Jama’ah Ahlu Hadits (4)

Para Tokoh

Jam’ah Ahlus Hadits di semenanjung India mempunyai banyak tokoh ahli ilmu terkenal, di antara mereka adalah:

Pakistan

Syaikh Muhammad Dawud al-Ghaznawi, wafat tahun 1963 M, beliau termasuk pendiri Jam’iyah Ahlu Hadits di Pakistan dan ketuanya yang pertama, bersama Allamah Muhammad Ismail mendirikan Universitas as-Salafiyah di Faishal Abad, beliau aktif mengkampanyekan penegakan syariat Islam dan undang-undang Islam di bumi Pakistan, aktif dalam membendung arus bid’ah khususnya bid’ah Ahmadiyah Qadiyaniyah dan orang-orang pengingkar sunnah, ketika Universitas Islam Madinah lahir, beliau terpilih menjadi anggota Majlis Musytasyar pertama dan beliau ikut serta dalam meletakkan kurikulumnya.

Allamah Muhammad Ismail as-Salafi, kelahiran tahun 1314 H, tumbuh di keluarga beragama, menuntut ilmu dalam usia dini di tangan bapaknya sendiri, kemudian meneruskan pencarian kepada para ulama-ulama mulia di zamannya.

Allamah Muhammad termasuk pelopor terbentuknya Jam’iyah Ahlu Hadits di Pakistan, beliau mempunyai kegiatan-kegiatan dakwah yang berpengaruh di Pakistan, mengetuai staf pengajar di Universitas Muhammadiyah yang beliau dirikan, beliau dipilih sebagai pengawas pusat Jam’iyah di Punjab kemudian beliau terpilih sebagai sekjen bagi Lajnah Tanfidz Jam’iyah di Muktamar Delhi tahun 1946 H.

Pasca perpisahan India dengan Pakistan tahun 1947 M, beliau terpilih menjadi sekjen Jam’iyah Ahlu Hadits di Pakistan sampai beliau wafat tahun 1968 M. Syaikh Muhammad adalah salah satu anggota Majlis Tanfidzi bagi gerakan Khatm an-Nubuwwah untuk menghadapi fitnah Ahmadiyah Qadiyaniyah. Beliau mempunyai aktifitas dakwah, mengajar, memberi fatwa dan bimbingan di bumi Pakistan.

Syaikh mempunyai peran besar dalam membantu orang-orang muslim yang memilih menyeberang dari India ke Pakistan tahun 1947 M, di samping pendirian masjid-masjid dan sekolah-sekolah Islam. Syaikh juga mempunyai peran politik di Pakistan dalam bentuk tuntutan kepada Pemerintah Pakistan bersama Syaikh Muhammad Dawud al-Ghaznawi untuk menerapkan hukum berdasarkan syari’at Islam, dan pada tahun 1952 M, beliau dipilih menjadi anggota Lajnah peletak undang-undang Islam di Pakistan.

Beliau aktif menulis, di antara karyanya adalah syarah dan terjemah Misykah al-Masyabih dengan bahasa Urdu.

Allamah al-Muhaddits Abu Abdullah Muhammad bin Fadhluddin al-Ghandalawi, wafat tahun 1985 M, beliau adalah penerus Syaikh Muhammad bin Ismail dalam memimpin Jam’iyah.

Allamah Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir, alumni Universitas Islam Madinah, wafat tahun 1987 M, penulis banyak buku yang membantah ahli bid’ah, Syi’ah dan lain-lainnya.

Allamah al-Muhaddits Abu Muhammad Badi’uddin Syah ar-Rasyidi as-Sindi, salah seorang ulama besar di bidang sunnah di zaman modern, pemilik sanad yang bersambung kepada Nabi saw, mempunyai peran-peran aktif dan mulia di bidang ilmu al-Qur`an dan sunnah melalui karya-karya tulisnya. Mengajar di al-Haramain dan mempunyai murid-murid dalam jumlah besar dari semenanjung India dan lainnya.

Dari al-Mausu’ah al-Muyassarah, isyraf Dr. Mani’ al-Juhani.

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Jumat,30 November 1/24 -646H

Print Friendly