Aqîdah Seorang Muslim – Tanya Jawab

Penulis: Syaikh Muhammad Jamîl Zainu

Soal 1: Untuk apa Alloh menciptakan kita?
Jawaban: Dia menciptakan kita agar beribadah kepadaNya serta tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun.

Dalil dari AlQur’an:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالأِنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ (الذريات:56)

Dan tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaKu.

Dalil dari sunnah:

)حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئاً ( متفق عليه

Hak Alloh atas hambaNya bahwa mereka menyembahNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun

Soal 2: Bagaimana kita menyembah Alloh ta’ala?
Jawaban: Sebagaimana Alloh dan RosulNya perintahkan.

Dalil dari AlQur’an:

 َمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ(البينة: من الآية5)

Dan tidaklah mereka diperintah kecuali agar beribadah kepada Alloh dengan hanya mengikhlaskan diin untukNya.

Dalil dari sunnah:

[ من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو ردّ ] رواه مسلم

Barang siapa melakukan suatu amal yang tidak ada dalam perkara kami maka amalan itu tertolak.

Soal 3: Apakah kita menyembah kepada Alloh dengan perasaan takut dan harapan?
Jawaban: Ya! Kita menyembahnya Alloh dengan rasa takut dan harapan

Dalil dari AlQur’an:

وَادْعُوهُ خَوْفاً وَطَمَعاً(الأعراف: من الآية56)

Dan serulah Dia oleh kalian dalam kondisi takut[dari neraka] dan harap [kepada sorga]

Dalil dari sunnah:

[أسأل الله الجنة وأعوذ به من النار] صحيح رواه أبو داود

Saya mohon Alloh sorga dan berlindung denganNya dari neraka.

Soal 4: Apa yang dimaksudkan Ihsan dalam ibadah?
Jawaban: merasa diawasi oleh Alloh saja, yang Dia selalu melihat kita.

Dalil dari AlQur’an:

إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً(النساء: من الآية1)

Sesungguhnya Alloh atas kalian selalu mengawasi.

الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ (الشعراء:218)

Yang melihatmu ketika engkau berdiri[untuk sholat]

Dalil dari sunnah:

[ الإحسان أن تعبدوا الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك] رواه مسلم.

Ihsan adalah engkau menyembah Alloh seakan-akan engkau melihatNya, dan jika engkau tidak melihatNya sesungguhnya Dia melihatmu.

Soal 5: Untuk apa Alloh mengutus para rasul?
Jawaban:Untuk mengajak beribadah kepadaNya dan menghilangkan penyekutuan dariNya.

Dalil dari AlQur’an:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوت (النحل: من الآية36)

Dan sungguh Kami telah mengutus pada setiap umat seorang rasul hendaklah kalian menyembah Alloh dan menjauhi thoghut.

Dalil dari sunnah:

[والأنبياء إخوة ودينهم واحد] متفق عليه

Para nabi itu bersaudara dan agama mereka satu. ya’ni semua rasul mengajak kepada tauhid.

Soal 6: Apa yang dimaksud dengan tauhid Ilah?
Jawaban: MengesakanNya dengan Ibadah, do’a, nadzar dan hukum.

Dalil dari AlQur’an:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّه(محمد: من الآية19)

Ketauhilah bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah dengan haq kecuali Alloh.

Dalil dari sunnah:

[فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله] متفق عليه

Hendaklah yang pertama kali yang engkau menyeru mereka kepadanya persaksian bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Alloh.

Soal 7: Apa makna ungkapan: laa ilaaha illalloh.
Jawaban: Tidak ada yang disembah dengan haq kecuali Alloh.

Dalil dari AlQur’an:

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِل(الحج: من الآية62)

Demikian itu karena Alloh adalah Dialah yang haq dan apa yang mereka seru selainnya adalah yang batil.

Dalil dari sunnah:

[من قال لا إله إلا الله وكفر بما يعبد من دون الله حرم ماله ودمه] رواه مسلم .

