Adab Menggunakan HP bagian 6/terakhir

Bimbingan Kedua puluh: Tidak mengikuti kuis dengan segala bentuknya
Di antara penggunaan HP yang menyelisihi syariat adalah mengikuti kegiatan yang disebut ‘Kuis berhadiah via HP’. Gambarannya, operator seluler memberikan informasi/layanan kepada Anda dengan tarif tertentu (kemudian Anda diminta menghubungi operator tersebut) atau Anda diminta mengirim sms dengan tarif per-sms sekian dan sekian, atau menekan kode/tombol tertentu. Ketika Anda tepat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh operator tadi, berarti Anda telah terlibat dalam persaingan di antara ribuan pengguna HP lain dari berbagai daerah. Uang yang mereka (operator) dapatkan adalah hasil dari banyaknya peserta kuis, jumlahnya berlipat-lipat. Ini adalah bentuk penipuan dan memakan harta manusia dengan cara yang batil, dan termasuk dalam hukum perjudian. Wal ‘iyadzubillah.
Allah l berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kalian dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kalian (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (Al-Maidah: 90-91)
Al-Maisir adalah perjudian.
Allah l juga berfirman:
“Dan janganlah sebagian kalian memakan harta sebagian yang lain di antara kalian dengan jalan/cara yang batil.” (Al-Baqarah: 188)

Bimbingan Kedua puluh satu: Kepada siapa anda memberikan nomor telepon?
Allah l berfirman:
“Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksa-Nya.” (Al-Maidah: 2)
Seorang muslim wajib memilih teman-teman yang baik, yang akan membantunya dalam kebaikan dan ketaatan kepada Allah l. Kepada teman dan saudara yang seperti itulah Anda bisa memberikan nomor Anda. Tidaklah Anda akan mendapati dari mereka kecuali kebaikan dan kesediaannya untuk membantu Anda dalam meraih keridhaan Allah k. Sudah tentu, mereka pun memiliki adab-adab syar’i yang senantiasa mereka jaga ketika menelepon dan berbicara dengan Anda.
Disamping itu, orang-orang yang tidak tergolong shalih dan bertakwa tidak memiliki upaya untuk menjaga adab-adab seperti ini. Karena itu, terkadang dia menelepon Anda ketika waktu shalat misalnya, atau menelepon Anda di pengujung malam untuk sekadar bercanda. Bahkan mungkin mengirimi Anda gambar-gambar yang tidak senonoh dan beraneka ragam kejelekan lainnya. Bersikap waspada dari mereka (orang yang tidak shalih dan tidak bertakwa) akan lebih selamat.

Bimbingan Kedua puluh dua: Tidak mengeraskan suara melebihi kebutuhan
Di antara wasiat Luqman Al-Hakim adalah sebagaimana yang dikisahkan oleh Allah k dalam surat Luqman, tatkala dia berkata kepada anaknya:
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (Luqman: 19)
Al-Imam Ibnu Katsir t berkata dalam Tafsir-nya (3/44): “Firman Allah k: ‘dan lunakkanlah suaramu’, maknanya adalah jangan berlebihan dalam berbicara dan jangan mengeraskan suaramu dengan perkataan yang tidak ada faedahnya. Oleh karena itulah, Allah l berfirman:
‘Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.’
Al-Imam Mujahid t dan yang lainnya mengatakan: ‘Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai, yakni mengeraskan suara yang paling buruk adalah yang kerasnya menyerupai suara keledai. Tambahan lagi, hal itu merupakan sesuatu yang dibenci oleh Allah l. Penyerupaan yang seperti ini mengandung pengharaman dan celaan yang sangat keras terhadapnya, karena Rasulullah n bersabda:
لَيْسَ لَنَا مَثَلُ السَّوْءِ؛ الْعَائِدُ فِي هِبَتِهِ كَالْكَلْبِ يَقِيءُ ثُمَّ يَعُودُ قَيْئَهِ
“Tidak ada bagi kami permisalan yang jelek. Permisalan seorang yang meminta kembali suatu pemberian yang telah diberikannya kepada orang lain, seperti anjing yang muntah kemudian menjilat kembali muntahannya tadi.” (HR. Al-Bukhari, Ahmad, An-Nasa’i, At-Tirmidzi, Ath-Thahawi, dan Al-Baihaqi, dari sahabat Ibnu Abbas dan sahabat Abu Bakr c sebagaimana dalam Shahihul Jami’ no. 5426. Lafadz ini adalah lafadz An-Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra 4/124)
Dari sini jelaslah bahwa seorang muslim itu tidaklah mengeraskan suaranya melebihi kebutuhan atau berbicara yang tidak ada faedahnya.

