Anak Perempuan, Siapa Takut?

Penulis percaya Anda tidak takut, karena bisa jadi Anda termasuk orang-orang yang berpandangan bahwa anak laki-laki dengan anak perempuan adalah sama, atau Anda termasuk orang-orang yang menerima paket Allah Ta’ala sebagai sebuah anugerah besar, atau Anda memang tidak diberi anak perempuan, namun jika Anda termasuk orang-orang yang berharap anak laki-laki, bisa jadi karena anak-anak Anda perempuan semuanya atau memang Anda pengagum anak laki-laki, sehingga Anda pun berharap anak yang akan hadir berikut adalah anak laki-laki, dalam batas tertentu dan dengan kadar tertentu, ada perasaan takut, ada kekhawatiran, anak yang lahir tidak seperti yang diharapkan, “Jangan-jangan janin dalam istri saya ini perempuan.” Demikian mungkin kata hati Anda.

Penulis juga percaya bahwa Anda tidak separah orang-orang Jahiliyah di mana Allah Ta’ala berfirman tentang mereka, “Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (An-Nahl: 59-60). Atau kepercayaan penulis salah, tidak tertutup kemungkinan, karena terkadang dalam kondisi tertentu dan situasi khusus, sebagian ciri jahiliyah ini bisa bangkit kembali dari alam kuburnya. Apa pun semoga apa yang penulis catat berikut ini menenteramkan Anda manakala keinginan Anda tidak terkabul.

Penulis memperhatikan, ada dua alasan, ini menurut perhatian penulis bukan sebagai pembatasan atau harga mati, mengapa orang khawatir dengan anak perempuan. Pertama, karena dia tidak membawa nasab, dia memutus nasab, sebab nasab di bawa oleh anak laki-laki, anak laki-laki penyampung nasab. Kedua, menjaga, membesarkan dan mendidiknya lebih repot dan lebih susah, lebih memerlukan kehati-hatian, maklum anak perempuan, begitu kata orang, kalau anak laki-laki bisa diumbar, menjadi joko umbaran, tetapi tidak dengan anak perempuan.

Penulis akan memberikan ulasan tentang hal ini, secara umum dan secara khusus. Secara umum, penulis katakan bahwa:
1- Anak adalah murni anugerah, hal ini telah penulis katakan dalam makalah minggu yang lalu, Allah yang menghendaki dia lahir sebagai anak perempuan, barangkali jika anak perempuan Anda tahu Anda kurang suka terhadap anak perempuan, dia pun anak memohon kepada Allah agar diciptakan sebagai laki-laki, namun hal itu juga bukan merupakan kekuasaannya.

2- Tidak semua keinginan manusia itu terkabul, malah kadang-kadang kebaikan tersimpan pada keinginan yang tidak terkabul itu dan sebaliknya, tidak selamanya angin harus mengikuti ke mana perahu itu berlabuh, perkara ini juga telah penulis katakan sebelumnya. Siapa tahu Anda kurang suka terhadap anak perempuan “Perempuan lagi, perempuan lagi.” Begitu mungkin Anda berkata, entah di bibir atau di dalam hati, tetapi perlu Anda tahu bahwa di masyarakat kita ternyata anak perempuan lebih berguna bagi bapak ibu manakala keduanya berumur lanjut dan memerlukan perhatian, biasanya perhatian ini justru hadir dari anak perempuan.

3- Kehidupan mencatat dan bukti terbaik dan terkuat adalah kehidupan, bahwa tidak sedikit wanita shalihah, mulia, taat, berakhlak luhur yang menjadi sebab kebahagiaan bapak ibunya. Lihat Maryam ibu Isa alaihis salam, wanita yang melahirkan seorang nabi besar. Lihat Fatimah putri Nabi saw, dari rahimnya lahir dua sayyid pemuda ahli surga, Hasan dan Husain. Lihat Khadijah binti Khuwailid, Aisyah binti ash-Shiddiq dan wanita-wanita lainnya yang memberi pengaruh demikian besar terhadap kehidupan.