Barang siapa yang berkata: tidak ada Ilah yang haq disembah kecuali Alloh, haramlah hartanya [untuk diambil] dan darahnya [untuk ditumpahkan] HR Muslim]

Soal 8: Apa ma’na tauhid dalam masalah sifat Alloh?
Jawaban: Mengukuhkan apa yang disifatkan Alloh dan RasulNya untuk diriNya.

Dalil dari AlQur’an:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ(الشورى: من الآية11)

Tidak ada yang seperti Dia sesuatupun, dan Dia Maha Mendengar dan Melihat.

Dalil dari sunnah:

[ينـزل ربنا تبارك وتعالى في كل ليلة إلى السماء الدنيا] متفق عليه

Robb kita Yang Maha Agung dan Tinggi setiap malam turun ke langit dunia [mutafaqun ‘alaihi] turun sesuai dengan keagunganNya dan kesucianNya

Soal 9: Apa faedah tauhid bagi seorang muslim.
Jawaban: Petunjuk di dunia dan keamanan di akherat.

Dalil dari AlQur’an:

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ(الأنعام:82)

Orangorang yang beriman dan tidak mencampur keimanan mereka dengan kedholiman[kesyirikan] mereka mendapatkan keamanan dan merekalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.

Dalil dari sunnah:

[حق العباد على الله أن لا يعذب من لا يشرك به شيئاً] متفق عليه

Hak hamba terhadap Alloh bahwa Dia tidak menyiksa orang yang tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun

Soal 10: dimana Alloh?
Jawaban: Alloh di atas langit diatas Arsy.

Dalil dari AlQur’an:

الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى(طـه:5)

ArRohman [Alloh Yang Maha Pengasih] bersemayam di atas Arsy.

Dalil dari sunnah:

[إن الله كتب كتاباً إن رحمتي سبقت غضبي فهو مكتوب عنده فوق العرش] روها البخاري

Sesungguhnya Alloh telah menulis buku: yang tertulis di dalamnya] sesungguhnya RahmatKu mengalahkan kemurkaanKu kitab itu tertulis di sisiNya di atas Arsy.

Soal 11: Apakah Alloh bersama kita dengan ilmuNya atau dengan DzatNya?
Jawaban: Allah bersama kita dengan ilmuNya mendengar dan melihat.

Dalil dari AlQur’an:

قَالَ لا تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى(طـه:46)

Alloh berfirman: jangan kalian berdua takut sungguh Aku bersama kalian berdua mendengar dan melihat.

Dalil dari sunnah:

إنكم تدعون سميعاً قريباً وهو معكم [رواه مسلم]

Sesungguhnya kalian menyeru Dzat Yang Maha Mendengar Maha dekat dan Dia bersama kalian. Yaitu dengan IlmuNya melihat dan mendengar kalian

Soal 12: Apa dosa yang paling besar?
Jawaban: Dosa yang paling besar sirik menyekutukan Alloh?

Dalil dari AlQur’an:

يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ(لقمان: من الآية13)

Wahai anakku janganlah engkau menyekutukan Alloh, sesungguhnya syirik itu kedholiman yang besar.

Dalil dari sunnah:

[سئل صلى الله عليه وسلم أي الذنب أعظم قال: أن تدعو لله ندّاً وهو خلقك] رواه مسلم

Nabi saw ditanya tentang dosa apa yang paling besar. Beliau bersabda: engkau menyeru bandingan untuk Alloh sedang Dia telah menciptakan kamu

Soal 13: Apa syirik besar itu?
Jawaban: Yaitu mengarahkan ibadah untuk selain Alloh seperti doa.

Dalil dari AlQur’an:

قُلْ إِنَّمَا أَدْعُو رَبِّي وَلا أُشْرِكُ بِهِ أَحَداً(الجـن:20)

Katakanlah tiada lain saya menyeru [berdoa] kepada Robbku dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun.

Dalil dari sunnah:

[أكبر الكبائر الإشراك بالله] رواه البخاري

Dosa yang paling besar dari dosa-dosa besar adalah menyekutukan Alloh.

