Salma Ummu Rafi’

(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman bintu ‘Imran)

Dia adalah maulah (budak yang dibebaskan) Rasulullah n. Cukup lama dia memberikan khidmah (pengabdian) kepada Rasulullah n. Bahkan dialah yang menolong istri Rasulullah n, Khadijah bintu Khuwailid x saat melahirkan putra-putri beliau n. Ketika lahir cucu-cucu Rasulullah n dari Fathimah x, Salma pula yang membantu proses kelahirannya.

Demikian pula saat Mariyah Al-Qibthiyah, ummu walad Rasulullah n melahirkan putranya, Ibrahim. Setelah Ibrahim lahir dengan selamat, Salma Ummu Rafi’ x memanggil suaminya, Abu Rafi’ z, untuk menyampaikan kabar gembira akan lahirnya Ibrahim. Bergegas Abu Rafi’ menemui Rasulullah n. Penuh suka cita Rasulullah n menyambut kabar gembira ini, hingga beliau hadiahkan seorang budak kepada Abu Rafi’.

Suatu ketika, Ummu Rafi’ datang menemui Rasulullah n. Kepada beliau, dia adukan permasalahannya dengan suaminya. “Dia memukul saya,” katanya mengadu. “Ada masalah apa antara engkau dengan istrimu, wahai Abu Rafi’?” tanya beliau pada Abu Rafi’. “Dia mengganggu saya,” akunya.

“Gangguan apa yang kauberikan padanya, wahai Salma?” tanya beliau lagi. “Saya tidak mengganggunya sama sekali,” jawab Salma, “Tapi suatu waktu, dia berhadats ketika sedang shalat. Lalu saya katakan kepadanya, ‘Hai Abu Rafi’, sesungguhnya Rasulullah n pernah memerintahkan kepada kaum muslimin, jika salah seorang buang angin, hendaknya dia berwudhu!’ Tiba-tiba dia bangkit memukul saya!”

Rasulullah n tertawa mendengar jawaban Ummu Rafi’. “Wahai Abu Rafi’, dia itu tidak menyuruhmu kecuali pada kebaikan!” Lalu beliau pun mencandai Abu Rafi’.

Saat meninggalnya Fathimah Az-Zahra bintu Rasulillah x, Ummu Rafi’ turut memandikan jenazahnya bersama ‘Ali bin Abi Thalib z dan Asma` bintu ‘Umais x.

Ummu Rafi’ sempat meriwayatkan ilmu dari Rasulullah n dan putri beliau, Fathimah x. Riwayatnya pun diambil oleh sang cucu, ‘Ubaidullah bin ‘Ali bin Abi Rafi’.

Salma Ummu Rafi’, semoga Allah l meridhainya….

Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.

 

Sumber Bacaan:

• Al-Ishabah, karya Al-Hafizh Ibnu Hajar (8/187-188)

• Ath-Thabaqatul Kubra, karya Al-Imam Ibnu Sa’d (10/216)

• Tahdzibul Kamal, karya Al-Imam Al-Mizzi (35/196-198)

———-
Sumber: Asysyariah – www.asysyariah.com – Kamis,17 November 2011/20 Dzulhijjah 1432H

Print Friendly