Pahala Meninggalnya Dua Anak

Pahala Meninggalnya Dua Anak

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada para wanita Anshar:
لَا يَمُوتُ لِإِحْدَاكُنَّ ثَلَاثَةٌ مِنْ الْوَلَدِ فَتَحْتَسِبَهُ إِلَّا دَخَلَتْ الْجَنَّةَ فَقَالَتْ امْرَأَةٌ مِنْهُنَّ أَوْ اثْنَيْنِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَوْ اثْنَيْنِ
“Tidaklah salah seorang dari kalian ditinggal mati oleh tiga orang anaknya, lalu ia sabar dan mengharap pahala dari Allah, kecuali pasti ia akan masuk surga.” Lalu berkatalah seorang wanita dari mereka, “Bagimana jika dua orang saja?” Rasulullah bersabda, “Meskipun dua orang.” (HR. Al-Bukhari no. 1249 dan Muslim no. 4767)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
لَا يَمُوتُ لِأَحَدٍ مِنْ الْمُسْلِمِينَ ثَلَاثَةٌ مِنْ الْوَلَدِ فَتَمَسَّهُ النَّارُ إِلَّا تَحِلَّةَ الْقَسَمِ
“Tidaklah tiga anak milik salah seorang dari kaum muslimin meninggal dunia, lalu ia (orang tuanya) tersentuh api neraka, kecuali sebatas menjalankan sumpah (Allah).” (HR. Al-Bukhari no. 1173 dan Muslim no. 4766)
Imam Al-Bukhari berkata, “Maksudnya melakukan sumpah Allah yang tersebut dalam firman-Nya:
وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا
“Tidakada seorangpun dari kalian melainkan pasti akan melewatinya (neraka).” (QS. Maryam: 71) “.
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:
مَا مِنْ النَّاسِ مُسْلِمٌ يَمُوتُ لَهُ ثَلَاثَةٌ مِنْ الْوَلَدِ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ إِلَّا أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ إِيَّاهُمْ
“Tidak seorang muslimpun yang ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya yang belum baligh kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam surga karena keutamaan rahmat-Nya kepada mereka”. (HR. Al-Bukhari no. 1381)

Penjelasan ringkas:
Anak-anak adalah buah hati dari orang tuanya dan mereka merupakan penghias kehidupan dunia ini. Dan kehilangan mereka merupakan suatu musibah yang sangat besar bagi kedua orang tuanya. Karenanya siapa saja yang bersabar dan mengharap pahala dari musibah kematian anaknya maka Allah Ta’ala akan menganugerahinya pahala dan keutamaan yang besar sebagai rahmat dan karunia dari-Nya, yaitu bahwa dia akan masuk surga dan tidak akan tersentuh oleh api neraka.

Share and Enjoy:


———-
Sumber: Al-Atsariyah – www.al-atsariyyah.com – Sabtu, 9 Oktober 2010/1 Dzulkaidah 1431H

Print Friendly