Soal 14: Apa bahaya syirik besar?
Jawaban: Syirik besar penyebab kekal di neraka?

Dalil dari Al Qur’an:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ (المائدة: من الآية72)

Sesungguhnya siapa yang menyekutukan Alloh maka sungguh Alloh telah mengharamkan atasnya sorga dan tempat tinggalnya di neraka.

Dalil dari sunnah:

[من مات يشرك بالله شيئاً دخل النار] رواه مسلم

Barang siapa mati dalam keadaan menyekutukan Alloh dengan sesuatu pasti masuk neraka

Soal 15: Apakah amalan bermanfaat jika dibarengi kesyirikan
Jawaban: Amal tidak bermanfaat yang dibarengi dengan syirik.

Dalil dari AlQur’an:

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ(الأنعام: من الآية88)

Kalau mereka menyekutukan sungguh gugurlah apa yang mereka amalkan.

Dalil dari sunnah:

[من عمل عملاً أشرك فيه معي غيري تركته وشركه]رواه مسلم

Barang sipa yang beramal suatu amalan ia menyekutukan didalamnya selain Aku, Aku tinggalkan dia dan sekutunya

Soal 16: Apakah kesyirikan itu ada di kalangan kaum muslimin.
Jawaban: Ya! banyak dan amat di sayangkan.

Dalil dari AlQur’an:

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلا وَهُمْ مُشْرِكُونَ (يوسف:106)

Dan tidaklah beriman kepada Alloh kebanyakan mereka kecuali mereka berbuat syirik.

Dalil dari sunnah:

[لا تقوم الساعة حتى تلحق قبائل من أمتي بالمشركين وحتى تعبد الأوثان] صحيح رواه الترمذي

Tidaklah terjadi kiamat sehingga beberapa kabilah dari umatku bergabung dengan musyrikin dan sehingga berhala disembah.

Soal 17: Apa hukum berdoa kepada selain Alloh seperti para wali?
Jawaban: Berdoa kepada mereka suatu kesyirikan memasukkan ke neraka.

Dalil dari AlQur’an:

فَلا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ فَتَكُونَ مِنَ الْمُعَذَّبِينَ(الشعراء:213)

Maka jangan engkau seru bersama Alloh Ilah yang lain maka engkau termasuk orang yang disiksa.

Dalil dari sunnah:

[من مات وهو يدعو من دون الله ندّاً دخل النار] رواه البخاري

Barang siapa mati dan dia menyeru selain Alloh sebagai bandingan pastilah ia masuk neraka.

Soal 18: Apakah doa itu ibadah kepada Alloh?
Jawaban: Ya doa adalah ibadah kepada Alloh ta’aala.

Dalil dari AlQur’an:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ (غافر: من الآية60)

Robbmu berfirman: berdoalah kepadaKu pasti aku kabulkan buat kalian

Dalil dari sunnah:

[الدعاء هو العبادة] رواه الترمذي وقال حديث صحيح

Doa itu ibadah.

Soal 19: Apakah orang mati mendengar doa?
Jawaban: Orang-orang mati tidak mendengar doa.

Dalil dari AlQur’an :

إِنَّكَ لا تُسْمِعُ الْمَوْتَى (النمل: من الآية80)

Sesungguhnya engkau tidak memperdengarkan orang mati.

وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ(فاطر: من الآية22)

Dan tidak engkau memperdengarkan orang yang ada dalam kuburan.

Dalil dari sunnah:

إن لله ملائكة سياحين في الأرض يبلغون عن أمتي السلام صحيح رواه أحمد

Sesungguhnya Alloh memiliki Malaikat-Malaikat yang terbang ke berbagai tempat di bumi menyampaikan kepadaku salam dari umatku.

Soal 20: Apakah kita minta bantuan kepada orang mati?
Jawaban: Kita tidak minta bantuan kepada mereka, bahkan kita istighotsah dengan Alloh.

Dalil dari AlQur’an:

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ (لأنفال: من الآية9)

Ingatlah ketika kalian istigotsah kepada Robb kalian maka Dia mengabulkan kalian.

