Bersumpah dalam Keadaan Marah

Tanya:

ِApa hukumnya orang yang bersumpah dengan nama Allah l bahwa ia tidak akan melakukan sesuatu hal dalam keadaan ia sedang marah, namun kemudian melakukannya?

 

Jawab:

Al-Lajnah Ad-Da`imah Lil Buhuts Al-’Ilmiyyah wal Ifta` menjawab:

“Apabila ia bersumpah dalam keadaan emosi memuncak hingga tidak menyadari apa yang diucapkannya atau tidak dapat menguasai dirinya, kemudian ia melanggar sumpahnya tersebut maka tidak wajib kaffarah baginya. Namun bila marahnya itu ringan, ia dapat menguasai dirinya, wajib baginya menunaikan kaffarah sumpahnya.” (Fatwa no. 9220, kitab Fatawa Al-Lajnah Ad-Da`imah, 23/84)

 

ANTARA MENUNTUT ILMU & KEWAJIBAN RUMAH TANGGA

 

Tanya:

Manakah yang lebih utama bagi seorang wanita muslimah, menunaikan kewajibannya dalam rumah tangga dan mengurusi suaminya ataukah memusatkan waktunya untuk menuntut ilmu sementara urusan rumah diserahkan kepada pembantu? Berilah fatwa kepada kami, semoga Allah l membalasnya dengan kebaikan.

Jawab:

Fadhilatusy Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjawab:

“Iya, wajib bagi seorang muslimah untuk tafaqquh (mendalami) agamanya sesuai kadar kemampuannya. Namun berkhidmat (memberikan pelayanan) kepada suami, menaatinya, mentarbiyah anak-anaknya juga merupakan kewajiban yang besar, sehingga tidak patut diabaikan. Agar kedua kewajiban ini dapat ditunaikan seiring, seorang muslimah hendaknya menyempatkan suatu waktu dalam sehari walaupun sejenak untuk ta’lim (belajar ilmu agama), atau ia sempatkan waktu dalam setiap harinya untuk membaca kitab ilmu. Adapun waktu yang tersisa, ia gunakan untuk rutinitas harian rumah tangganya. Bila mampu melakukan hal ini, berarti ia tidak meninggalkan tafaqquh fid-din sekaligus tidak meninggalkan kewajiban rumah tangganya dan mengurusi anak-anaknya. Sehingga, tidak perlu menyerahkan anak-anaknya kepada pembantu. Ia bisa seimbang dalam menunaikan kewajibannya. Ada waktunya ia belajar walaupun sejenak, dan ada waktu yang cukup untuk mengurusi pekerjaan rumah tangganya.” (Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah, hal. 576)

———-
Sumber: Asysyariah – www.asysyariah.com – Kamis,17 November 2011/20 Dzulhijjah 1432H

Print Friendly