Jama’ah Ahlu Hadits (2)

Fokus Gerakan

2- Karya Ilmiah

Ahlu Hadits mempunyai peranan yang menonjol dalam menghidupkan dan menyebarkan warisan karya ilmiah Islam melalui perhatian besar mereka terhadap penulisan dan penyusunan buku di bidang al-Qur`an dan ilmu-ilmunya, hadits dan ilmu-ilmunya, sunnah dan syarah-syarahnya, di samping pembelaan terhadap akidah, bantahan terhadap ahli bid’ah dan para pengusung akidah sesat, maka lahirlah di kalangan mereka para ulama hadits.

Di antara tokoh mereka di bidang ini adalah Allamah an-Nawab Shiddiq Hasan Khan al-Bopali yang wafat tahun 1307 H, penguasa Bopal yang menyibukkan diri dengan menulis dan menyusun serta menyebarkan buku-buku hadits dan kitab-kitab sunnah, yang bersangkutan menulis kurang lebih tiga ratus buku di samping kesibukannya sebagai pemimpin.

Allamah Shiddiq juga membentuk majlis ilmiah yang terdiri dari para ulama dengan manhaj salaf untuk mengemban tugas menulis, menyusun, menerjemah dan memberi manfaat ilmu Islam kepada kaum muslimin melalui pendidikan dan pengajaran, demi tujuan tersebut Allamah mendirikan percetakan-percetakan dengan dana pribadinya untuk mencetak, menyebarkan dan mendistribusikan buku-buku salaf shalih khususnya yang berkaitan dengan akidah, tafsir dan hadits.

3- Medan Pengajaran

Ahlu Hadits mempunyai andil besar di bidang pendidikan dan pengajaran melalui pendirian madarasah-madrasah dan universitas-universitas, salah satu tokoh mereka yang terkenal di lahan ini adalah Allamah Syaikh Nadzir Husain ad-Dahlawi al-Muhaddits yang wafat tahun 1320 H.

Allamah Nadzir memegang kepemimpinan hadits di semenanjung India, mengajar hadits dan ilmu-ilmu syar’i di Delhi selama enam puluh tahun, di samping aktifitas dakwahnya kepada Islam yang shahih, sehingga dikatakan bahwa di masanya ada sekitar dua juta kaum muslimin yang bertaubat di tangannya dengan memeluk akidah Islam yang shahih dan membuang akidah syirik.

Allamah Nadzir mencetak ulama-ulama besar di bidang dakwah dan sunnah seperti Imam Muhaddits Abdullah al-Ghaznawi yang wafat tahun 1298 H. Syamsul Haq al-Azhim al-Abadi yang wafat tahun 1329 H penulis Aun al-Ma’bud Syarah Sunan Abu Dawud, Allamah Abdurrahman al-Mubarakfuri yang wafat tahun 1353 H penulis Tuhfah al-Ahwadzi Syarah Sunan at-Tirmidzi, Allamah Muhammad Basyir as-Sahsawani yang wafat tahun 1326 penulis Shiyanah al-Insan an Waswasah Syaikh Dahlan, Syaikh Abdullah bin Idris as-Sanusi al-Maghribi, Syaikh Muhammad bin Nashir al-Mubarak an-Najdi, Syaikh Saad bin Hamd bin Atiq an-Najdi, yang menyebarkan sanad syaikhnya di bumi Nejed dan Hejaz.

Madrasah Allamah Nadzir di Delhi masih berkibar sampai saat ini dengan nama Universitas Sayyid Nadzir Husain ad-Dahlawi yang melahirkan banyak da’i dan ulama.

Dari al-Mausu’ah al-Muyassarah, isyraf Dr. Mani’ al-Juhani.

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Rabu, 7 April 2010/22 Rabiul Akhir 1431H

Print Friendly