Dalil dari sunnah:

[كان إذا أصابه هم أو غم قال : يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث]حسن

Adalah Nabi jika terkena kesusahan dan kesedihan beliau berdoa: wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat Yang Mengurusi MakhluqNya dengan rahmatMu aku beristighotsah.

Soal 21: Apakah boleh minta pertolongan kepada selain Allah
Jawaban: Tidak boleh minta pertolongan kecuali kepada Allah.

Dalil dari AlQur’an:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ(الفاتحة:5)

Hanya kepadaMu lah kami menyembah.

Dalil dari sunnah:

[إذا سألت فاسأل الله وإذا استعنت فاستعن بالله] رواه الترمذي وقال حديث حسن.

Soal 22: Apakah kita minta bantuan kepada yang hidup dan hadir?
Jawaban: Ya apa yang mereka mampu melakukan.

Dalil dari AlQur’an:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الْأِثْمِ وَالْعُدْوَانِ (المائدة: من الآية2)

Tolong menolonglah dalam masalah kebajikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam masalah dosa dan permusuhan.

Dalil dari sunnah:

إذا سألت فاسأل الله رواه الترمذي

Kalau engkau minta mintalah kepada Allah dan jika engkau minta pertolongan mintalah kepada Allah.

Dalil dari sunnah:

[والله في عون العبد ما دام العبد في عون أخيه]

Allah berada dalam membantu seorang hamba, selama hamba tadi dalam membantu saudaranya.

Soal 23: Apakah boleh nadzar untuk selain Allah?
Jawaban: Tidak boleh nadzar kecuali untuk Allah.

Dalil dari AlQur’an:

 رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّراً فَتَقَبَّلْ مِنِّي(آل عمران: من الآية35)

Wahai Robbku sungguh aku bernadzar untukMu apa yang ada dalam perutku sebagai orang yang bebas [untuk berkhidmah di Masjid Al-Aqsho] maka terimalah dariku

Dalil dari sunnah:

[من نذر أن يطيع الله فليطعه ومن نذر أن يعصيه الله فلا يعصه]رواه البخاري.

Siapa yang bernadzar untuk taat kepada Allah hendaklah ia mentaatinya [melaksanakan nadzarnya] barang siapa bernadzar untuk maksiat, janganlah ia mendurhakaiNya [dengan tidak melaksanakan nadzarnya]

Soal 24: Apakah boleh menyembelih untuk selain Allah?
Jawaban: Tidak boleh, karena hal itu termasuk syirik besar.

Dalil dari AlQur’an:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ(الكوثر:2)

Maka sholatlah untuk Robbmu dan sembelihlah [untukNya saja].

Dalil dari sunnah:

[لعن الله من ذبح لغير الله] رواه مسلم

Semoga Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah.

Soal 25: Apakah boleh thowaf di kuburan?
Jawaban: Tidak boleh thowaf kecuali di Ka’bah.

Dalil dari AlQur’an:

 وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ(الحج: من الآية29)

Dan thowaflah kalian di Rumah Atiq [Ka’bah].

Dalil dari sunnah:

[من طاف بالبيت سبعا وصلى ركعتين كان كعتق رقبة ] صحيح رواه ابن ماجه.

Barang siapa yang thowaf di Baitulloh tujuh kali dan sholat dua roka’at, adalah seperti memerdekakan budak.

Soal 26: Apakah boleh sholat sementara kuburan ada di depan anda?
Jawaban: Tidak boleh sholat kearah kuburan.

Dalil dari AlQur’an:

 فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ(البقرة: من الآية144)

Maka arahkan wajahmu ke Al-Masjidil Harom yaitu menghadaplah ke Ka’bah.

Dalil dari sunnah:

[لا تجلسوا على القبر ولا تصلّوا إليها]رواه مسلم.

Janganlah kalian duduk diatas kuburan dan janganlah sholat kepadanya.

Soal 27: Apa hukum melakukan sihir?
Jawaban: Hukumnya melakukan sihir adalah kafir.

