Pelajaran Tauhid Untuk Tahun Ketiga

PELAJARAN TAUHID UNTUK TAHUN KETIGA

LANDASAN AQIDAH KITA ADA TIGA; MENGENAL TUHAN, AGAMA DAN NABI KITA MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Landasan Pertama: Mengenal Tuhan Kita

  • Tuhan kita adalah Allah, Pencipta langit dan bumi. Allah berfirman:

    إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ

    “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi.” (Al-A’raf: 54).

  • Tuhan kita adalah Allah yang menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Allah berfirman:

    لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

    “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baik-nya.” (At-Tiin: 4).

  • Tuhan kita adalah Allah yang mengatur segala urusan. Allah berfirman:

    يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ

    “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi.” (As-Sajdah: 5).

  • Allah menciptakan jin dan manusia agar mereka menyembah kepadaNya. Allah berfirman:

    وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

    “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah kepadaKu.” (Adz-Dzariyat: 56).

  • Allah memerintahkan kita agar mengingkari thaghut dan beriman kepada Allah. Allah berfirman:

    فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى

    “Maka barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada al ‘urwatul wutsqa (buhul tali yang amat kuat).” (Al-Baqarah: 256).

  • Al‘urwatul wutsqa (buhul tali yang amat kuat) adalah Laa ilaaha illallaah, yang artinya tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah.

Landasan Kedua: Mengenal Agama Kita, Yaitu Agama Islam.

  • Agama kita adalah agama Islam. Allah tidak menerima agama selain daripadanya. Allah berfirman:

    وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ

    “Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya.” (Ali Imran: 85).

  • Tingkatan dien (agama) itu ada tiga; Islam, iman dan ihsan.

  • Islam yaitu berserah diri kepada Allah Ta’ala dengan mentauhidkanNya, tunduk kepadaNya dengan keta’atan serta berlepas diri dari syirik dan para pelakunya.

  • Iman yaitu engkau percaya kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya, hari Akhir dan percaya kepada takdirNya, yang baik maupun yang buruk.

  • Ihsan yaitu engkau menyembah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, dan jika engkau tidak melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu.

Landasan Ketiga: Mengenal Nabi Kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

  • Beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib Al Hasyimi Al Qurasyi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau adalah Nabi yang paling mulia dan penutup para nabi.

  • Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan agama ini. Beliau memerintahkan kepada kita agar melakukan segala bentuk kebaikan dan melarang kita dari segala bentuk kejahatan.

  • Kita wajib meneladani Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam serta mengikutinya. Allah berfirman:

    لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

    “Dan telah ada teladan yang baik bagimu pada diri Rasulullah.” (Al-Ahzab: 21).

  • Kita wajib mendahulukan kecintaan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam daripada kecintaan kita kepada ibu, bapak dan segenap manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ

    “Tidaklah (sempurna) iman salah seorang dari kamu sehingga aku lebih ia cintai dari-pada orang tuanya, anaknya dan segenap manusia.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

    Sedangkan yang dimaksud dengan kecintaan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan mengikuti dan menta’atinya.

Latihan:

  • Menghafalkan materi pelajaran berikut dalil-dalilnya.

  • Memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa sesuai dengan kemampuan mereka.

  • Menugaskan kepada siswa untuk menulis beberapa tema pelajaran.

Pengarahan:

Sama dengan pengarahan-pengarahan yang ada pada tahun kedua.

———-
Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Kamis,20 Maret 2008/12 Rabiul Awal 1429H

Print Friendly