Perkara halal yang paling Allah benci adalah perceraian

Perceraian, Halal Tapi Dibenci

Imam At-Tirmizi rahimahullah berkata (1863): Katsir bin ‘Ubaid telah menceritakan kepada kami (dia berkata): Muhammad bin Khalid telah menceritakan kepada kami dari Mu’arrif bin Washil dari Muharib bin Ditsar dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
أَبْغَضُ الْحَلَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى الطَّلَاقُ
“Perkara halal yang paling Allah benci adalah perceraian.”

Takhrij:
Ini adalah hadits yang lemah dengan dua sebab:
1.    Terjadinya idhthirab (kegoncangan) dalam sanadnya. Dimana terkadang hadits ini diriwayatkan dengan sanad di atas (Mu’arrif dari Muharib) dan terkadang diriwayatkan dengan sanad Mu’arrif dari Al-Wadhdhah dari Muharib, yaitu dengan tambahan Al-Wadhdhah di antara Mu’arrif dan Muharib.
2.    Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muhammad bin Khalid dan Isa bin Yunus dari Ubaidillah bin Al-Walid Al-Wushafi dari Muharib dari Nabi shallallahu alaihi wasallam secara mursal. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah no. 2018 dan Ibnu Adi dalam Al-Kamil (1/236).
Dan riwayat mursal inilah yang lebih dikuatkan oleh Abu Hatim dengan ucapannya, “Yang benarnya adalah dari Muharib dari Nabi shallallahu alaihi wasallam secara mursal.” (Ilal Ibni Abi Hatim: 1/431)

Hadits ini mempunyai dua syahid (pendukung) tambahan yaitu:
1.    Ad-Dailami meriwayatkan dari Muhammad bin Ar-Rabi’ (dia berkata): Ayahku menceritakan kepada kami dari Humaid bin Malik dari Mak-hul dari Muadz bin Jabal dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda:
إِنَّ اللهَ يُبْغِضُ الطَّلاَقَ، وَيُحِبُّ الْعِتَاقَ
“Sesungguhnya Allah membenci perceraian dan mencintai pembebasan budak.”
Hadits ini juga lemah dengan dua sebab:
1. Humaid bin Malik dihukumi dha’if (lemah) oleh Yahya bin Ma’in dan Abu Zur’ah.
2. Mak-hul tidak mendengar hadits ini dari Mu’adz sehingga sanadnya munqathi’ (terputus).

2.    Ad-Dailami juga meriwayatkan dari Muqatil bin Sulaiman dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda:
مَا أَحَلَّ اللهُ حَلاَلاً أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ النِّكَاحِ، وَلاَ أَحَلَّ حَلاَلاً أَكْرَهَ إِلَيْهِ مِنَ الطَّلاَقِ
“Tidak ada hal yang Allah halalkan yang lebih Dia cintai daripada pernikahan. Dan tidak ada hal yang Allah halalkan yang lebih Dia benci daripada perceraian.”
Waki’ dan selainnya berkata tentang Muqatil, “Mereka menghukuminya sebagai pendusta.”

[Diringkas dari Silsilah Al-Ahadits Adh-Dhaifah (7/140) (9/406) dan Irwa` Al-Ghalil (7/106) karya Al-Albani rahimahullah]

Share and Enjoy:


———-
Sumber: Al-Atsariyah – www.al-atsariyyah.com – Senin, 3 Oktober 2011/5 Dzulkaidah 1432H

Print Friendly