Dalil dari AlQur’an:

 وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْر(البقرة: من الآية102)

Akan tetapi setan setan itu kafir, mereka mengajari manusia sihir.

Dalil dari sunnah:

[ اجتنبوا الموبقات : الشرك بالله، والسحر ……رواه مسلم

Jauhilah oleh kalian tujuh dosa yang membinasakan: syirik, sihir…..

Soal 28: Apakah kita boleh mempercayai dukun dan peramal ?
Jawaban:Kita tidak boleh mempercayai keduanya dalam memberitakan masalah ghoib.

Dalil dari AlQur’an:

قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ (النمل:65)

Katakanlah tidak ada yang di langit maupun di bumi yang mengetaui tentang ghoib kecuali Allah dan mereka tidak sadar kapan dibangkitkan.

Dalil dari sunnah:

[من أتى عرافاً أو كاهناً فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد] صحيح رواه أحمد.

Barang siapa yang mendatangi para normal atau dukun kemudian membenarkan apa yang dikatakan sungguh ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad.

Soal 29: Apakah ada yang mengetahui yang ghoib?
Jawaban: Tidak ada satupun yang mengetahui yang ghoib kecuali Allah.

Dalil dari AlQur’an:

[وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ )(الأنعام: من الآية59)

Dan di sisiNya kunci-kunci ghoib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia.

Dalil dari sunnah:

[لا يعلم الغيب إلا الله] حسن رواه الطبراني

Tidak ada yang mengetahui yang ghoib kecuali Dia [Hadits hasan Riwayat Tobarony]

Soal 30:Dengan hukum apa kaum muslimin wajib menghukumi?
Jawaban: Mereka wajib menghukumi dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ(المائدة: من الآية44)

Dan siapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan, mereka adalah orang-orang kafir.

Dalil dari sunnah:

[الله هو الحكم وإليه المصير] حسن رواه أبو داود

Allah adalah penentu hukum, dan kepada-Nya tempat kembali. Hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud.

Soal 31: Apa hukum undang-undang yang bertentangan dengan Islam?
Jawaban: Mengamalkannya hukumnya kafir, jika ia membolehkannya.

Dalil dari AlQur’an:

)وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ)(المائدة: من الآية49)

Dan hukumilah diantara mereka dengan apa yang diturunkan oleh Allah

Dalil dari sunnah:

[ومن لم تحكم أئمتهم بكتاب الله ويتخيروا مما أنزل الله إلا جعل الله بأسهم بينهم شديد ]

Dan siapa yang pemimpin-pemimpin mereka tidak menghukumi dengan kitab Allah dan memilih dari apa yang Allah turunkan kecuali Allah jadikan permusuhan kuat diantara mereka.

Soal 32: Apakah boleh bersumpah dengan selain Allah?
Jawaban: Tidak boleh bersumpah kecuali dengan Nama Allah.

Dalil dari AlQur’an:

 بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُن(التغابن: من الآية7)

Ya pasti dan Demi Pemeliharaku sungguh kalian pasti dibangkitkan.

Dalil dari sunnah:

[من حلف بغير الله فقد أشرك] صحيح رواه أحمد

Barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah sungguh telah musyrik [Hadits shohih riwayat Ahmad]

Soal 33: Apakah boleh menggantungkan kalung pengaman dan jimat?
Jawaban:Tidak boleh menggantungkannya, karena termasuk syirik.

Dalil dari AlQur’an:

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلا كَاشِفَ لَهُ إِلا هُو(الأنعام: من الآية17)

Dan jika menimpamu suatu bahaya, maka tidak ada yang bisa menghilangkan kecuali Dia.

Dalil dari sunnah:

[من علق تميمة فقد أشرك] صحيح رواه أحمد

Barang siapa nmenggantungkan azimat maka ia telah musyrik .

Soal 34: Dengan apa kita bertawassul kepada Allah?
Jawaban: Kita tawassul kepada Allah dengan nama-namaNya, sifat-sifatNya dan amal sholeh.

