Menasehati Mertua..!!

Oleh: Ustadz Izzudin Karimi, Lc

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh,

Saya bertanya pak Ustadz, pertanyaan saya aga aneh apa hukumnya menasehati mertua? Saya merasa bersalah setelah menasehati mertua saya, karna saya melihat kelakuannya yang menyimpang mohon penjelasannya

Wassalamu’alaikum warhamatullaahi wabarakatuh.

Hormat Saya : Endar

Jawaban:

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.

Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam kepadaRasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Amma ba’du.

Pada asalnya dalam masalah ini tidak perlu merasa harus merasa bersalah bila tidak melakukan kesalahan. Nasihat menasihati, dan saling mengingatkan termasuk tuntunan luhur agama ini, agama Islam, karena bayangkan apa jadinya hidup ini bila tidak ada nasihat menasihati? Yang salah akan terus salah, sementara yang benar tetap cuek, acuh tak acuh, merasa cukup baik sendiri, tidak mencoba memperbaiki.

Nasihat bukan monopoli yang muda, sebaliknya yang tua pun bisa jadi sasaran nasihat bila perilakunya tidak benar. Hanya saja yang patut diperhatikan adalah cara, bahasa, keadaan saat menyampaikannya, karena bagaimana pun mertua lebih tua yang tentu tidak sama dengan adik atau saudara Anda saat Anda hendak menasihati.

Shalawat dan salam kepada Rasulullah.

Wassalamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakatuh.

Artikel Terkait:
1.

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Selasa, 3 Mei 2011/29 Jumadil Awal 1432H

Print Friendly