizki) kepada kami darinya.”1

Jika berbuka puasa di rumah seseorang, hendaklah ia berdo’a

“Telah berbbuka di rumahmu orang-orang yang berpuasa, telah makan makananmu orang-orang baik dan semoga para Malaikat bershalawat (berdo’a) untukmu.”

 

artikel ini disalin dari buku Adab Harian Muslim Teladan oleh Syaikh Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani.

Catatan Kaki:

1 Hasan: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 3730) at-Tirmidzi (no. 3451) dan an-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (no. 286-287). Dihasankan oleh Syaikh Nashiruddin al-Albani dalam Shahiih Jami’ush Shaghiir (no. 381) Lafazh ini terdapat dalam kitab Ihyaa’ ‘Uluumiddiin (II/6).

2 Shahih: Diriwayatlan oleh Abu Dawud (no.3854) dan Ibnu Majah (np. 1747). Dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahiih Abi Dawud (II/703)

———-
Sumber: JILBAB.OR.ID – www.jilbab.or.id – Kamis,12 Juni 2014/13 Sya’ban 1435H

Print Friendly