Mencintai Para Nabi

Pertanyaan: 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

(لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من والده وولده والناس أجمعين)

“Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga aku menjadi orang yang lebih ia cintai dari pada orang tuanya dan anaknya serta manusia seluruhnya”.

Apakah hukum pada hadits ini bersifat umum, yaitu mencakup semua para nabi atau hanya khusus bagi nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam saja?

Jawaban: 

hukum tersebut khusus bagi nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, ada pun para Nabi para Nabi (yang lain) maka tidak ada yang menunjukan hal itu, namun kita mencintai para Nabi karena kedudukan mereka sebagai pembenar dan sebagai penyampai risalah, juga kesabaran. Kita mencintai mereka karena Allah, mereka adalah orang yang paling kita cintai karena Allah. Sebagai mana kita wajib mencitai seseorang karena Allah, maka kita juga wajib mencintai para Nabi jauh lebih dari itu. Adapun menyamakan kecintai kepada para Nabi dengan kecintaan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam maka hal itu tidak ada dasarnya.

[Sumber: Kitab Silsilah Liqaat Al bab Al-Maftuh: 25/4, lihat Maktabah Syamilah ]
———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Senin,14 Januari 2013/2 Rabiul Awal 1434H

Print Friendly