Apakah Masa Nifas Itu Dapat Lebih Dari Empat Puluh Hari?

Tanya :

Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Ifta’ ditanya: Apakah masa nifas seorang wanita dapat mencapai lebih dari empat puluh hari? Dan apakah wajib baginya untuk mengqadha shalat yang telah ia tinggalkan semasa haidh atau nifasnya?

Jawab :

Darah yang keluar setelah empat puluh hari dari masa kelahiran pada seorang wanita bukanlah darah nifas melainkan darah istihadhah, maka wajib mandi baginya setelah empat puluh hari serta melaksanakan shalat dan puasa, ia pun harus berwudhu setiap kali akan shalat dan menggunakan kapas atau sejenisnya pada kemaluannya untuk mencegah menetesnya darah. Tidak ada kewajiban baginya untuk mengqadla shalat yang telah ia tinggalkan selama masa haidh dan masa nifasnya, yang wajib untuk diqadha oleh wanita itu adalah puasanya yang ia tinggalkan selama bulan Ramadhan yang disebabkan oleh haidh ataupun nifas. Lain halnya jika darah yang keluar itu adalah darah haidh yang menyusul habisnya darah nifas setelah empat puluh hari, maka dalam hal ini tidak boleh baginya untuk shalat dan puasa.
( Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah, 5/416 )

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Kamis, 1 April 2004/10 Safar 1425H

Print Friendly