Dalil dari AlQur’an:

وَلِلَّهِ الأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا (لأعراف: من الآية180)

Milik Allah nama-nama yang baik maka berdoalah dengannya.

Dalil dari sunnah:

[أسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك] صحيح رواه أحمد

Aku mohon kepadaMu dengan segala nama yang dia milikmu, Engkau beri nama dengannya akan DzatMu.

Soal 35: Apakah doa memerlukan perantara makhluq?
Jawaban: Doa tidak memerlukan perantara.

Dalil dari Al-Qur’an:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ(البقرة: من الآية186)

Jika hambaku bertanya kepadamu tentang Aku sesungguhnya Aku dekat, aku mengabulkan doa orang yang berdoa jika berdoa kepadaKu

Dalil dari sunnah:
[إنكم تدعون سميعاً قريباً وهو معكم] رواه مسلم

Sesungguhnya engkau berdoa kepada Dzat Yang Maha Mendengar Dekat, dan Dia bersamamu.

Soal 36: Apa tugas yang diperankan rasul?
Jawaban: Tugas yang diperankan Rasul adalah menyampaikan wahyu.

Dalil dari AlQur’an:

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ (المائدة: من الآية67)

Wahai Rasul sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Robbmu.

Dalil dari sunnah:

[اللهم اشهد] مسلم

Ya Allah saksikanlah. [ini jawaban beliau atas ucapan sahabat yang berkata kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan, menunaikan amanah, dan menasehati]

Soal 37: Dari siapa kita mohon syafa’at nabi ?
Jawaban: Kita mohon syafaat Nabi dari Allah Subhanahu wa ta’ala.

Dalil dari Al-Qur’an:

قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعاً لَه(الزمر: من الآية44)

Katakanlah hanya milik Allah lah seruruh syafa’at

Dalil dari sunnah :

اللهم شفعه في [ أي شفع الرسول صلى الله عليه وسلم في] رواه الترمذي وقال حديث حسن.

Ya Allah jadikanlah dia [Rasul] pemberi syafa’at untukku.

Soal 38: Bagaimana kita mencintai Allah dan Rasulullah?
Jawaban: Cinta dengan bentuk ketaatan dan mengikuti perintah.

Dalil dari AlQur’an:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ (آل عمران: من الآية31)

Katakanlah jika anda mencintai Allah, maka ikutilah aku niscaya Allah mencintai kalian.

Dalil dari sunnah:

[لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من والده وولده والناس أجمعين] البخاري

Tidaklah beriman seorang diantara kalian sehingga aku lebih ia cintai dari pada cintanya kepada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia. HR Bukhori.

Soal 39: Apakah boleh berlebih-lebihan dalam memuji Rasulullah?
Jawaban: Kita tidak berlebih-lebihan dalam memuji Rasul.

Dalil dari AlQur’an:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ ً(الكهف:110)

Katakanlah tiada lain saya hanya seorang manusia seperti kalian, telah diwahyukan kepadaku.

Dalil dari sunnah:

[لا تطروني كما أطرت النصارى ابن مريم فإنما أنا عبد فقولوا عبد الله ورسوله] البخاري

Jangan engkau lebih lebihkan saya sebagaimana Nasoro Melebih lebihkan Isa anak Maryam tiada lain saya seorang hamba, maka katakanlah hamba Allah dan RasulNya

Soal 40: Siapa makhluq pertama kali.
Jawaban: Dari manusia Adam, dari benda pena.

Dalil dari AlQur’an:

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَراً مِنْ طِينٍ(صّ:71)

Ingatlah ketika RobbMu berfirman kepada Malaikat sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.

Dalil dari sunnah:

[إن أول ما خلق الله القلم] رواه أبو داود والترمذي وقال حديث حسن

Pertama kali yang Allah ciptakan adalah pena.

Soal 41: Dari apa diciptakan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam.
Jawaban: Allah menciptakan Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam dari nutfah.

Dalil dari AlQur’an:

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَة(غافر: من الآية67)

Dialah yang menciptakan kalian dari tanah kemudian dari nutfah.

