Ambisi dan Harapan

Keinginan kuat untuk makan buah surga yang Allah larang membuat Adam diturunkan darinya. Ambisi yang kuat termasuk jalan kematian. Al-Ahnaf berkata, “Akibat dari ambisi adalah kegagalan dan orang yang berambisi hanya meraih bagiannya.”

Al-Hasan al-Bashri berkata, “Bila harapan melebar, maka amal menjadi membosankan.” Barangsiapa memanjangkan harapan maka dia mematikan amal perbuatan.

Harapan terjadi karena ada sebab, sedangkan pintu angan selalu terbuka bagi siapa yang ingin memasukinya. Sebagian ahli hikmah berkata, “Rizki sudah dibagi, orang yang berambisi terhalangi, orang yang hasad selalu gundah dan orang yang kikir tercela.”

Mahmud al-Warraq berkata,

Jiwa yang kaya mencukupimu bila kamu menerima
Banyak tetap tidak cukup bagimu bila kamu merasa kurang

Rasulullah bersabda, “Kaya bukan dengan banyaknya harta akan tetapi kaya adalah kaya jiwa.” Muttafaq alaihi. Bila seseorang selalu berambisi maka dia masih membutuhkan dan membutuhkan adalah kefakiran.

Seorang penyair berkata,

Wahai manusia, aku mempunyai harapan
Namun ajal lebih cepat sehingga ia tak terwujud
Hendaknya seseorang bertakwa kepada Allah
Selama masih mungkin beramal dalam hidupnya.

Abu al-Atahiyah berkata,

Mahatinggi Allah wahai Salm bin Amru
Ambisi telah merendahkan leher manusia.

Abu al-Fath Kusyajim berkata,

Ambisi terhadap harta merendahkan seseorang
Sementara qana’ah memberinya kemuliaan yang tinggi.

Muslim bin Qutaibah berkata, “Ambisi tinggi adalah kerendahan sebelum diraihnya harapan.” Dawud ath-Tha`i berkata, “Wahai manusia, kamu mengendarai ambisi, maka ia melupakanmu dari ajal.”

Seorang penyair berkata,

Semua orang berharap tambahan ajal
Dan kematian adalah pemutus harapan.

Mahmud al-Warraq berkata,

Aku melihat kekayaan semakin membuatmu berambisi
Terhadap dunia seolah-olah kamu tak pernah mati
Adakah kamu memilikirkan sebuah batas akhir, bila
Kamu sampai padanya, kamu berkata, cukup aku rela.

Bakr bin Hammad berkata,

Manusia sangat ambisius terhadap dunia pada ia rusak
Kejernihannya bagimu tercampur dengan kekeruhan.

Rasulullah bersabda, “Berusahalah dalam perkara yang bermanfaat bagimu dan jangan melemah.” Wallahu a’lam.

(Bahjatul Majalis, Hafizh Abu Umar Ibnu Abdul Bar).

 

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Senin,28 Mei 2012/7 Rajab 1433H

Print Friendly