KIKIR Sifat Tercela

Kikir adalah menahan apa yang seharusnya diberikan. Rasulullah bersabda, “Orang bakhil adalah siapa yang namaku disebut di sisinya, namun dia tidak bershalawat kepadaku.” Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan beliau mengatakan, “Hasan shahih.” Rasulullah menyebutnya kikir karena dia menahan apa yang seharusnya diucapkan, tidak memberikan apa yang semestinya diberikan yaitu ucapan shalawat padahal ia sangat ringan dan mudah. Hindun istri Abu Sufyan berkata kepada Rasulullah, “Rasulullah, Abu Sufyan adalah suami bakhil, tidak memberiku apa yang cukup untukku dan anak-anakku.” Wanita ini menyifati suaminya dengan kikir, karena dia tidak memberikan apa yang sepatutnya dia berikan kepada keluarganya.

Kikir adalah sifat tercela, membinasakan orang-orang dahulu, membuat mereka saling menumpahkan darah dan saling menghalalkan kehormatan di antara mereka. Kikir adalah keburukan, seorang malaikat berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebinasaan kepada orang kikir.”

Apa yang dipegang orang kikir adalah bukan miliknya tetapi milik orang, dia hanya memegang dan menjaga sesuatu yang bukan miliknya.

Orang kikir melihat jalan harta hanya satu
Orang dermawan melihat jalan harta banyak.

Karena sifat ini adalah sifat tercela, maka ia menjadi bahan olok-olokan, siapa yang memiliki akan menjadi bahan ejekan, “Orang-orang yang kikir dan memerintahkan orang lain berbuat kikir, menyembunyikan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada mereka.” An-Nisa`: 37.

Mereka ini adalah orang-orang yang sangat kikir, sampai-sampai saat tamu datang dan anjing mereka menggonggong sebagai tanda datangnya orang asing, mereka tidak mau menyuguhkan apa pun kepadanya, mereka menyuruh ibu mereka agar mengencingi tungku yang menyala supaya mati dan tidak terlihat memasak sesuatu.

Suatu kaum, bila anjing mereka menggonggongi para tamu
Mereka berkata kepada ibu mereka, kencinglah pada tungku.

Mereka adalah orang-orang yang bisu karena khawatir kedatangan tamu, hingga untuk shalat pun mereka tidak mengumandangkan adzan.

Anda melihat mereka bisu karena takut kepada tamu
Mereka mendatangi shalat tanpa mengumandangkan adzan.

Salah seorang dari para bukhala(orang-orang yang bakhil-ed), menutup mulutnya rapat-rapat seolah-olah giginya habis dicabut manakala mereka meminta kepadanya, walaupun hanya satu dirham.

Seolah-olah gigi Abu Marwan habis dicabut
Manakala orang-orang berkata, beri kami satu dirham.

Karena salah satu fungsi tangan adalah untuk memberi, maka bila kedua tangan ditahan atau tertahan, itu artinya pemiliknya tidak mau memberi.

Kedua tangannya kaku, dia tak sanggup mengulurkan keduanya
Seolah-olah kedua telapaknya ditancap dengan paku-paku.

Seolah-olah kedua telapak tangannya tercipta dari batu
Kedua tangannya tak pernah beramal dengan memberi
Dia selalu bertayamum di darat dan di laut
Karena takut kedua telapak tangannya terlihat basah.

Orang ini tidak hanya kikir kepada manusia, lebih, dia kikir sampai kepada hewan, hingga dia berusaha menahan kotoran kendaraannya dalam perutnya agar tidak keluar, karena bila keluar maka ia dimanfaatkan oleh burung.

Dia menahan kotoran baghalnya di dalam ususnya
Karena khawatir bijinya dipatok oleh burung-burung.

Orang ini tidak hanya kikir kepada orang lain, lebih, karena dia kikir terhadap dirinya sendiri, bahkan lebih karena kikirnya sampai merambah kepada hidupnya, nafasnya.

Isa kikir terhadap nafasnya
Padahal ia tidak abadi selamanya
Seandainya dia bisa karena kikirnya
Maka dia bernafas dengan satu lubang hidung. Wallahu a’lam.

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Kamis, 5 Juli 2012/15 Sya’ban 1433H

Print Friendly