Tiga Perkara

Sufyan ats-Tsauri berkata, aku datang kepada Ja’far bin Muhammad, dia berkata, “Sufyan, bila Allah memberimu nikmat maka pujilah Dia; bila rizkimu seret maka beristighfarlah; bila kamu ditimpa sesuatu maka ucapkanlah, ‘La haula wa la quwwata illa billah’.”

Tiga hanya diketahui saat tiga: Orang santun saat marah, orang berani saat perang dan saudara saat membutuhkan.

Barangsiapa kehilangan tiga hal maka hidupnya buruk: Istri, harta dan saudara.

Tiga perkara, tidak ada ketenangan kecuali dengan membuangnya: Gigi keropos dan goyah, budak yang membangkang majikannya dan istri yang durhaka kepada suami.

Tiga hal pengeruh hidup: Tetangga buruk, anak durhaka dan istri yang berakhlak buruk.

Tiga orang, nasihat bagi mereka seperti menyiram air ke batu licin: Wanita tergila-gila kepada seorang laki-laki, laki-laki tua pecandu khamar dan raja fajir.

Tiga perkara, melakukannya adalah gambling: Minum racun dengan alasan punya penawarnya, menyeberangi laut mencari kekayaan dan membeberkan rahasia kepada wanita.

Tiga perkara termasuk kebaikan yang dipunyai oleh seseorang: Murah hati tanpa berharap balasan manusia, kelelahan bukan karena dunia dan tawadhu’ bukan karena kehinaan.

Tiga perkara, bisu tapi berbicara: Wajah ceria menunjukkan kebersihan dada, muka kusut menunjukkan pikiran yang kacau dan kecenderungan kepada perkara hina menunjukkan tabiat yang rendah.

Bahjatul Majalis, al-Hafizh Ibnu Abdul Bar.

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Jumat,14 September 2012/27 Syawal 1433H

Print Friendly