Belajar Agama Cukup Lewat Situs?

Disalin dari Surat Pembaca Majalah Asy-Syariah

Saya sangat tertarik dengan situs “Asy-Syariah”. Terus terang selama ini saya tidak tahu madzhab apa yang saya anut. Tetapi dengan adanys situs ini, hati saya menjadi terbuka. Cukupkah saya mempelajari atau menjadi anggota hanya dengan mempelajarinya lewat situs ini?

Sjachrul HP
mahendra_…@yahoo.com

Alhamdulillâh, bârakallâhu fîkum. Dakwah yang dikembangkan majalah ini adalah dakwah As-Sunnah yakni madzhab Rasûlullâh صلى الله عليه وسلم. Madzhab sendiri muncul di masa-masa belakarang (muta’akhirîn). Sehingga para imâm madzhab seperti Al-Imâm Mâlik, Al-Imâm Asy-Syâfi’î, Al-Imâm Ahmad, maupun Abû Hanîfah rahimahumullâh tidak mengenal model madzhab sebagaimana yang dipahami umat saat ini. Mereka dalam banyak riwayat bahkan meminta murid-muridnya untuk tidak mengambil pendapat mereka jika pendapat tersebut bertentangan dengan Al Qur’ân dan As Sunnah.

Mempelajari ilmu agama tentu saja jauh lebih baik jika kita dapat menghadiri majelis taklim (tentunya yang mendakwahkan Al Qur’ân dan As Sunnah menurut pemahaman salaful ummah) secara langsung. Sebagaimana ulamâ-ulamâ terdahulu yang menempuh perjalanan jauh dalam waktu berbulan-bulan hanya untuk mendapatkan satu hadits. Dengan adanya bimbingan seorang guru atau ustâdz, kita akan lebih terbimbing dan lebih mudah dalam memahami ilmu-ilmu agama.

Mempelajari ilmu agama, sedikit tetapi rutin memang lebih baik daripada jarang mengikuti taklim. Namun akan lebih baik lagi jika kita mampu meningkatkan frekuensi kehadiran kita di majelis taklim semaksimal kita.

Disalin dari: Majalah Asy Syariah No. 10/I/1425H/2004, halaman 4, Sajian Surat Pembaca, untuk

———-
Sumber: Akhwat – akhwat.web.id – Minggu,27 Januari 2008/18 Muharram 1429H

Print Friendly