Al-babiyah Atau Al-bahaiyah (3)

Akar Keyakinan dan Pemikiran

Aliran ini berakar kepada Rafidhah Imamiyah, Syaikhiyah para pengkut Syaikh Ahmad al-Ihsa`i, Zionisme dan Yahudi internasional.

Kantong Aliran

Mayoritas Bahaiyin hidup di Iran, sebagian dari mereka juga ada di negeri-negeri Arab lainnya seperti Irak, Suriah, Lebanon dan Palestina, di negara yang terakhir inilah markas mereka berada dibawah naungan Zionis Yahudi.

Mereka juga mempunyai pengikut di Mesir, namun pemerintah Mesir membubarkan mereka dengan keputusan presiden no. 263 tahun 1960 M.

Mereka juga mempunyai beberapa cabang di Afrika: di Ethiopia, Adis Ababa, Kampala Uganda, Lusaka Zambia, di kota terakhir ini dilangsungkan muktamar tahunan mereka, dari 23 Mei sampi 13 Juni 1989 M. Aliran ini juga mempunyai cabang di Karachi Pakistan.

Di Eropa: London, Wina dan Frankfrut terdapat cabang-cabang mereka, di Sidney Australia juga ada.

Di Amerika, di Chichago terdapat tempat ibadah terbesar milik mereka, di kalangan mereka dikenal dengan Musyriq al-Adzkar, dari sini majalah Najm al-Gharb diterbitkan. Mereka juga mempunyai perkumpulan-perkumpulan besar di kota-kota besar Amerika seperti Los Angles, Brooklyn, New York. Di Amerika sendiri terdapat kurang lebih enam ratus organisasi Baha`i dengan dua juta anggota.

Aliran ini juga berhasil menyusupkan orang-orangnya di PBB, mereka mempunyai wakil di markas PBB di Jenewa, mereka mempunyai orang di badan sosial dan ekonomi PBB dan di Unicef, duta PBB untuk Afrika adalah orang mereka.

Kesimpulan

Bahaiyah atau Babiyah termasuk gerakan sesat yang keluar dari Islam karena penyimpangan keyakinan dan pemikiran mereka sudah sedemikain jauh, sama sekali tidak berhubungan dengan Islam, di samping permusuhan mereka terhadap Islam dan kaum muslimin dan konspirasi mereka dengan musuh-musuh Islam untuk memerangi Islam.

Dar al-Ifta` Mesir telah mengeluarkan fatwa bahwa Baha`iyah adalah aliran yang keluar dari syariat Islam dan memerangi Islam, para pengikutnya adalah orang-orang kafir. Fatwa yang sama dikeluarkan oleh Majma’ al-Fiqhi al-Islami yang menginduk kepada Rabithah al-Alam al-Islami.

Dari al-Mausu’ah al-Muyassarah, isyraf Dr. Mani’ al-Juhani.

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Selasa, 7 April 2009/11 Rabiul Akhir 1430H

Print Friendly