Minal Hikam

Hikmah adalah kata ringkas namun bijak, sarat makna kehidupan. Hidup memberikan pelajaran, pergaulan dengan manusia menghasilkan nasihat, pergesekan dengan sesama mencerahkan pikiran, seperti gabah yang digesek di lesung oleh alu hingga kulitnya terkelupas dan ia menjadi beras yang putih, seperti emas atau perak yang dipanggang di atas panas api untuk membuang ampasnya, seperti batang gaharu yang disulut api dan menghasilkan aroma wangi. Pengalaman tidak memiliki titik akhir dan orang berakal menambah darinya sampai tak berakhir.

Pengalaman adalah percobaan, karena secara umum pengalaman bermula dari percobaan, seseorang tidak mendapatkan pengalaman kecuali sesudah mengalami percobaan, maka tajribah adalah pengalaman. Pengalaman merupakan rambu-rambu kehidupan, meluruskan apa yang bengkok darinya, meneguhkan apa yang lurus darinya, memagari diri sehingga tak terjatuh pada hal yang semisalnya bila ia buruk, mendorong diri untuk meraih hal yang semisalnya dengan sebabnya bila ia baik. Tajribah mematangkan akal, menajamkan hati, memawaskan pandangan dan mengkontrol langkah.

مَنْ وَعَظهُ اليَسِيرُ اِسْتَغْنىَ عَنِ الكَثِيْر

Siapa yang mengambil pelajaran dari yang sedikit, maka dia tidak membutuhkan yang banyak.

إِنْ غُلِبْتَ علىَ القَوْلِ لَمْ تُغْلَبْ علىَ السُّكُوْتِ

Bila kamu dikalahkan dalam berkata-kata, maka kamu tidak akan pernah dikalahkan dalam diam.

مَنْ نَظرَ أَبْصَرَ وَمَنْ فَكَّرَ اِعْتَبَرَ

Barangsiapa melihat maka dia akan tahu, barangsiapa merenung maka dia mengambil pelajaran.

مَنْ حَكمَ فَلْيَعْدِلْ وَمَنْ قَضَى فَلْيَفْصِلْ

Barangsiapa memimpin maka hendaknya berlaku adil, barangsiapa memutuskan maka hendaknya bersikap tegas.

إِذاَ صَدَقَ العِياَنُ لَمْ يُحْتجْ إِلىَ البُرْهاَن

Bila penglihatan benar maka bukti tak lagi diperlukan.

شِدَّة ُالحَاجَةِ رُبَّماَ بَعَثَتِ الحِيْلَة

Kebututan yang mendesak terkadang melahirkan cara.

حِفْظكَ ماَ فِى يَدِكَ خَيْرٌ مِنْ طَلَبِكَ مَا فِى يَدِ غَيْرِكَ

Lebih baik kamu menjaga apa yang ada di tanganmu daripada berharap apa yang ada di tangan orang lain.

مِنَ التّوَانِي ماَ يَكُوْنُ سَبَباً لِلْحِرْمَان

Sebagian kelambanan menyebabkan kegagalan.

مَنْ أَيْقَنَ باِلأَجْرِ رَغِبَ فِى الصّبْرِ

Barangsiapa yakin kepada pahala maka dia rela bersabar.

رُبَّ أَخٍ لَمْ تَجْمَعْكَ بِهِ الْوِلادَةُ

Terkadang ada saudara yang tak dilahirkan oleh ibumu.

لاَ يَرْتَفِعُ الرَّجُلِ فَوْقَ قَدْرِهِ إلاَّ لِذُلٍّ يَجِدُهُ فِى نَفْسِهِ

Seseorang tidak mengangkat dirinya melebihi kadarnya kecuali karena kerendahan yang dirasakan pada dirinya.

مَدْحُ الغائِبِ تَعْرِيْضٌ بِالحَاضِر

Memuji yang tidak hadir adalah celaan kepada yang hadir.

أَخِّرِ الشَّرَّ إِذَا شِئْتَ تَعْجِيْلَهُ

Akhirkanlah keburukan bila kamu ingin menyegerakannya.

ذَمُّ الإِنْسَانِ لِنَفْسِهِ فِى المَلاءِ مَدْحُ مِنْهُ لهَا فِى الخَلاءِ

Celaan seseorang terhadap dirinya di depan orang lain adalah sanjungan kepada dirinya di belakangnya.

بَطْنٌ جاَئِعٌ خَيْرٌ مِنْ ظُلْمٍ شَائِعٍ

Perut lapar lebih baik daripada kezhaliman yang merajalela.

Bahjatul Majalis, al-Hafizh Ibnu Abdul Bar.

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Senin,25 Maret 2013/13 Jumadil Awal 1434H

Print Friendly