Berdosakah Terbata-Bata Dalam Membaca Al-Qur An?

Pertanyaan:

Aku mendengar bahwasanya siapa yang membaca Al-Qur an sedangkan bacaannya tidak baik (terputus-putus) akan mendapatkan dosa, apakah hal ini benar?, dan apakah berarti menghentikan (tidak) membaca Al-Qur an lebih utama dari pada membacanya dengan terputus-putus?

Jawaban:

Hal tersebut terbagi menjadi dua kondisi:

Kondisi pertama: Bahwasanya dia mampu untuk memperbaiki kesalahannya dalam membaca, yaitu memungkinkan adanya orang yang memperbaiki dan mengajarkan bacaan yang benar untuknya, maka dalam kondisi seperti ini tidak boleh baginya untuk mempertahankan bacaan yang terputus-putus tersebut, maka wajib baginya untuk memperbaiki bacaannya tersebut, karena ia mampu untuk melakukannya.

Kondisi kedua: Bahwa ia tidak mampu untuk memperbaiki bacaannya, maka ia membaca dengan kadar kemampuannya dalam membaca, dan tidak meninggalkan membaca Al-Qur an, karena Nabi [i]shallallahu ‘alaihi wasallam[/i] bersabda: “الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ ‏ ‏السَّفَرَةِ ‏ ‏الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ ‏وَيَتَتَعْتَعُ ‏‏فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ” “Orang yang mahir dalam membaca Al-Qur’an maka mereka bersama para duta (Malaikat) yang mulia lagi terpuji. Adapun orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan sulit membacanya, maka baginya dua pahala.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 1898), maka baginya pahala bacaan dan pahala kesulitannya.

[Sumber: Al-Muntaqa Min Fatawa fadilah Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah al-Fauzan jilid 2/38]

 

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Rabu,13 Juni 2012/23 Rajab 1433H

Print Friendly