Hukum Mengeluarkan Darah Dari Orang Yang Sedang Berpuasa

Pertanyaan :

Apakah mengambil sedikit darah di siang bulan Ramadhan untuk pemeriksaan medis atau untuk donor membatalkan puasa ?

Jawaban :

Jika seseorang mengambil sedikit darah yang tidak menyebabkan kelemahan pada tubuhnya, maka hal ini tidak membatalkan puasanya, baik itu untuk pemeriksaan medis atau untuk transfusi darah kepada orang lain ataupun untuk didonorkan kepada seseorang yang membutuhkannya .

Tapi jika pengambilan darah itu dalam jumlah banyak menyebabkan kelemahan pada tubuh, maka hal itu membatalkan puasa. Hal ini dikiaskan pada berbekam yang telah ditetapkan oleh As-Sunnah bahwa hal itu membatalkan puasa. Berdasarkan ini, seseorang yang tengah melaksanakan puasa wajib, seperti puasa Ramadhan, tidak boleh mendonorkan darah dalam jumlah banyak, kecuali bila terpaksa (darurat), karena dalam kondisi ini berarti ia telah batal puasanya sehingga dibolehkan makan dan minum pada sisa hari tersebut untuk kemudian mengqadha’ pada hari lain di luar bulan Ramadhan.

(Syaikh Ibnu Utsaimin, Fadh’il Ramadhan, disusun oleh Abdurrazaq hasan, (pertanyaan no.2)

Sumber : Fatwa-Fatwa Terkini jilid 1, hal. 309 cet, Darul Haq, Jakarta. Diposting oleh Yusuf Al-Lomboky

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Kamis,26 Agustus 2010/16 Ramadhan 1431H

Print Friendly