Imam Harus Ma’shum

Imam Harus Ma’shum

 

Di antara kesesatan mereka (Rafidhah) adalah: Mereka mensyaratkan seorang imam haruslah orang yang ma’shum (terjaga dari dosa). Mereka juga menyatakan bahwa Allah wajib tidak membiarkan satu pun zaman kosong dari seorang imam yang ma’shum. Lalu mereka membatasi imam yang ma’shum itu hanya pada 12 orang imam mereka.

Batilnya aqidah ini, kontradiktifnya, dan bagaimana aqidah ini mengandung adab yang buruk kepada Allah sangat jelas sehingga tidak perlu disebutkan. Dengan pendapat mereka ini, mereka telah membatalkan pensyariatan shalat berjamaah (bersama imam), yang mana shalat berjamaah ini termasuk dari syiar-syiar Islam yang tertinggi. Mereka tidak mempunyai bagian dari syiar ini, sehingga mereka mengharamkan kemuliaan yang tinggi ini dari diri mereka sendiri.

 

[Risalah fi Ar-Radd ‘ala Ar-Rafidhah hal. 87]


Demikian tertulis pada kitab aslinya, dan yang benarnya: Membatasi imam-imam.

Lihat dalam Al-Kafi beserta syarahnya (12/371) karya Al-Mazindalani, Al-Bihar (25/113) karya Al-Majlisi, dan Al-Ghibah hal. 56-57 karya An-Nu’mani. Dinukil dari Mas`alah At-Taqrib baina Ahli As-Sunnah wa Asy-Syi’ah (1/310) karya Al-Ghifari

Maksudnya shalat berjamaah

Share and Enjoy:


———-
Sumber: Al-Atsariyah – www.al-atsariyyah.com – Senin,16 Juli 2012/26 Sya’ban 1433H

Print Friendly