Menerima Hadiah Ulang Tahun

Tanya :

As-salamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Ustadz, apakah boleh kita menerima hadiah ulang tahun dari orang-orang yang sebenarnya tahu bahwa kita meyakini dalam islam tidak ada yang
namanya perayaan ulang tahun?
Jazakumullahi khoir.

Dari : Abrianti

Jawab :

Ykh.sdri/Arbianti
Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarokaatuh

Sebenarnya, tidak ada kaitannya antara hukum hadiah (baik berupa makanan atau lainnya) dan acara yang bid’ah.. Kehalalan hadiah tersebut dillihat dari jenisnya; bila berupa makanan, maka apakah makanan itu sesuatu yang diharamkan, misalnya, terbuat dari babi, dst. Yang dilihat, jenis makanan itu. Atau diarahkan kepada siapa; misalnya, sembelihan yang disembelih tidak dengan nama Allah dan dipersembahkan kepada jin, nyi loro kidul, dsb…maka ini tidak dibolehkan.

Sedangkan acaranya tersebut, memang tidak dibolehkan, bisa mengarah kepada bid’ah; maka yang terkait dengannya adalah sikap kita; bagaimana kita bersikap terhadap orang yang memberikan hadiah dengan mengaitkannya dengan acara itu…Tentu, diperlukan kebijakan dalam bersikap; nasehati ia dengan baik, bahwa perbuatan seperti itu tidak ada contohnya dalam agama, tidak ada perintahnya, tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Shallallahu’alaihi wa salam dan termasuk pemborosan yang dilarang agama…Artinya, bagaimana anda menyikapi orang tersebut, pandai-pandai anda dalam menyikapinya…mudah-mudahan apa yang kami sampaikan ini jelas,wallahu a’lam.wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarokaatuh

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Jumat, 6 Pebruari 2009/10 Safar 1430H

Print Friendly