Bimbingan Kedua puluh tiga: Tidak menutup HP ketika lawan bicara sedang berbicara, kecuali jika ada maslahat yang lebih besar
Seorang muslim itu hendaknya berhias dengan akhlak yang mulia dan sifat yang agung, sebagaimana yang dianjurkan dalam syariat agama kita yang lurus. Allah l berfirman:
“Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar di atas akhlak yang agung.” (Al-Qalam: 4)
Disebutkan pula dalam sebuah hadits:
كَانَ رَسُولُ اللهِ n أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا
“Rasulullah n adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. Al-Bukhari no. 5850, Muslim no. 2150 dari sahabat Anas z)
Dari Abu Hurairah z, dia berkata: Rasulullah n bersabda:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ
“Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling bisa bersikap baik terhadap istrinya.” (HR. At-Tirmidzi no. 1162, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. At-Tirmidzi berkata: “Ini adalah hadits hasan shahih.” Asy-Syaikh Al-Albani berkata dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 1162: “Ini adalah hadits hasan shahih.” Beliau juga berkata dalam Shahih Al-Jami’ no. 1232: “Ini adalah hadits shahih.” Hadits ini disebutkan juga di dalam As-Silsilah Ash-Shahihah no. 284)
Menutup HP dengan cara seperti ini (ketika lawan bicara sedang berbicara) akan menghilangkan cerminan adab Islami dan sifat yang mulia.

Bimbingan Kedua puluh empat: Menjaga kesehatan
Di antara perkara yang wajib untuk diperhatikan adalah menjaga kesehatan. Karena hal ini merupakan salah satu nikmat Allah l yang besar dan wajib dipergunakan untuk meraih keridhaan-Nya. Dari Ibnu Abbas c , dia berkata: Rasulullah n bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيْهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia melalaikannya: (1) kesehatan dan (2) waktu luang.” (HR. Al-Bukhari no. 7049)
Oleh karena itulah, frekuensi penggunaan HP dan lama waktu yang digunakan dalam berbicara acapkali memberikan pengaruh yang berbahaya terhadap manusia –seperti radiasi, gangguan pendengaran, dsb, wallahu a’lam–. Maka berhati-hatilah, demi menjaga keselamatan (kesehatan), karena keselamatan itu tidak ada sesuatu pun yang sebanding dengannya. Sekarang silakan anda perhatikan nukilan sebagian tulisan dalam pembahasan ini tentang bahaya (efek negatif) penggunaan HP.