Dalil dari sunnah:

[إن أحدكم يجمع خلقه في بطن أمه أربعين يوماً نطفة] متفق عليه

Sesungguhnya seorang diantara kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya empat puluh hari sebagai nutfah.

Soal 42: Apa hukum jihad dijalan Allah?
Jawaban: Jihad wajib dengan harta, jiwa dan lisan.

Dalil dari AlQur’an:

انْفِرُوا خِفَافاً وَثِقَالاً وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ(التوبة: من الآية41)

Berangkat lah jihad dalam kondisi ringan maupun berat dan berjihad lah dengan harta kalian dan jiwa kalian

Dalil dari sunnah:

[جاهدوا المشركين بأموالكم وأنفسكم وألسنتكم] صحيح رواه أبو داود.

Berjihad lah melawan orang-orang musyrikin dengan harta kalian, jiwa kalian dan lidah kalian

Soal 43: Apa wala’ untuk orang beriman?
Jawaban: Yaitu cinta, menolong orang-orang yang beriman yang bertauhid.

Dalil dari AlQur’an:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْض(التوبة: من الآية71)

Orang beriman laki dan perempuan sebagian mereka sebagai wali sebagian yang lainnya

Dalil dari sunnah:

[المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضاً] رواه مسلم

Orang mukmin bagi mukmin yang lainnya seperti satu bangunan sebagian menguatkan sebagian yang lainnya.

Soal 44: Apakah boleh berloyalitas kepada orang kafir dan menolong mereka?
Jawaban: Tidak boleh berloyalitas kepada orang kafir dan menolong mereka.

Dalil dari Al-Qur’an:

وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُم(المائدة: من الآية51)

Barang siapa mengambil mereka sebagai wali maka sesungguhnya dia termasuk dari golongan mereka .

Dalil dari sunnah:

[إن آل بني فلان ليسوا لي بأولياء] متفق عليه

Sesungguhnya keluarga bani fulan bukan waliku [karena mereka orang kafir]

Soal 45: Siapa wali itu?
Jawaban: Wali adalah orang beriman yang bertaqwa?

Dalil dari AlQur’an:

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُون الذين آمنوا وكانوا يتقونَ(يونس:62)

Ketauhilah sesungguhnya wali-wali Allah tidak ada rasa takut atas mereka juga tidak mereka sedih. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka bertaqwa.

Dalil dari sunnah:

[إن وليي الله وصالح المؤمنين] متفق عليه

Sesungguhnya waliku adalah Allah dan orang beriman yang sholeh

Soal 46: Untuk apa Allah menurunkan Al-Qur’an.
Jawaban: Allah menurunkan Al-Quran untuk diamalkan.

Dalil dari AlQur’an:

اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاء(لأعراف: من الآية3)

Ikutilah apa yang diturunkan kepada kalian dari Robb kalian dan jangan ikuti wali selainNya.

Dalil dari sunnah:

[اقروا القرآن واعملوا به ولا تستكثروا به] صحيح رواه أحمد

Bacalah AlQur’an dan amalkan, jangan engkau memperbanyak harta dengannya .

Soal 47:Apakah kita mencukupkan diri dengan Alqur’an dari hadits.
Jawaban:Kita tidak mencukupkan diri dengan Al-Qur’an dari hadits.

Dalil dari AlQur’an:

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ(النحل: من الآية44)

Dan telah kami turunkan peringatan kepadamu agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang diturunkan kepada mereka.

Dalil dari sunnah:

[ألا وإني أوتيت القرآن ومثله معه] صحيح رواه أبو داود

Ketauhilah sesungguhnya aku diberi AlQur’an dan sepertinya bersamanya.

Soal 48: Apakah kita mendahulukan satu ucapan diatas ucapan Allah dan rasulNya.
Jawaban: Kita tidak mendahulukan satu ucapan diatas ucapan Allah dan RasulNya.

