Hukum Bagian-Bagian Tubuh Bangkai

Hukum Bagian-Bagian Tubuh Bangkai

Karena banyaknya pertanyaan seputar ini, maka berikut kami bawakan artikel ringkas yang insya Allah bisa menjadi rujukan dan semacam kaidah dalam permasalahan ini. Maka kami katakan:
Bagian tubuh hewan darat, yang mengalir darahnya, dan mati dengan tidak disembelih secara syar’i secara umum bisa diklasifikasikan menjadi 3 bagian dari sisi hukumnya:
1.    Najis secara mutlak, dan tidak bisa disucikan sama sekali. Ini adalah darah dan daging dari bangkai.
Ini adalah pendapat seluruh ulama kecuali Asy-Syaukani rahimahullah yang berpendapat sucinya bangkai. Dan tidak ada seorang pun ulama yang mendahului beliau pada pendapat tersebut.
Dalil akan najisnya darah dan daging bangkai adalah dalil-dalil umum yang sudah masyhur tentang najisnya bangkai.

2.    Suci secara mutlak. Ini adalah rambut dan bulunya jika diperoleh dengan cara dicukur. Ini adalah pendapat Al-Hanafiah, Al-Malikiah, dan sebuah riwayat dari Ahmad.
Dalilnya adalah: Bangkai itu najis adalah karena adanya darah yang tertahan padanya. Karenanya, semua bagian bangkai yang tidak ada darah padanya maka dia suci.
Walaupun Al-Hanafiah mengecualikan dalam hal ini bulu babi. Namun yang benarnya adalah bulu babi sama seperti hukum bulu hewan bangkai lainnya.
Termasuk dalam kategori suci secara mutlak adalah tanduk dan tulangnya. Ini adalah pendapat Al-Hanafiah dan yang dirajihkan oleh Ibnu Taimiah.
Hal itu karena pada tanduk dan tulang tidak terdapat darah padanya, karenanya dia tidak dihukumi najis.

3.    Suci dengan syarat setelah disamak. Ini adalah kulitnya.
Ini adalah mazhab Azh-Zhahiriah. Berdasarkan keumuman hadits Abdullah bin Abbas secara marfu’:
إِذا دُبِغَ الإهابُ فَقَدْ طَهُرَ
“Jika kulit sudah disamak maka sungguh dia telah suci.” (HR. Muslim no. 366)
Dan dalam riwayat Ahmad (1/219), At-Tirmizi no. 1728, Ibnu Majah no. 3609, dan An-Nasai no. 4241 dengan lafazh, “Kulit mana saja yang telah disamak maka dia telah suci.”

Demikian kesimpulan hukum dalam permasalahan ini, semoga bisa bermanfaat. Wallahu A’lam bishshawab.

Share and Enjoy:


———-
Sumber: Al-Atsariyah – www.al-atsariyyah.com – Rabu, 7 Maret 2012/13 Rabiul Akhir 1433H

Print Friendly