Rahasia Kehidupan Bahagia

Rahasia Kehidupan Bahagia

Allah Ta’ala berfirman:
أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ketahuilah, hanya dengan berzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا
“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku maka sesungguhnya bagi dia kehidupan yang sempit.” (QS. Thaha: 124)
Allah Ta’ala berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً
“Siapa saja lelaki atau wanita yang mengamalkan amalan saleh sementara dia beriman, maka Kami akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl: 97)
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ
“Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Allah akan berikan hidayah kepada hatinya.” (QS. Ath-Thaghabun: 64)
Dari Shuhaib bin Sinan radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh mengagumkan urusan orang mukmin, sungguh semua urusannya baik baginya, yang demikian itu tidaklah dimiliki seorang pun kecuali hanya orang yang beriman. Jika mendapat kebaikan (kemudian) ia bersyukur, maka itu merupakan kebaikan baginya, dan jika keburukan menimpanya (kemudian) ia bersabar, maka itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim no. 2999)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:
يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ ثَلَاثَ عُقَدٍ إِذَا نَامَ بِكُلِّ عُقْدَةٍ يَضْرِبُ عَلَيْكَ لَيْلًا طَوِيلًا فَإِذَا اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ وَإِذَا تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عَنْهُ عُقْدَتَانِ فَإِذَا صَلَّى انْحَلَّتْ الْعُقَدُ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ
“Setan mengikat tengkuk salah seorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga ikatan. Pada setiap ikatan dia membisikkan padamu: “Malam ini masih panjang (maka tidurlah).” Jika dia bangun lalu berzikir kepada Allah, maka lepaslah satu ikatan. Jika dia berwudhu maka lepaslah dua ikatan. Dan jika dia melanjutkan dengan shalat, maka lepaslah seluruh ikatan itu. Sehingga pada pagi harinya dia mulai dengan penuh semangat dan jiwanya pun sehat. Namun jika tidak, maka dia akan memasuki waktu pagi dengan jiwa yang keji dan penuh kemalasan.” (HR. Al-Bukhari no. 3269 dan Muslim no. 1295)

Penjelasan ringkas:
Tidak seorangpun dari manusia baik dia mukmin maupun kafir kecuali menghendaki kehidupan yang bahagia. Karenanya mereka semua berusaha untuk mencapai target mereka tersebut, terlepas dari benar salahnya persepsi mereka dalam mendefinisikan kehidupan yang bahagia. Masih banyak di antara manusia yang mengidentikkan kebahagiaan hidup dengan kebahagiaan hidup di dunia, berupa harta yang melimpah, anak yang banyak, istri yang cantik, pekerjaan yang berpenghasilan besar, dan status sosial yang tinggi. Mereka tidak menyadari bahwa hakikat dari kebahagiaan hidup adalah kebahagiaan hidup setelah kematian, karena kehidupan setelah kematian itulah yang kekal abadi. Dan tatkala dia berhubungan dengan kehidupan setelah kematian, maka sudah barang tentu jika Islam telah menuntunkan dan mengajarkan segala sesuatu yang berkenaan dengannya, yaitu yang berkenaan dengan cara menggapai kehidupan yang bahagia.

Dari dalil-dalil di atas kita bisa menyimpulkan ada beberapa cara utama untuk meraih kehidupan bahagia:
1.    Beriman kepada Allah, karena dia bisa memberikan hidayah kepada hati.

2.    Beramal saleh, karena dia bisa mendatangkan kehidupan yang baik.

3.   Membaca Al-Qur`an, karena dia merupakan peringatan dari Allah kepada umat manusia.

4.    Berzikir kepada Allah, karena hal itu bisa menyebabkan hati menjadi tenang dan melindungi orang yang melakukannya dari kehidupan yang sempit di dunia dan di alam kubur.

5.    Bangun dengan membaca zikir bangun tidur lalu berwudhu lalu mengerjakan shalat subuh. Karena hal ini bisa membuat tubuh penuh semangat dan tidak akan bermalas-malasan.

6.    Apa yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah di awal risalah Al-Qawaid Al-Arba’, “Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang: Jika dia diberi nikmat maka dia bersabar, jika dia ditimpa musibah maka dia bersabar, dan jika dia berdosa maka dia segera beristighfar, karena ketiga amalan ini merupakan tanda kebahagiaan hidup.”
Dan beliau telah berkata jujur rahimahullah. Karena tidak ada sedetikpun dari kehidupan kita kecuali kita berada dalam salah satu dari tiga keadaan yang beliau sebutkan: Jika sedang tidak mendapatkan nikmat maka sedang mendapatkan musibah, dan jika sedang tidak mendapatkan keduanya maka pasti dia tengah berbuat dosa. Karenanya, siapa saja yang sanggup bermuamalah dengan Allah dengan muamalah yang baik pada ketiga keadaan tersebut, maka bisa dipastikan seluruh kehidupannya akan dia lalui dengan kebaikan dan kebahagiaan. Muamalah yang baik kepada Allah saat mendapat nikmat adalah dengan bersyukur, ketika tertimpa musibah dengan bersabar, dan ketika berdosa dengan segera beristighfar.

Selengkapnya mengenai rahasia kehidupan yang bahagia telah dijelaskan oleh Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah dalam risalahnya Al-Wasa`il Al-Mufidah li Al-Hayah As-Sa’idah. Bagi yang mau membaca terjemahannya, silakan download file di bawah.

———-
Sumber: Al-Atsariyah – www.al-atsariyyah.com – Kamis,10 Juni 2010/27 Jumadil Akhir 1431H

Print Friendly