Rukayyah bintu Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam-

Kemuliaan nasab dan kedudukan beliau

Beliau adalah Rukayyah bintu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ibu beliau adalah Khadijah bintu Khuwailid radhiyallahu ‘anha. jadi Rukayyah adalah anak dari pemimpin manusia Muhammad bin Abdillah bin ‘Abdil Muthalib Al-Hasyimiyyah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahkan anaknya Rukayyah dengan ‘Utbah bin Abi Lahab, yang mana umurnya ketika itu belum mencapai sepuluh tahun. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahkan saudarinya Ummu Kultsum dengan ‘Utaibah bin Abi Lahab. Namun ketika turun surat Al-Lahab, maka bapak kedua anak itu yaitu Abu Lahab dan juga ibu keduanya yaitu Ummu Jamil bin Harb bin Umayyah (yang bergelar si pembawa kayu bakar) mereka berkata kepada kedua anaknya: “Ceraikan mereka”, (maka mereka menceraikan kedua anak Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) sebelum dikumpuli, ini adalah kemuliaan dari Allah ta’ala, dan sebagai penghinaan terhadap kedua anak Abu Lahab.

Kisah KeIslaman beliau 

Beliau masuk Islam ketika Ibunya Khadijah bintu Khuwailid masuk Islam, kemudian beliau dan saudarinya yang lain berbaiat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika para wanita berbaiat kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.

Beliau radhiyallahu ‘anha lahir ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berumur tiga puluh tahun, dan ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diutus sebagai seorang Nabi pada usia empat puluh tahun, yang mana kemudian Rakayyah dan ibunya masuk kedalam Islam, maka Usia Rukayyah ketika ia masuk Islam adalah tujuh tahun.

Beliau dipanggil dengan panggilan Ummu ‘Abdillah dan bergelar (بذات الهجرتين) yang berarti wanita yang melakukan dua kali hijrah, hijrah pertama ke negri Habasyah dan ke dua ke Madinah.

Ketika Utsman radhiyallahu ‘anhu ingin pergi berhijrah ke negri Habasyah, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya: “Pergilah engkau bersama Rukayyah”, …., kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus Asma’ bin Abu Bakr radhiyallahu ‘anha dan berkata kepadanya: “Kabarkan kepadaku berita keduanya (Utsman dan Rukayyah)”. Setelah Asma’ kembali kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang mana ketika itu Abu Bakar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Asma’ radhiyallahu ‘anha berkata: ”Dia keluar dengan keledai yang terdapat pelana diatasnya, ia membawa Rukayyah di atas keledai itu, kemudian ia menuju ke arah laut”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Wahai abu bakar sesungguhnya mereka berdua adalah (keluarga) pertama yang berhijrah setelah luth dan ibrahim ‘alaihima sallam“ (HR. Hakim: 6849)

Pernikahan Rukayyah dengan Utsman bin ‘Affan

Allah ta’ala menghendaki bagi Rukyyah yang telah bersabar, seorang suami yang shalih dan mulia, salah satu dari delapan orang yang pertama masuk Islam, dan merupaka satu dari sepuluh orang yang mendapatkan kabar gembira dengan surga, dia adalah Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu yang memounyai nasab bangsawan, yang berpengetahuan, dan mempunyai harta yang berlimpah, serta akhlak yang mulia.

Utsman adalah salah seorang pemuda Quraisy yang kaya, rupawan, mulia, kuat, dan mempunyai semangat yang kuat untuk beribadah kepada yang maha mengetahui Allat tuhan semesta alam. Utsman adalah orang yang Allah mulia ia dengan Islam dan dengan sebuah keluarga yang mulia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menghalangi shahabatnya tersebut (Utsman) untuk mengikat tali kekeluargaan dengannya, dengan segera Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambermusyawarah dengan anak beliau Rukayyah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengetahui persetujuannya, maka sempurnalah bagi utsman walimah pernikahannya yang diadakan di rumahnya. Utsman mengetahui bahwa Quraisy tidak senang dengan hal itu, dan mereka akan sangat marah dengan hal tersebut, akan tetapi ia (Utsman) menguatkan iman dengan hatinya, dan memohon kepada Allah persetujuannya (atas apa yang ia lakukan). Masuklah Rukayyah radhiyallahu ‘anha rumah suaminya yang mulia, yang mana ia mengetahui bahwa ia akan ikut bersama suaminya di dalam dakwah dan kesabarannya, dan ia juga mengetahui bahwa perjalanan tersebut tidaklah mudah, namun ia akan mengarunginya bersamanya hingga sempurnalah pertolongan untuk ayahnya dan orang-orang yang mengikutinya. Rukayyah sangat bahagia dengan pernikahan dengan seorang yang bertaqwa dan bersih yaitu Utsaman bin ‘Affan. (Dengan berlalunya waktu) Rukayah pun melahirkan seorang putra yang di beri nama Abdullah, maka ia dipanggil dengan Ummu Abdullah.(HR. Hakim: 6850)

Wafat beliau

Rukayyah radhiyallahu ‘anhu wafat di sisi Utsman sepulangnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari peperangan Badr, dia dimakamkan di Madinah. Utsman meminta ijin kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk tidak ikut pada peperangan Badr dikarenakan sakitnya Rukayyah. Rukayyah meninggal tepatnya ketika kedatangan Zaid bin Haritsah Al-’Aqili dari peperangan Badr. .(lihat: Ibnu Hibban di dalam kitabnya ats-Tsiqat: 144/2)

(Makalah ini diterjemahkan dari Islam Stori.com)

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Kamis,27 Desember 2012/13 Safar 1434H

Print Friendly