Keutamaan Anak Perempuan

Edisi Th. XVIII No. 913/ Jum`at II/Jumadil Tsani 1434 H/ 10 Mei 2013 M.

Ketika sepasang suami istri mendambakan kelahiran sang anak, banyak yang mendambakan agar yang lahir nanti adalah seorang lelaki sebagai penerusnya kelak. Ketika Allah Ta”ala menakdirkan bahwa mereka diberi amanat untuk mendidik anak perempuan, sebagian mereka pun bersedih, kecewa bahkan marah kepada sang istri yang tak kunjung melahirkan anak laki-laki. Mungkin bagi yang sudah punya 2 putri akan mendambakan bahwa yang ketiga adalah laki-laki, sehingga ketika yang terlahir adalah perempuan lagi, ada raut kecewa terpancar dari mereka.

Hakikatnya kekecewaan seperti ini serupa dengan kaum Jahiliyah yang Allah Ta”ala kabarkan dalam firman-Nya, artinya, “Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. an-Nahl; 58-59)

Lalu Allah Ta”ala mencela perbuatan kaum Jahiliyah ini dengan firman-Nya, artinya, “dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh,” (QS. at-Takwir: 8-9)

Rasulullah Shalallahu “alaihi Wasallam pun bersabda, “Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka pada ibu, menolak untuk memberikan hak orang lain dan menuntut apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci bagi kalian banyak menyebar gosip, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta.” (HR. al-Bukhari, no. 5975 dan Muslim, no. 593)

Demikianlah perilaku kaum Jahiliyah yang sangat membenci anak perempuan bahkan tega untuk menguburnya hidup-hidup. Dan yang sangat disayangkan, banyak kaum muslimin yang hampir menyerupai mereka dalam hal kebencian terhadap anak perempuan. Padahal kalau seandainya mereka mengetahui ada pahala besar menanti mereka ketika dengan legawa menerima kehadiran anak perempuan dan mendidiknya dengan benar, maka niscaya tak ada lagi kesedihan yang memayungi mereka. Bahkan Imam Muslim Rahimahullah meletakkan satu bab khusus dalam kitab Shahih Muslim dengan judul, “Keutamaan berbuat baik pada anak-anak perempuan”

Lalu apa keutamaan mendidik anak perempuan?

Pertama; Anak perempuan adalah anugerah dari Allah Ta”ala

Allah Ta”ala berfirman, artinya, “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia membuat mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha Kuasa.”  (QS. asy-Syura: 49-50).

Az-Zuhaili Rahimahullah mengatakan bahwa Allah Ta”ala mendahulukan penyebutan anak-anak perempuan sebagai bentuk perhatian dan penjagaan Allah Ta”ala kepada mereka karena kelemahan mereka dan sebagai bantahan kepada orang Arab (Jahiliyyah) karena benci dengan anak perempuan. (lihat Tafsir Al-Munir li Az-Zuhaili, 25/101 (Maktabah Syamilah))

Kedua; Menjadi sebab orangtua masuk Surga.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu anha, beliau Radhiyallahu anha berkata, “Seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa dua anak perempuannya, lalu aku memberinya tiga buah kurma. Kemudian dia memberi untuk anaknya masing-masing satu buah kurma, dan satu kurma ingin dia masukkan ke mulutnya untuk dimakan sendiri. Namun kedua anaknya meminta kurma tersebut. Maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dia makan untuk diberikan kepada kedua anaknya. Peristiwa itu membuatku takjub sehingga aku ceritakan perbuatan wanita tadi kepada Rasulullah Shalallahu “alaihi Wasallam. Maka Nabi Shalallahu “alaihi Wasallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya Surga dan membebaskannya dari Neraka.”” (HR. Muslim, no.6863).

Rasulullah Shalallahu “alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa yang memiliki tiga orang anak perempuan yang dia jaga, dia cukupi dan dia sayangi, maka pasti baginya Surga.” Seseorang bertanya, “Dua juga, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Dan dua juga.” (Shahih al-Adabul Mufrad, no. 78/58)

Rasulullah Shalallahu “alaihi Wasallam juga bersabda,

مَا مِن مُسلم تُدرِكُهُ ابنَتَان فَيُحْسِنُ صُحبتَهُمَا إِلاَّ أَدخلتَاهُ الجَنَّة

“Tidaklah seorang muslim yang memiliki dua anak perempuan yang telah dewasa, lalu dia berbuat baik pada keduanya, kecuali mereka berdua akan memasukkannya ke dalam Surga.” (Shahih al-Adabul Mufrad, no. 77/57)

Ketiga; Menjadi penghalang siksa Neraka

Rasulullah Shalallahu “alaihi Wasallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَكُونُ لَهُ ثَلاثُ بناتٍ فَيُنْفِقُ عَلَيْهِنَّ حَتَّى يَبِنَّ أَوْ يَمُتْنَ إِلا كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّار فَقَالَتِ امْرَأَةٌ: أَوِ اثْنَتَانِ؟ قَالَ:وَثِنْتَانِ