Dalil dari Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ(الحجرات: من الآية1)

Hai orang-orang beriman janganlah kalian mendahului dihadapan Allah dan RasulNya

Dalil dari sunnah:

[لا طاعة لأحد في معصية الله إنما الطاعة في المعروف] متفق عليه

Tidak ada ketaatan untuk seseorang dalam maksiat kepada Allah, tiada lain ketaatan itu ada dalam hal yang baik .

Soal 49: Apa yang kita lakukan jika kita berselisih?
Jawaban: Kita kembali kepada kitab dan Sunnah.

Dalil dari AlQur’an:

فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ(النساء: من الآية59)

Dan jika kalian berselisih maka kembalikan kepada Allah dan Rasul.

Dalil dari Sunnah

[تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما إن تمسكتم بهما كتاب الله وسنة رسوله] صحيح

Aku telah tinggalkan dua perkara, kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh dengan keduanya yaitu kitab Allah dan sunnah rasulNya.

Soal 50: Apa bid’ah dalam agama itu?
Jawaban: Semua yang tidak ada dalil syar’i atasnya.

Dalil dari Al-Qur’an :

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّه(الشورى: من الآية21)

Apakah mereka punya sekutu yang mensyare’atkan buat mereka dari agama yang tidak Allah izinkan.

Dalil dari sunnah:

[من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو ردّ] متفق عليه

Barang siapa yang mengada-adakan dalam perkara kami ini, apa yang bukan darinya maka ia tertolak

Soal 51: apakah ada bid’ah yang baik?
Jawaban: Tidak ada bid’ah yang baik.

Dalil dari Al-Qur’an:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْأِسْلامَ دِيناً (المائدة: من الآية3)

Pada hari ini aku telah sempurnakan buat kalian agama kalian, Telah aku sempurnakan nikmatKu atas kalian dan Aku telah Ridhoi Islam buat kalian sebagia diin [syistim hidup]

Dalil dari sunnah:

[إياكم ومحدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة] صحيح رواه أبو داود

Jauhilah oleh kalian semua yang diada adakan, karena semua yang diada adakan itu bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat

Soal 51: Apakah dalam Islam ada sunnah yang baik?
Jawaban: Ya seperti orang yang memulai perbuatan baik supaya ditiru.

Dalil dari Al-Qur’an:

 وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً(الفرقان: من الآية74)

Dan jadikanlah aku imam untuk orang-orang yang bertaqwa.

Dalil dari sunnah:

[من سن سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها من بعده] رواه مسلم

Barang siapa yang mencontohkan sunnah yang baik baginya pahalanya dan pahala yang melakukannya setelahnya.

Soal 53: Apakah cukup bagi seorang untuk memperbaiki diri sendiri?
Jawaban: Harus memperbaiki diri sendiri dan keluarganya?

Dalil dari Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً  (التحريم: من الآية6)

Hai orang-orang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.

Dalil dari sunnah:

[إن الله تعالى سائل كل راع عما استرعاه أحفظ ذلك أم ضيعه] حسن

Sesungguhnya Allah ta’aala akan meminta pertanggungan jawaban setiap pemimpin dari apa yang dipimpinnya apakah menjaganya atau menyia-nyiakannya.

Soal 54: Kapan kaum muslimin menang?
Jawaban: Jika mengamalkan kitab Robb [Pemelihara] mereka dan sunnah nabi mereka?

Dalil dari AlQur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ(محمد:7)

Hai orangorang yang beriman jika kalian menolong Allah, Allah pasti menolongmu dan meneguhkan kaki kalian.

Dalil dari sunnah:

[لا تزال طائفة من أمتي منصورين] صحيح رواه ابن ماجه

Tidak henti-hentinya segolongan dari umatku menang tertolong.

الحمد لله رب العالمين.

(Dinukil dari عقيدة المسلم, “Aqidah Setiap Muslim”, Penulis: Syaikh Muhammad Jamil Zainu)

Sumber: http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=464


———-
Sumber: Akhwat – akhwat.web.id – Senin,25 Pebruari 2008/17 Safar 1429H

Print Friendly