Ma’rifatul Al-Alqaab (Pengetahuan Tentang Laqob/Julukan Perawi Hadits)

Banyak orang dari kalangan Ulama yang telah menulis dalam bidang ilmu ini (ilmu tentang laqob-laqob perawi), di antaranya adalah Abu Bakr Ahmad bin ‘Abdirrahman asy-Syairazi, dan kitabnya dalam masalah tersebut sangat bermanfaat. Kemudian setelah beliau ada Abu Fadhl bin al-Falaki al-Hafizh yang juga menulis kitab dalam bidang ini.

Dan faidah perhatian terhadap hal tersebut adalah agar tidak dikira bahwa laqob (julukan) ini adalah milik orang lain. Dan jika julukan tersebut adalah sesuatu yang dibenci oleh pemilikinya (seperti al-A’raj dll), maka para Imam ahli Hadits menyebutkannya sebagai bentuk ta’rif (definisi/pengenalan) dan tamyiz (pembeda) saja, bukan sebagai bentuk penghinaan, celaan atau olok-olokan. Wallahu al-Muwaffiq Ilash Shawaab.

Al-Hafizh ‘Abdul Ghani bin Sa’id al-Mishri rahimahullah berkata:” Dua orang (perawi) yang mulia yang digelari dengan laqob yang buruk, yaitu Mu’awiyyah bin ‘Abdul Karim “Adh-Dhol” (yang tersesat), hal itu hanyalah dikarenakan dia pernah tersesat ketika berjalan menuju Mekah. Dan Abdullah bin Muhammad “Adh-Dha’if” (yang lemah), dan hal itu karena dia lemah dalam jasmaninya (badannya), bukan lemah dalam (hafalan) haditsnya.”

Ibnu Shalah rahimahullah berkata:” Dan yang ketiga adalah “Gharim” Abu an-Nu’man Muhammad bin al-Fadhl as-Sadusi, dia adalah seorang budak yang shalih dan jauh dari sifat gharim. Gharim adalah orang jahat dan perusak.”

غندر/Ghundar adalah laqob untuk sejumlah orang yang bernama hampir sama (semuanya adalah Muhammad bin Ja’far), yaitu julukan untuk Muhammad bin Ja’far al-Bashri rahimahullah seorang perawi hadits dari Syu’bah rahimahullah, untuk Muhammad bin Ja’far ar-Raazi rahimahullah yang meriwayatkan hadits dari Abu Hatim ar-Raazi rahimahullah, untuk Muhammad bin Ja’far al-Baghdadi al-Hafizh al-Jawwaal rahimahullah guru Abu Nu’aim al-Ashbahani rahimahullah dan untuk Muhammad bin Ja’far bin Durran al-Baghdadi rahimahullah yang telah meriwayatkan hadits dari Abu Khalifah al-Jumahi. Dan masih banyak lagi perawi yang dijuluki dengan laqob tersebut.

غنجار/Ghunjaar adalah laqob untuk perawi yang bernama ‘Isa bin Musa at-Tamimi Abu Ahmad al-Bukhari, hal ini dikarenakan merahnya pipi bagian atas, dia meriwayatkan hadits dari Imam Malik, ats-Tsauri dan selainnya rahimahumullah. Dan غنجار/Ghunjaar yang lain adalah perawi setelahnya yaitu Abu ‘Abdullah Muhammad bin Ahmad al-Bukhari al-Hafizh rahimahullah, penulis kitab Tarikh Bukhara, wafat tahun 412 H.

صاععقة/Sha’iqah julukan untuk Muhammad bin ‘Abdurrahim rahimahullah, guru Imam al-Bukhari rahimahullah, dikarenakan bagusnya pengkajian dia.

شباب/Syabab dia adalah Khalifah bin Khayath seorang ahli sejarah.

زُنَيْج/Zunaij laqob untuk Muhammad bin ‘Amr al-Ashbahani ar-Raazi rahimahullah guru Imam Muslim rahimahullah.

رسته/Rustah laqob untuk ‘Abdurrahman bin ‘Umar rahimahullah.

سنيد/ٍٍSunaid dia adalah al-Husain bin Daud rahimahullah seorang ahli tafsir.

نبدار/Bundar dia adalah Muhammad bin Basysyar rahimahullah gurunya al-Jama’ah (Imam Ahmad, al-Bukhari, Muslim dan Ashabus Sunan), diberi laqob dengan itu karena ia banyak meriwayatkan hadits.

قيصر/Qaishar laqob untuk Abu Nadhr Hasyim bin al-Qasim rahimahullah guru Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah.

الأخفش/al-Akhfasy laqob untuk sejumlah orang, di antaranya Ahmad bin ‘Imran al-Bashri an-Nahwi rahimahullah meriwayatkan hadits dari Zaid bin al-Hubab, beliau memiliki kitab Gharibul Muwatha’.

Ibnu ash-Shalah berkata:”Di kalangan ahli Nahwu ada tiga Akhaafisy (orang-orang yang dijuluki al-akhfasy) yang masyhur, yang paling tua adalah Abu Muhammad al-Khaththab ‘Abdul Hamid bin ‘Abdul Majid, dialah yang disebutkan oleh Sibawaih (ahli Nahwu) di dalam kitabnya yang masyhur yang bernama al-Kitab, yang kedua adalah Abul Hasan Sa’id bin Masy’adah salah seorang yang meriwatkan kitab Sibawaih dari Sibawaih, dan yang ketiga adalah Abul Hasan ‘Ali bin Sulaiman, murid Abul ‘Abbas Ahmad bin Yahya (Tsa’lab) dan Abul ‘Abbas Muhammad bin Yazil (al-Mubarrid).”

مربع/Murabba’ laqob untuk Shalih bin Muhammad al-Hafizh al-Baghdadi rahimahullah

كيلجة/Kilajah dia adalah Muhammad bin Shalih al-Baghdadi rahimahullah

ماغمّه/Maghammah dia adalah ‘Ali (bin al-Hasan bin) ‘Abdush Shamad al-Baghdadai al-Hafizh rahimahullah, dan dia disebut علان ماغمه, maka digabungkan untuknya dua laqob.

عبيد العجل/’Ubaidul ‘Ijl laqob untuk Abu ‘Abdullah al-Husain bin Muhammad bin Hatim al-Baghdadi al-Hafizh rahimahullah

Ibnu ash-Shalah rahimahullah berkata:” Mereka adalah orang-orang Baghdad dal Hafizh, semuanya adalah termasuk murid Yahya bin Ma’in dan dia lah yang memberi laqob tersebut kepada mereka”

سجادة/ٍSajaadah dia adalah al-Hasan bin Hammad rahimahullah, termasuk salah satu shahabat Waki’ rahimahullah, al-Husain bin Ahmad guru Ibnu ‘Adi rahimahullah.

عبدان/’Abdaan laqob untuk sejumlah o rang, di antaranya ‘Abdullah bin ‘Utsman rahimahullah guru Imam al-Bukhari.

Maka merekalah di antara orang-orang yang disebutkan oleh Syaikh Abu ‘Amr rahimahullah dan beliau menyebutkannya dengan detail dan panjang lebar. Wallahu A’lam.

(Sumber:الباعث الحثيث شرح اختصار علوم الحديث 206-209 karya Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah. Diterjemahkan dengan sedikit tambahan dan diposting oleh Abu Yusuf Sujono)

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Jumat,19 April 2013/8 Jumadil Akhir 1434H

Print Friendly