Efek negatif HP terhadap kesehatan
Riset ilmiah yang dilakukan dengan sangat teliti oleh seorang peneliti Saudi, Dr. Sari’ bin Hamd Ad-Dausari –seorang ahli THT (telinga, hidung, dan tenggorokan), dan dia adalah ketua lembaga Al-Jum’iyyah As-Su’udiyyah urusan THT, kepala, dan leher– telah mengungkap tentang hilangnya indera pendengaran salah seorang pekerja Saudi akibat penggunaan HP dengan frekuensi yang sangat tinggi.
Dr. Ad-Dausari menyimpulkan hasil penelitiannya tersebut ketika memeriksa pasien rawat jalan di RS Universitas King Abdul Aziz, Saudi. Pasien tersebut adalah seorang pekerja berusia 40 tahun. Ia mengeluhkan pendengaran telinga kanannya berkurang selama tiga bulan, disamping rasa hangat dan sakit di telinga. Dia mengatakan bahwa gejala ini terjadi ketika beberapa menit menggunakan ponsel dan baru hilang satu jam kemudian.
Dr. Sari’ menambahkan, pasien tersebut menggunakan ponsel lebih dari 90 menit dalam sehari di telinga kanannya. Hal itu berlangsung selama lebih dari dua tahun. Kemudian dia rutin berkunjung ke klinik setiap tiga bulan. Setelah dilakukan pemeriksaan medis secara saksama, terlihat bahwa pendengaran berkurang sekitar 25 dB (desibel, satuan untuk mengukur kerasnya suara atau ketajaman pendengaran) pada telinga kanan. Berkurangnya pendengaran tersebut semakin besar dengan bertambahnya waktu penggunaan ponsel. Kemudian si pasien diminta menggunakan ponsel di telinga kirinya.
Setelah enam bulan, pendengaran telinga kanan mulia membaik. Telinga kanan semakin membaik ketika penggunaan ponsel dihentikan. Namun ketika kembali menggunakan ponsel pada telinga kanan tersebut, pendengarannya kembali berkurang. Pasien disarankan untuk menggunakan telepon biasa dan mengurangi penggunaan ponsel serta speakerphone. Pasien pun mengurangi penggunaan ponsel sampai 15 menit sehari. Dengan cara ini, sembuhlah penderitaannya. Namun, si pasien tetap mengalami sedikit pengurangan pendengaran secara permanen.
Dr. Ad-Dausari mengungkapkan hal itu dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh WHO berjudul Efek ponsel terhadap kesehatan dan perlunya penelitian lebih lanjut. Semakin meningkat penggunaan telepon seluler berarti semakin menambah efek secara biologis maupun kesehatan, karena paparan gelombang elektromagnetik dari perangkat portabel atau menara transmisi booster. Penelitian yang dipublikasikan menunjukkan adanya efek kerusakan kesehatan, seperti: kelelahan, sakit kepala, pusing, dan gangguan tidur.

Mengambil manfaat dari HP
1. Menyambung hubungan dengan keluarga dan kerabat anda (silaturahim).
2. Menelepon para ulama dan bertanya kepada mereka tentang beberapa masalah yang terjadi.
3. Membantu memenuhi kebutuhan anda baik dalam perkara agama maupun dunia.
4. Merekam suara bacaan Al-Qur’an, tulisan, dan ceramah agama.
5. Mengambil manfaat dari situs-situs internet yang bermanfaat.
6. Turut serta dalam kegiatan yang ilmiah di internet.
7. Membangunkan orang tidur (misalnya dengan mengaktifkan jam alarm).
8. Pengingat jadwal kegiatan anda baik umum maupun khusus, termasuk pengingat telah masuknya waktu shalat.
9. Mengetahui keadaan (kabar) seorang ulama.
10. Dakwah di jalan Allah l.
11. Mengambil gambar (foto) pemandangan alam yang tidak ada gambar makhluk bernyawa yang dengannya akan membantu anda dalam mengingat Allah l sehingga akan bertambahlah keimanan anda kepada Allah l sebagai Dzat yang Maha Menciptakan, Rabb, Pemberi Rezeki, dan yang mengatur alam semesta ini. Dia adalah Ilah yang satu (satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi) tidak ada sekutu bagi-Nya. Sungguh indah apa yang diungkapkan oleh seseorang:
وَفِي كُلِّ شَيْءٍ لَهُ آيَةٌ      تَدُلُّ عَلَى أَنَّهُ وَاحِدُ
Dan dalam segala sesuatu di alam ini terdapat ayat (tanda kekuasaan)-Nya
Yang menunjukkan bahwa Dia adalah Dzat Yang Maha Esa.

13. Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.

Catatan penting
Beberapa bimbingan penggunaan HP di atas juga bisa dijadikan acuan dalam penggunaan komputer dan internet, jika didapati kondisi yang sama dengan HP.
وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

(Diterjemahkan oleh Al-Ustadz Abu ‘Abdillah Kediri, dari http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=368419)

———-
Sumber: Asysyariah – www.asysyariah.com – Minggu,20 November 2011/23 Dzulhijjah 1432H

Print Friendly