Hakikat Dunia

(ditulis oleh: Al-Ustadz Zainul Arifin)

 

Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri t, berkata:
“Tidaklah dunia ini seluruhnya dari awal hingga akhirnya kecuali ibarat seseorang yang tertidur sejenak, kemudian bermimpi melihat sesuatu yang disenanginya, kemudian terbangun.”
Makna tersebut diambil dari sabda Nabi n: “Tidaklah aku di dunia ini melainkan (hanya) seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon lalu beristirahat dan kemudian meninggalkannya (pohon tersebut).” (HR. At-Tirmidzi no. 3277)
(Mawa’izh lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 170)

Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri t berkata:
“Beramallah untuk duniamu sesuai keadaan tinggalmu di sana. Dan beramallah untuk akhiratmu sesuai kadar kekekalanmu di sana.”
(Mawa’izh Lil Imam Sufyan Ats-Tsauri, hal. 49)

Al-Imam Fudhail bin ‘Iyadh t berkata:
“Seandainya dunia dengan seluruh isinya berada di bawah kekuasaanku, (sama sekali) tidak membuatku bangga. Dan andaikata seseorang merampas seluruhnya dari tanganku, akupun tidak akan mengejarnya, tidak pula bersedih hati karenanya.”
(Mawa’izh Lil Imam Al-Fudhail bin ‘Iyadh, hal. 117)

———-
Sumber: Asysyariah – www.asysyariah.com – Selasa,15 November 2011/18 Dzulhijjah 1432H

Print Friendly