Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Oleh: Ust. Izzudin Karimi, Lc

Tanya:

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh,

Apa yang harus saya lakukan,ketika mengajak pada kebaikan tidak di hiraukannya? misalnya sholat. Dan ketika saya tahu jika perbuatan yang di lakukan saudara kita itu merupakan dosa besar, apakah kita akan mendiamkan saja/ menasehatinya? karena jika saya mengajak/ menegurnya,saya takut dibilang terlalu ikut campur urusannya. Atas tanggapannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warhamatullaahi wabarakatuh

Hormat Saya : Abu Zaenal

Jawab:
Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Amma ba’du.

Alasan, ‘takut dianggap ikut campur’ adalah alasan setan untuk menahan seseorang dari amar ma’ruf dan nahi mungkar. Kadang dengan bahasa berbeda, ‘Bukan urusanku akan tetapi urusannya, biarkan saja’ Kata-kata semacam ini adalah pembenaran yang tidak benar, karena akibatnya adalah ditinggalkannya nahi mungkar.

Yang benar adalah menasihatinya dengan baik, bukan membiarkannya dan salah
satu cara nasihat yang baik adalah dilakukan berdua atau empat mata saja.

Shalawat dan salam kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam .

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Selasa,30 Maret 2010/14 Rabiul Akhir 1431H

Print Friendly