Pengaruh Ilmu Syar’i dalam Kehidupan Seorang Ibu (I)

Ilmu syar’i atau ilmu agama merupakan ilmu yang wajib dipelajari  oleh setiap muslim dan muslimah.Agar nantinya selamat dunia dan akhirat. Tetapi ironisnya sekarang mempelajari ilmu syar’i hanyalah menjadi kebutuhan sekunder saja yaitu sebagai hiburan manakala hati sedang gundah dan gulana.Ukhti,..bisa tanya pada salah seorang ibu dimana dia menyekolahkan anaknya,..maka dengan bangga ibu ini akan menjawab bahwa ia menyekolahkan anaknya di sekolah favorit anu…untuk urusan agama nanti belakangan saja,..yang penting dapat gelar dulu baru setelah itu ditambah dengan ilmu agama seakan-akan ilmu syar’i itu hanyalah pelengkap saja….sangat menyedihkan sekali…setiap ibu berlomba-lomba menyekolahkan anaknya disekolah ternama walaupun biayanya melangit mereka tak perduli ..karena gelar dan pangkat adalah nomor satu maka jadilah menuntut  ilmu syar’i sesuatu
hal yang diremehkan,..padahal ilmu syar’i itulah yang nantinya akan
menyelamatkannya dari api neraka…

Sungguh ukhti muslimah ilmu syar’i itu sangat penting sekali untuk dipelajari..karena ialah cahaya dalam kegelapan nantinya.Bila ukhti sudah menikah maka ilmu inilah yang akan membantu ukhti untuk memecahkan segala problema dalam rumah tangga ukhti..terutama bila telah dikaruniai seorang anak maka ilmu syar’i ibarat air minum yang sangat kita butuhkan ketika kita merasa dahaga.Dalam tulisan kali ini saya akan memaparkan pengaruh ilmu syar’i dalam kehidupan seorang ibu yang saya kutip dari buku kecil yang berjudul “Pesan Untuk Muslimah Bagi Penuntut Ilmu Syar’i”:

Ibu,..wahai aziizati adalah sekolah (tempat pendidikan) yang pertama dan paling utama.Dalam sebuah syair dikatakan:

Ibu adalah sekolahan,jika kalian mempersiapkannya,

Kalian telah mempersiapkan generasi yang harum keringatnya

Ibu juga pendidik dan sebagai teladan yang kepadanyalah mata anak kecil pertama kali terbuka.Kalian lihat, ibulah yang pertama kali bermain, menimang, bercanda dan berbicara semenjak hari-hari pertama, itu semua dalam usaha mendidiknya.

Anak kecil pada masa ini sangat memiliki ketergantungan, keteladanan dan sifat meniru yang luar biasa kepada ibunya.Anak kecil dimasa besarnya tidak akan memiliki sifat kecuali sebagaimana apa yang telah ia dapatkan pada masa ini. Dalam sebait syair :

“Generasi muda kita akan terbentuk sesuai dengan apa yang dipersembahkan oleh kedua orangtuanya”

Kita sering mendapati keluhan para ibu mengenai kesulitan mereka dalam mengarahkan anak-anak mereka kearah kebaikan pada usia-usia agak besar.Maaf, jika kami mengatakan kepada mereka,”kamu yang salah wahai ukhti, karena dahan yang bengkok itu tidak bisa kita luruskan kecuali ketika masih hijau dan basah.Adapun jika sudah keras sesungguhnya meluruskannya akan mengakibatkan kepatahan”.

Seorang anak, jika tidak terbiasa dengan ibadah dan kebiasaan yang baik semenjak kecilnya, sangat sulit untuk melaksanakannya jika sudah besar.

Dalam sebuah syair:

Adab akan bermanfaat bagi anak-anak dimasa kecil,

Dan tidak bermanfaat bagi mereka setelah itu.

Disinilah mulai muncul permasalahan ibu untuk membiasakan anaknya dengan hal-hal yang dia kehendaki, karena sudah muncul keengganan mereka.Jika kalian ingin menghindari kesulitan pada masa-masa ini wahai ukhti, mari kita bahas pengaruh ilmu syar’i dalam pendidikan ibu kepada anak-anaknya yang insya Allah dengan izin-Nya akan menghindarkan kalian dari kesulitan-kesulitan itu.Para shahabiyat radhiyallahu anhunna mereka memiliki gairah yang besar untuk menuntut ilmu, dibalik itu mereka memahami bagaimana mendidik anak-anak mereka diatas pondasi ilmu syar’i.

Inilah seorang shahabiyah mulia, Ummu salim binti Mulhan Radhiyallahu anha mengerti bagaimana memilihkan sekolah yang tepat untuk anaknya yang masih kecil,Anas bin Malik yang berusia 10 tahun, dalam riwayat lain lebih kecil dari itu. Maka ketika Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berhijrah keMadinah dia dibawa anaknya dengan tangannya sendiri dan dibawanya ke sekolah rabbaniyyah pertama yang ada didunia.Dan, hanya disanalah ada ilmu syar’i, pendidikan yang hakiki.Maka Anas bin Malik yang berusia 10 tahun itu berkhidmat kepada Rasulullah dan belajar darinya hingga dia memiliki kedudukan yang agung diantara sahabat yang lain.  (Asadul Ghabah fi’ma’rifatis shahabah, biografi Anas bin Masli, jilid 1)

Sungguh sangat bertolak belakang wahai ukhti muslimah antara ibu-ibu pada masa itu dengan ibu-ibu pada masa sekarang.Dimana sebagian ibu-ibu pada zaman ini mempunyai keinginan yang keras untuk memasukkan anak-anaknya disekolah-sekolah tertentu yang tidak lain untuk suatu kebanggan dan kesombongan dengan sekolah-sekolah tertentu itu(sekolah favorit).Atau menghendaki anaknya belajar di sekolah yang didalamnya diajari musik, tarian atau bahasa asing yang menjadi kebanggaan mereka yang semuanya akan mendatangkan kehancuran dan penyimpangan kecuali yang mendapatkan rahmat Rabbku.

Apakah ibu semacam ini mampu menanggung beban tanggung jawab yang dia pasti akan dimintai pertanggungjawabannya??.Rasulullah shalallahu alaihiwassalam bersabda:

“Dan wanita adalah pemimpin dalam rumah suaminya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya” (HR.Bukhari dan Muslim)

Wahai ibu yang mulia,..

Sungguh diantara pengaruh ilmu syar’i terpenting adalah dengan tidak membiasakan anak-anak untuk menonton televisi.Karena dia merupakan sarana perusak, bukan sarana pembangun.Sesungguhnya anak-anak hanya akan mengambil hal-hal yang negatif dari sana.

(bersambung)

dikutip dari:

Pesan Untuk Muslimah Bagi Penuntut Ilmu Syar’i,Ummu Hasan,Pustaka Amanah,Solo, (dengan beberapa perubahan).

   

 

———-
Sumber: JILBAB.OR.ID – www.jilbab.or.id – Sabtu,12 Juli 2003/12 Jumadil Awal 1424H

Print Friendly