Kain Sutra dan Kencing Bayi

Kain Sutra dan Kencing Bayi

Tanya:
saya punya 2 pertanyaan..
1.    mengapa orang laki-laki ko’ diharamkan memakai sutra?
2.    air kencing bayi, yang belum berusia 2 tahun dan belum makan apa-apa. tapi sebagai pengganti asi, bayi tersebut diberi susu instan, khusus untuk bayi yang berusia dibawah 2 tahun. air kencing bayi tersebut termasuk najis apa?
“dwi rohmat”

Jawab:
1.    Pengharaman lelaki untuk memakai sutra disebutkan dalam beberapa hadits, di antaranya:
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir -radhiallahu anhu- dia berkata:
أُهْدِيَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرُّوجُ حَرِيرٍ فَلَبِسَهُ فَصَلَّى فِيهِ ثُمَّ انْصَرَفَ فَنَزَعَهُ نَزْعًا شَدِيدًا كَالْكَارِهِ لَهُ وَقَالَ لَا يَنْبَغِي هَذَا لِلْمُتَّقِينَ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diberi hadiah berupa kain yang terbuat dari sutra, lalu beliau memakainya dan shalat. Setelah selesai, beliau menyingkirkannya dengan keras seakan tidak suka, beliau bersabda: “Ini tidak patut bagi orang yang bertakwa.” (HR. Al-Bukhari no. 362)

Dari Abu Musa Al Asy’ari -radhiallahu anhu- bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
حُرِّمَ لِبَاسُ الْحَرِيرِ وَالذَّهَبِ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِي وَأُحِلَّ لِإِنَاثِهِمْ
“Pakaian sutera dan emas diharamkan bagi umatku yang laki-laki dan dihalalkan bagi yang perempuan.” (HR. At-Tirmizi no. 1642, An-Nasai no. 5170, dan Ahmad no. 18686, 18694, 18815)
At-Tirmizi berkata setelah meriwayatkannya berkata, “Dalam masalah ini juga ada hadits dari Umar, Ali, Uqbah bin Amir, Anas, Hudzaifah, Ummu Hani, Abdullah bin Amru, Imran bin Hushain, Abdullah bin Az Zubair, Jabir, Abu Raihan, Ibnu Umar, Al Bara dan Watsilah Ibnul Asqa’.” Abu Isa berkata, “Hadits ini derajatnya hasan shahih.”

Dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib -radhiallahu anhu- dia berkata;
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْحَرِيرِ وَالذَّهَبِ وَمَيَاثِرِ النُّمُورِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang dari sutra, emas, dan menghamparkan kulit harimau untuk duduk.” (HR. An-Nasai no. 4181 dan Ahmad no. 16555)

Dari Hudzaifah -radhiallahu anhu- dia berkata:
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ وَالذَّهَبِ وَقَالَ هُوَ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَنَا فِي الْآخِرَةِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengenakan kain sutera dan emas, dan beliau bersabda: “Itu untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia dan untuk kita di Akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 3840)
2.    Kencing bayi laki-laki dan perempuan baik dia masih mengonsumsi ASI maupun sudah mengonsumsi MPASI adalah najis, berdasarkan dalil-dalil umum tentang najisnya kencing. Di antaranya:
Anas bin Malik berkata:
جَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَبَالَ فِي طَائِفَةِ الْمَسْجِدِ فَزَجَرَهُ النَّاسُ فَنَهَاهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا قَضَى بَوْلَهُ أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَنُوبٍ مِنْ مَاءٍ فَأُهْرِيقَ عَلَيْهِ
“Seorang ‘Arab badui datang lalu kencing di sudut Masjid, maka orang-orang pun ingin mengusirnya, tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mereka. Setelah orang itu selesai dari kencingnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam minta setimba air lalu menyiram pada bekasnya.” (HR. Al-Bukhari no. 212-214 dan Muslim)
Dan juga dalam hadits Ibnu Abbas tentang kisah 2 orang yang disiksa di dalam kuburnya, dimana salah satu di antara keduanya disiksa akibat dia tidak berbersih dengan baik setelah kencing. (HR. Al-Bukhari no. 209, 211, 1273,5592 dan Muslim no. 439)
Ini menunjukkan najisnya karena seandainya dia bukan najis, niscaya dia tidak akan disiksa karena tidak membersihkannya.

———-
Sumber: Al-Atsariyah – www.al-atsariyyah.com – Sabtu, 2 Januari 2009/16 Muharram 1431H

Print Friendly