Meraih Keutamaan Lailaahaillallah

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah)

Konsekuensi
Konsekuensinya sangat banyak. Intinya adalah mengimplementasikan segala peribadatan baik dalam bentuk lahiriah ataupun batiniah hanya untuk Allah I saja, di antaranya:
Pertama: Melaksanakan tugas dan hikmah diciptakannya seluruh makhluk yang tersurat di dalam firman Allah I:

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
Kedua: Menyembah hanya kepada Allah I semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun dari makhluk ini.

“Hanya kepada-Mulah kami menyem-bah dan hanya kepada-Mulah kami meminta.” (Al-Fatihah: 4)

“Dan sembahlah Allah dan jangan kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (An-Nisa`: 36)
Ketiga: Berdoa dan meminta hanya kepada Allah I.

“Dan Rabbmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyom-bongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (Ghafir: 60)

“Jika kamu meminta maka mintalah kepada Allah dan jika kamu meminta tolong maka minta tolonglah kepada Allah.”3
Keempat: Memasrahkan segala urusan kepada Allah I serta menggan-tungkan segala hasil usaha kepada-Nya.

“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (Al-Ma`idah: 23)
Kelima: Tumbuhnya rasa takut hanya kepada Allah I. Adapun rasa takut kepada selain-Nya tidak lebih dari takut yang bersifat tabiat, bukan ibadah.

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain adalah setan yang menakut-nakuti (kalian) dengan kawan-kawannya (Orang-orang musyrik Quraisy). Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (Ali ‘Imran: 175)
Keenam: Berlepas diri dari segala yang diagungkan selain Allah I.

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu.” (An-Nahl: 36)

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah. Kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya hingga kamu beriman kepada Allah saja.” (Al-Mumtahanah: 4)

“Bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku.” (Al-Kafirun: 6)

“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: ‘Sesung-guhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyem-bah) Dzat Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku’.” (Az-Zukhruf: 26-27)
Ketujuh: Membersihkan amalan-amalan dari noda yang akan mengotori keikhlasan.

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: ‘Bahwa sesungguh-nya Ilah kamu itu adalah Ilah Yang Esa’. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabbnya.” (Al-Kahfi: 110)
Rasulullah n bersabda: “Allah I berfirman:

“Aku adalah Dzat yang tidak butuh kepada sekutu, barangsiapa melakukan amalan dan dia menyekutukan Aku dengan selain-Ku, niscaya Aku akan meninggalkan-nya dan perbuatan syiriknya itu.”4
Kedelapan: Mencintai Allah I dan Rasul-Nya di atas segala kecintaan. Seandainyapun dia mencintai selain Allah I, dia mencintainya karena Allah I dan tidak keluar dari cinta manusiawi.

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali ‘Imran: 31)
Semua konsekuensi ini sesungguhnya merupakan buah yang baik dan sebuah keutamaan bagi orang yang mengawali kehidupannya di atas kalimat, menjalankan rodanya di atasnya, dan menutup hidupnya dengan kalimat tersebut. Niscaya dia akan masuk ke dalam surga, terbebaskan dari neraka dan kekekalan di dalamnya, dengan seizin dari Rabbnya.

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (Ibrahim: 24-25)
Al-Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir-nya menjelaskan: Ibnu ‘Abbas c berkata: “Kalimat thayyibah (yang baik) dalam ayat ini maksudnya, dan pohon yang baik maksudnya seorang mukmin.”
Mujahid dan Ibnu Juraij berkata: “Kalimat thayyibah adalah iman.”
‘Athiyyah Al-‘Aufi dan Rabi’ bin Anas berkata: “(Kalimat thayyibah) adalah orang yang beriman itu sendiri.”
Al-Imam Ath-Thabari berkata: “Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang apa yang dimaksud dengan kalimat thayyibah. Sebagian mereka mengatakan bahwa kalimat thayyibah adalah keimanan seorang mukmin. Kemudian beliau meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada Ibnu ‘Abbas: “(Firman Allah:)(Kalimat yang baik) maksudnya syahadat .  (Seperti pohon yang baik) artinya seorang mukmin. (Akarnya menancap) artinya ucapan  di hati seseorang yang beriman.  (Dan rantingnya setinggi langit) artinya amal orang yang beriman diangkat ke langit.”
Dan beliau meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada Rabi’ bin Anas, ia mengatakan: “Kalimat thayyibah adalah perumpamaan iman, karena iman merupa-kan kalimat yang baik. Dan akarnya menan-cap sehingga tidak akan hilang, maksudnya adalah keikhlasan. Dan rantingnya di langit adalah rasa takut kepada Allah I.”
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di menjelaskan: “Kalimat thayyibah adalah syahadat dan segala cabangnya.”
Rasulullah n bersabda:

“Barangsiapa menutup hidupnya dengan  maka dia akan masuk ke dalam surga.”5
Wallahu a‘lam.
(bersambung, insya Allah)

Catatan Kaki:

3 HR. Al-Imam Tirmidzi no. 2440 dari shahabat Ibnu ‘Abbas z.
4 HR. Al-Imam Muslim dari shahabat Abu Hurairah z.
5 HR. Abu Dawud no. 2709 dari shahabat Mu’adz bin Jabal z.

———-
Sumber: Asysyariah – www.asysyariah.com – Rabu,16 November 2011/19 Dzulhijjah 1432H

Print Friendly