Tafsir Surat Ali Imran Ayat 1-6

Allah berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الم {1} اللهُ لآَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ {2} نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنزَلَ التَّوْرَاةَ وَاْلإْنجِيلَ {3} مِن قَبْلُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَأَنزَلَ الْفُرْقَانَ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِئَايَاتِ اللهِ لَهُمْ عَذَابُُ شَدِيدُُ وَاللهُ عَزِيزُُ ذُوانْتِقَامٍ {4} إِنَّ اللهَ لاَ يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءُُ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَآءِ {5} هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي اْلأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَآءُ لآَإِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ {6}

“Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang”

“Alif lam mim. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya. Dia menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, sebelum (al-Qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan al-Furqan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa). Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendakiNya. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Ali Imran: 1-6).
______________________________

Tafsir Ayat :

(1) (الم) “Alif lam mim” adalah di antara huruf-huruf yang tidak ada yang mengetahui maknanya kecuali Allah.

(2) Allah memberitakan bahwa Dia (الْحَيُّ) “Hidup kekal” ialah: hidup yang sempurna, (الْقَيُّومُ) “Terus menerus mengurus makhlukNya”; yang melakukannya sendiri dan mengurus segala kondisi makhluk-Nya, di mana Allah telah mengurus kondisi agama, kondisi dunia dan kondisi takdir-takdir mereka, lalu Allah menurunkan kepada RasulNya, Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam al-Kitab dengan kebenaran, yang tidak ada keraguan padanya, dan kitab itu mencakup kebenaran.

(3-4) (مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْه) “Membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya”; dari kitab-kitab suci, artinya, kitab ini mempersaksikan apa yang dipersaksikan oleh kitab-kitab tersebut, dan membenarkan para Rasul yang membawa kitab-kitab tersebut. Demikian juga, (وَأَنزَلَ التَّوْرَاةَ وَاْلإْنجِيلَ مِن قَبْلُ) ”Dan menurunkan Taurat dan Injil sebelum al-Qur’an)” yaitu kitab Allah ini, (هُدًى لِّلنَّاسِ) “Menjadi petunjuk bagi manusia;” dan Allah menyempurnakan risalah dan menutupnya dengan Muhammadshallallohu ‘alaihi wa sallam dan kitabnya yang agung, yang dengannya Allah memberikan petunjukNya kepada makhluk dari kesesatan dan menyelamatkan mereka dari kebodohan, dan dengannya Allah memisahkan antara kebenaran dan kebatilan, kebahagiaan dan kesengsaraan, jalan yang lurus dan jalan ke neraka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya dan mengambil petunjuk niscaya mereka akan memperoleh kebaikan yang melimpah dan pahala yang segera maupun yang tertunda dan, (الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَياَتِ اللهِ) ”orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah” yang telah dijelaskan oleh Allah dalam KitabNya dan melalui lisan RasulNya, (لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَاللهُ عَزِيزُُ ذُوانْتِقَامٍ ) “Akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha perkasa lagi mempunyai balasan (siksa)” bagi orang-orang yang maksiat kepadaNya.

(5-6) Dan di antara kesempurnaan pengaturanNya (atas hamba-hambaNya) ta’ala adalah bahwa ilmuNya meliputi seluruh makhluk, (لاَ يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ في اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ) ; ”Bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit” hingga apa yang ada di dalam perut wanita-wanita hamil, Allah-lah, (الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي اْلأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَآءُ) ”yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendakiNya” berupa laki-laki, wanita, bentuk yang sempurna, bentuk yang cacat yang selalu berganti dalam tahapan pembentukanNya dan keindahan hikmahNya, oleh karena itu Dzat yang seperti ini terhadap hamba-hambaNya dan perhatianNya yang besar terhadap kondisi mereka dari permulaan ketika Dia menciptakan mereka hingga akhir dari perkara mereka, tidak ada sekutu bagiNya dalam semua itu. Maka menjadi jelas bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Dia, ( لاَإِلهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ); “Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Mahaperkasa”; Yang menguasai segala makhluk dengan kekuatanNya, dan Perkasa dari sifat kekurangan atau dari sifat tercela, (الْحَكِيمُ) ”Lagi Mahabijaksana” dalam penciptaanNya dan syariatNya.

[Sumber: Tafsir as-Sa’di, oleh syaikh Abdur Rahman bin Nashir as-Sa’di]
———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Rabu,19 Desember 2012/5 Safar 1434H

Print Friendly