Bab Penjelasan Nama-nama Yang Paling Disukai Allah

Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim, Kitab al-Adab, Bab an-Nahyu an at-Takanni bi Abi al-Qasim, 3/1682, no. 2132. dari Ibnu Umar radiyallahu ‘anhu , dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ أَحَبَّ أَسْمَائِكُمْ إِلَى اللهِ سبحانه و تعالى عَبْدُ اللهِ وَعَبْدُ الرَّحْمنِ.

‘Sesungguhnya nama-nama kalian yang paling disukai Allah Subhanahu waTa`ala adalah Abdullah dan Abdur-rahman’.

Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Jabir radiyallahu ‘anhu, dia berkata,

وُلِدَ لِرَجُلٍ مِنَّا غُلاَمٌ، فَسَمَّاهُ الْقَاسِمَ، فَقُلْنَا: لاَ نَكْنِيْكَ أَبَا الْقَاسِمِ، وَلاَ كَرَامَةَ. فَأُخْبِرَ النَّبِيُّ صلى الله عليه و سلم، فَقَالَ: سَمِّ ابْنَكَ عَبْدَ الرَّحْمنِ.

“Seorang bayi telah dilahirkan untuk seseorang di antara kami, lalu dia memberinya nama al-Qasim, maka kami berkata, ‘Kami tidak akan memberikan kuniyah kepadamu Abu al-Qasim dan tidak pula kemuliaan.’ Perkara tersebut diceritakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam , maka beliau bersabda, ‘Namakanlah anakmu dengan Abdurrahman’.”

Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Kitab al-Khumus, Bab Fainna Lillah Khumusahu wa Li ar-Rasul , 6/217, no. 3114 dan 3115; dan Muslim, Ibid., 3/1682, no. 2133.

Kami meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud, Sunan an-Nasa`i dan selain keduanya, dari Abu Wahb al-Jusyami ash-Shahabi radiyallahu ‘Anhhu , dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

تَسَمَّوْا بِأَسْمَاءِ اْلأَنْبِيَاءِ. وَأَحَبُّ اْلأَسْمَاءِ إِلَى اللهِ سبحانه و تعالى: عَبْدُ اللهِ وَعَبْدُ الرَّحْمنِ، وَأَصْدَقُهَا: حَارِثٌ وَهَمَّامٌ، وَأَقْبَحُهَا: حَرْبٌ وَمُرَّةُ.

‘Namakanlah diri kalian dengan nama-nama nabi, dan nama yang paling disukai Allah Subhanahu waTa`ala adalah Abdullah dan Abdurrahman, dan yang paling benar di antaranya adalah Harits dan Ham-mam, sedangkan yang paling buruk di antaranya adalah Harb dan Murrah’.”

Dhaif dengan kesempurnaan lafazh ini: Diriwayatkan oleh Ahmad 4/345; al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad no. 814, dan dalam at-Tarikh 9/78; Abu Dawud, Kitab al-Adab, Bab Taghyir al-Asma`, 2/705, no. 4950; an-Nasa`i, Kitab al-Khail, Bab Ma Yustahab Min Syiyah al-Khail, 2/218, no. 3567; Abu Ya’la no. 7169; ath-Thabrani 22/380, no, 949; al-Baihaqi 9/306; Ibnu Asakir 56/91: diriwayatkan dari jalur Hisyam bin Sa’id ath-Thalaqani, Muhammad bin al-Muhajir telah menceritakan kepada kami, Aqil bin Syabib telah menceritakan kepadaku, dari Abu Wahb al-Jusyami dengan hadits tersebut.

Sumber : Ensiklopedia Dzikir Dan Do’a, Imam Nawawi, Pustaka Sahifa Jakarta. Disadur oleh Yusuf Al-Lomboky

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Jumat,31 Desember 2010/24 Muharram 1432H

Print Friendly