Sujud Sahwi

Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan pada saat terjadi kekeliruan di dalam shalat karena lupa, sebab itu sujud ini disebut dengan sahwi yang berarti lupa.

Sujud Sahwi Dari Perbuatan Rasulullah saw

1- Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw shalat Zhuhur atau Ashar bersama kami. –Muhammad bin Sirin berkata, “Abu Hurairah menyebutkannya namun aku lupa.”- Abu Hurairah melanjutkan, beliau shalat dua rakaat kemudian salam, beliau berdiri menuju sebongkah kayu yang melintang di masjid dan beliau bersandar kepadanya seolah-olah beliau sedang marah, beliau meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya dan beliau memasukkan sebagian jari-jarinya kepada sebagian yang lain. Orang-orang yang biasa keluar cepat telah meninggalkan pintu masjid. Orang-orang bertanya-tanya, “Apakah shalatnya diqashar?” Di antara hadirin ada Abu Bakar dan Umar, namun keduanya segan untuk berbicara kepada Rasulullah saw. Di antara hadirin ada seorang laki-laki dengan dua tangan yang panjang, dia dikenal dengan Dzul Yadain, dia berkata, “Ya Rasulullah, apakah engkau lupa atau shalatnya memang diqashar?” Rasulullah saw menjawab, “Aku tidak lupa dan shalatnya tidak diqashar?” Rasulullah saw kembali bertanya, “Apakah benar apa yang dikatakan Dzul Yadain?” Orang-orang menjawab, “Benar.” Lalu Rasulullah saw kembali ke tempatnya dan beliau shalat apa yang beliau tinggalkan, kemudian beliau salam, kemudian beliau bertakbir dan sujud seperti sujudnya atau lebih panjang, kemudian beliau mengangkat kepalanya seraya bertakbir, kemudian beliau bertakbir dan sujud seperti sujudnya atau lebih panjang, kemudian beliau mengangkat kepalanya seraya bertakbir.

Orang-orang bertanya kepada Ibnu Sirin, “Kemudian salam?” Ibnu Sirin menjawab, “Saya dengar dari Imran bin Hushain bahwa dia berkata, ‘Kemudian salam.”

2- Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Buhainah bahwa Nabi saw shalat Zhuhur, di rakaat kedua beliau berdiri dan tidak duduk, maka orang-orang berdiri bersama beliau, manakala shalat hampir selesai, orang-orang menunggu salam beliau, beliau bertakbir dalam keadaan duduk lalu beliau sujud dua kali sebelum salam kemudian beliau salam.

3- Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud berkata, Rasulullah saw shalat dengan kami lima rakaat, selesai shalat orang-orang berbicara di antara mereka, maka Rasulullah saw bertanya, “Ada apa dengan kalian?” Maka orang-orang yang hadir berkata, “Ya Rasulullah, apakah ada penambahan di dalam shalat?” Beliau menjawab, “Tidak.” Mereka berkata, “Engkau shalat lima rakaat.” Lalu Rasulullah saw sujud dua kali kemudian salam. Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia, aku lupa seperti kalian lupa, jika salah seorang dari kalian lupa maka hendaknya dia sujud dua kali.

Dalam riwayat Muslim, “Jika seseorang menambah atau mengurangi maka hendaknya dia sujud dua kali.”

Sujud Sahwi Dari Perkataan Rasulullah saw

1- Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri berkata, Rasulullah saw bersabda, “Jika salah seorang dari kalian ragu di dalam shalatnya, dia tidak mengetahui berapa rakaat dia shalat, apakah tiga atau empat, maka hendaknya dia membuang keraguan dan mengambil apa yang diyakini kemudian bersujud dua kali sebelum salam, jika dia shalat lima rakaat maka sujud itu menggenapkan (menyempurnakan) shalatnya, jika dia shalat empat rakaat maka dua sujud tersebut membuat setan terhina.”

2- Imam al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud berkata, Rasulullah saw bersabda, “Jika salah seorang dari kalian ragu di dalam shalatnya maka hendaknya dia berusaha mencari yang benar dan menyempurnakan apa yang tersisa kemudian sujud dua kali.” Dalam riwayat al-Bukhari, “Setelah salam.” (Izzudin Karimi)

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Senin, 1 Juni 2009/7 Jumadil Akhir 1430H

Print Friendly