Zuhud Terhadap Dunia

(ditulis oleh: Al-Ustadz Ahmad Hamdani)

‘Umar bin Al-Khaththab z mendatangi negeri Syam. Kedatangannya disambut para amir dan pembesar. ‘Umar berkata: “Di mana saudaraku Abu ‘Ubaidah?”
Mereka menjawab: “Ia akan datang kepadamu sekarang juga.”
Tak lama kemudian Abu ‘Ubaidah datang sambil menaiki seekor unta yang hidungnya diikat dengan tali. Ia mengucapkan salam kepada ‘Umar kemudian berkata kepada orang-orang: “Tinggalkanlah kami!”
‘Umar pun berjalan bersama Abu ‘Ubaidah hingga tiba di rumahnya. Ia pun singgah di dalam rumah itu. Ternyata di dalam rumah itu, ‘Umar tidak menjumpai barang apapun kecuali hanya pedang, perisai, dan pelana untuk kuda. Maka ‘Umar berkata: “Mengapa kamu tidak mengumpulkan harta?”
Abu ‘Ubaidah menjawab: “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya barang-barang inilah yang bisa menyampaikan kami ke tempat peristirahatan (akhirat) dengan selamat.” (Siyar A’lamin Nubala, 1/16)

Abdullah bin Mas’ud z berkata: “Barangsiapa yang menginginkan akhirat, berarti dia akan mengalami kesulitan di dunia. Barangsiapa menghendaki dunia, maka dia akan mengalami kesulitan di akhirat. Wahai sekalian manusia, bersusah payahlah kalian dengan sesuatu yang musnah untuk kebahagiaan yang kekal.” (Siyar A’lamin Nubala, 1/496)

Abu Ad-Darda z berkata: “Aku memohon perlindungan kepada Allah dari hati yang bercerai-berai.” Ia ditanya: “Bagaimana hati yang bercerai-berai itu?” Abu Ad-Darda menjawab: “Di setiap lembah milikku selalu ada hartanya.” (Siyar A’lamin Nubala, 2/348)

 

———-
Sumber: Asysyariah – www.asysyariah.com – Rabu, 9 November 2011/12 Dzulhijjah 1432H

Print Friendly