4- Anda tahu pahala besar yang tersimpan di balik mengasuh dan membesarkan anak perempuan? Ini yang mungkin membuat Anda khawatir mempunyai anak perempuan. Kalau demikian silakan Anda resapi hadits Nabi saw berikut:

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Aisyah berkata, “Seorang ibu bersama kedua puterinya datang kepadaku, ia meminta sesuatu kepadaku akan tetapi dia tidak mendapatkan apa-apa di sisiku kecuali satu butir kurma, kemudian aku mem-berikannya dan dia pun mengambilnya dariku, lalu membaginya kepada kedua puterinya sedangkan dia sama sekali tidak makan. Setelah itu dia berdiri dan keluar bersama kedua puterinya. Lalu Nabi saw datang dan aku menceritakan peristiwa tersebut. Nabi saw bersabda, “Barangsiapa diberi cobaan dengan anak-anak perempuan, lalu dia memperlakukan mereka dengan baik, maka anak perempuan itu menjadi tameng/tirai yang menghalangi dirinya dari Neraka.

Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Nabi saw bersabda, “Siapa yang mengurus dua anak perempuan sampai keduanya baligh, maka dia akan datang pada hari Kiamat bersamaku (seperti ini).” beliau (Rasulullah saw) menggabungkan jari-jemarinya.

Rasulullah saw menyatakan bahwa peluang terlindungi dari api neraka dan masuk surga datang dari anak perempuan bukan anak laki-laki.

5- Kelahiran anak perempuan bisa menumbuhkan kerendahan hati kepada sesama dan tawadhu’ di hadapan Allah Ta’ala, hal ini akan meninggikan derajat Anda di hari Kiamat, sebaliknya bisa sebaliknya.

6- Cobalah melihat kepada yang ada di bawah Anda, ini merupakan prinsip hidup dari Rasulullah saw yang membuat kehidupan seseorang tenang dan tenteram tanpa ada kehawatiran dan ketakutan. “Lihatlah kepada siapa yang ada di bawahmu dan jangan melihat siapa yang ada di atasmu, karena hal itu lebih membuatmu tidak mengecilkan nikmat Allah.” Diriwayatkan oleh Muslim.

Jika Anda diberi anak perempuan maka orang lain tidak diberi sama sekali. Jika Anda diberi anak perempuan yang sehat dan lengkap, maka orang lain diberi anak yang cacat atau sakit-sakitan yang mengharuskan bapak ibunya wira-wiri, mondar-mandir mengetuk pintu rumah sakit ini dan itu, dokter ini dan itu. Bahkan nabiyullah Sulaiman alahis salam yang dianugerahi oleh Allah sebuah kerajaan yang tidak akan pernah dimiliki oleh siapa pun sesudahnya, hanya diberi setengah bayi.

Nabi saw bersabda, “Sulaiman bin Dawud berkata, ‘Sungguh, aku akan menggilir sembilan puluh isteriku pada malam ini, masing-masing akan melahirkan satu orang pejuang yang akan berjuang di jalan Allah.’ Lalu sahabatnya berkata, ‘Ucapkan insya Allah!’ tetapi beliau tidak mengucapkannya, akhirnya dia menggauli semua isterinya itu, dan tidak satu orang pun dari mereka hamil ke-cuali satu isteri saja yang melahirkan anak dengan wujud se-tengah manusia. Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya, seandainya dia mengucapkan, ‘Insya Allah,’ niscaya mereka semua akan (melahirkan) para pejuang yang berjuang di jalan Allah.” Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah.

Ini penjelasan secara umum, adapun penjelasannya secara khusus maka bisa dilanjut, semoga dengan ini Anda tidak lagi sempit dada, bersedih, menyesal dan marah hanya karena istri Anda melahirkan anak perempuan, semoga anak perempuan Anda membawa kebaikan dunia dan akhirat. Ucapkan segala puji bagi Allah, syukurilah nikmatNya, anugerahNya dan karuniaNya. (Izzudin Karimi)


———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Jumat,29 Mei 2009/4 Jumadil Akhir 1430H

Print Friendly