“Tidaklah seorang muslim memiliki tiga orang putri kemudian menafkahinya sampai mereka menikah atau meninggal, kecuali mereka akan menjadi penghalang dari Api Neraka.” Kemudian ada seorang perempuan bertanya, “Atau dua juga?” Rasulullah Shalallahu “alaihi Wasallam menjawab, “Dua juga.” (HR. at-Tabrani, berkata Syaikh al-Albani dalam Shahih Targhib wa Tarhib, no 1972, “Hasan Lighairihi”)

Dalam hadits lain dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiyallahu “anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu “alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلَاثُ بَنَاتٍ فَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ فَأَطْعَمَهُنَّ وَسَقَاهُنَّ وَكَسَاهُنَّ مِنْ جِدَّتِهِ ، كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa yang memiliki tiga orang anak perempuan, lalu dia bersabar atas mereka, memberi mereka pakaian dari hartanya, maka mereka menjadi penghalang baginya dari api neraka.” (Shahih al-Adabul Mufrad, no. 76/56)

Keempat; Berdampingan dengan Rasulullah Shalallahu “alaihi Wasallam pada Hari Kiamat

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu “anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shalallahu “alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

“Barangsiapa yang memelihara dua anak perempuan hingga dewasa, dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aku dan dia (seperti ini).” Beliau menggabungkan jari-jemarinya. (HR. Muslim. no. 6864)

Imam an-Nawawi Rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud

(عَالَ)

adalah menunaikan hak-hak dengan menafkahi dan mendidik mereka serta memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lainnya.” (Syarhu Shahih Muslim li an-Nawawi, 8/472)

Kelima; Menyerupai Rasulullah Shalallahu “alaihi Wasallam

Karena Rasulullah Shalallahu “alaihi Wasallam memiliki empat orang anak perempuan yang lahir dari Khadijah Radhiyallahu “anha. Mereka adalah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah. Bahkan Fatimah Radhiyallahu “anha mendapat keutamaan besar dengan menjadi wanita terbaik penghuni Surga. Rasulullah Shalallahu “alaihi Wasallam bersabda,

أَفْضَلُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ: خَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ، وَآسِيَةُ بِنْتُ مُزَاحِمٍ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ، وَمَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ

“Sebaik-baik wanita penghuni Surga adalah Khadijah bintu Khuwailid, Fathimah bintu Muhammad, Asiyah bintu Muzahim istri Fir’aun, dan Maryam bintu ‘Imran.” (HR. Ahmad, no. 2668).

Contoh kasih sayang dengan anak perempuan

Sungguh contoh nyata ungkapan kasih sayang orangtua terhadap anak perempuan adalah seperti yang langsung dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu “alaihi Wasallam. ‘Aisyah Radhiyallahu “anha mengisahkannya kepada kita, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Nabi Shalallahu “alaihi Wasallam dalam cara bicara maupun duduk dari Fathimah.” ‘Aisyah berkata lagi, “Adalah Nabi Shalallahu “alaihi Wasallam jika melihat Fathimah datang, beliau Shalallahu “alaihi Wasallam mengucapkan selamat datang padanya, lalu berdiri menyambutnya dan menciumnya, kemudian beliau menggandeng tangannya sampai beliau dudukkan Fathimah di tempat duduk beliau. Demikian pula ketika Nabi Shalallahu “alaihi Wasallam datang padanya, maka Fathimah Radhiyallahu “anha mengucapkan selamat datang pada beliau, kemudian berdiri menyambutnya, menggandeng tangannya, lalu menciumnya.” (Shahih al-Adabul Mufrad, no. 947/729)

Contoh lainnya seperti dilakukan oleh sahabat terbaik Rasulullah Shalallahu “alaihi Wasallam Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu “anhu. kisahnya diceritakan oleh al-Bara’ bin ‘Azib Radhiyallahu “anhu, “Aku pernah masuk bersama Abu Bakar Radhiyallahu “anhu menemui keluarganya. Ternyata ‘Aisyah Radhiyallahu “anha putrinya sedang terbaring sakit panas. Aku pun melihat Abu Bakar Radhiyallahu “anha mencium pipi putrinya sambil bertanya, ‘Bagaimana keadaanmu, wahai putriku?’”(HR. al-Bukhari, no. 3918)

Demikianlah keindahan dan pahala besar bagi yang memiliki anak perempuan, semoga hadirnya tulisan ini bisa menjadi pencerah bagi siapapun yang punya anak perempuan. Wallahu a’lam (Redaksi)

[Sumber: Diambil dari berbagai sumber]

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Selasa, 7 Mei 2013/26 Jumadil Akhir 1434H

Print Friendly