Hukum Melaknat Pelaku Maksiat Dan Seorang Yang Dhalim

Pertanyaan:

Apakah boleh melaknat orang yang berbuat maksiat atau seseorang yang berbuat dhalim, yang mana ia mendhalimi saya dengan perkataan dan perbuat, kemudian aku melaknatnya, apakah hal itu bolah?

Jawaban:

Tidak pantas bagi seorang muslim banyak melaknat, berkata dan berbuat keji, wajib baginya menjaga lisan dari cacian dan makian, walaupun orang mencacinya, hendaknya ia tidak membalasnya dengan semisalnya, ini sesuai dengan firman Allah ta’ala:

{ وَلا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ } [ فصلت : 34 . ]

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan.Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik. (QS. Fushilat:34)

Dan bisa jadi orang yang engkau laknat adalah orang yang sebenarnya tidak pantas dilaknat, maka hal itu menyebabkan dosanya kembali kepadmu.

[Sumber: Al-Muntaqa Min Fatawa fadilah Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah al-Fauzan jilid 16/94]
———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Rabu,17 April 2013/6 Jumadil Akhir 1434H

Print Friendly