Menjalin Komunikasi yang Lebih Baik

Pembaca yang kami hormati, semoga kita semua dirahmati Allah I.
Alhamdulillah, selama perjalanan waktu yang kurang lebih sudah empat tahun, keberadaan majalah Asy Syariah telah mendapat tempat tersendiri di hati pembaca. Kehadiran kami senantiasa dinanti, meski masih saja belum bisa konsisten terbit sebulan sekali. Apapun keadaannya, kami insya Allah tidak akan pernah berhenti memperbaiki keadaan, yang secara tidak langsung ini merupakan upaya untuk memenuhi berbagai harapan pembaca yang sampai sekarang banyak yang belum terwujud.
Kami sadar sepenuhnya, kami senantiasa butuh akan saran, kritik, perbaikan atau bahkan makian. Apa yang pembaca sampaikan kepada kami, apa pun bentuknya, sedikit atau banyak akan menjadi masukan bagi kami.
Kami merasakan bahwa apa yang disampaikan pembaca kepada kami selama ini merupakan bentuk perhatian kepada kami. Terkadang kami mendapatkan pesan yang sepertinya berisi sesuatu yang amat remeh dan sering tidak terpikirkan oleh kami. Ini menunjukkan bahwa pembaca memiliki perhatian yang tinggi kepada kami.
Seiring penggunaan ponsel yang makin meluas, pesan-pesan dari pembaca kini banyak disampaikan melalui sms. Mungkin karena sifatnya yang praktis, cepat, dan mudah. Namun di sisi lain pesan-pesan lewat sms itu acap menimbulkan kerepotan bagi kami. Karena itu, demi terbentuknya sinergi yang memudahkan dan menyenangkan bagi kedua pihak, kami menghimbau kepada pembaca, beberapa hal berikut ini:
1.    Kepada para pembaca yang ingin mengirimkan pesan melalui sms kami himbau untuk selalu menyertakan nama dan daerah asal. Selama ini mayoritas sms yang masuk ke redaksi tidak diketahui siapa pengirimnya. Kalau dulu kita mengenal istilah surat kaleng untuk surat yang tidak diketahui identitas pengirimnya, kini mungkin kita bisa mengistilahkan sms kaleng untuk sms yang tidak diketahui siapa pengirimnya. Ini memang lebih cenderung ke pertimbangan etis. Kami merasa lebih bersemangat untuk melayani sms yang disertai identitas daripada yang tidak. Sering kami mendapat sms permintaan nomor HP ustadz, namun kami tidak bisa membalasnya karena sms tersebut tanpa dilengkapi identitas dan juga tidak semua nomor HP ustadz kami memiliki hak untuk menyebarkannya.
2.    Untuk pertanyaan masalah agama, jangan mengharap untuk mendapatkan jawaban yang cepat disertai dalil yang lengkap. Menjawab pertanyaan masalah agama bukan perkara yang mudah, dibutuhkan ketelitian dan juga referensi yang kadang tidak sedikit. Selain itu, jawaban yang lengkap tidak mungkin untuk disampaikan melalui sms. Jadi, anda kami harap bersabar dan insya Allah pertanyaan anda akan dijawab di rubrik Problema Anda.
3.    Pastikan sms anda terkirim ke pihak yang tepat. Bila masalah keredaksian yang ingin anda sampaikan, anda hendaknya mengirim ke HP redaksi. Bila pertanyaannya soal keagenan,  silahkan pesannya dikirim ke HP pemasaran (sirkulasi). Demikian seterusnya, sehingga sms anda akan efektif dan tepat sasaran.
4.    Jangan mudah menyebarkan sms yang anda tidak tahu kebenaran dari isi sms tersebut, meski di akhir sms itu ada pesan: “Sebarkan ke yang lain!”. Seorang muslim memiliki prinsip tabayyun (memastikan kebenaran berita) dan tatsabbut (berhati-hati untuk menyebarkan berita). Prinsip ini mesti digunakan dalam menerima atau menyebarkan berita, termasuk lewat sms. Terlebih sekarang tidak sedikit beredar sms yang berisi berita palsu (penipuan). Karena itu, hati-hatilah wahai pembaca.
Kami beritahukan pula bahwa nomor HP redaksi yang bisa anda hubungi adalah yang tercantum di boks redaksi. Selama ini masih saja kami menerima pesan yang tertuju kepada nomor yang lama, padahal nomor itu sudah tidak dipakai lagi oleh kami.
Demikian beberapa hal yang ingin kami sampaikan kepada anda, pembaca. Kita berharap hubungan yang terjalin diantara kita semakin baik dan memberikan manfaat yang besar. Masukan dari anda selalu kami nantikan.

———-
Sumber: Asysyariah – www.asysyariah.com – Rabu,16 November 2011/19 Dzulhijjah 1432H

Print Friendly